Bab 62

1569 Words

Pov : Azka Darah itu mulai mengalir dari dahi Ummi. Pipinya mulai memerah dan kedua matanya terpejam. Ummi pingsan setelah tertabrak mobil cukup kencang di bagian kakinya.  Detik ini, kekhawatiran dan ketakutan itu mulai terbayang. Aku benar-benar takut kehilangan Ummi. Aku belum bisa membahagiakan dan membanggakan Ummi sepenuhnya.  Aku belum mampu melukiskan senyum di wajahnya. Aku benar-benar tak ingin Ummi pergi. Ambulans itu membawa Ummi ke rumah sakit.  Aku membawa Rania dan Althaf kembali ke rumah. Sementara Abah dan Mas Gaza mengikuti ambulans dari belakang.  Di dalam mobil, Rania hanya dan terus tergugu dalam tangisnya sembari memangku Althaf yang masih terlelap. Dia belum bisa menceritakan bagaimana bisa Ummi sampai ke tengah jalan sembari memanggil namaku.  Kubiarkan Rania

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD