Bab 48

1563 Words

Pov : Azka "Ka, Ummi mau bicara sebentar. Bisa? Ummi tunggu di ruang tenga, ya?" ucap Ummi dengan senyum tipisnya saat aku masih menimang Althaf dalam gendongan, sementara Rania masih di tiduran atas ranjang. Rania baru saja memberi Althaf ASI dan sekarang malaikat kecilku itu mulai terlelap. Kuletakkan bayi mungil itu ke dalam boxnya. "Makasih, Mas." Perempuan cantik itu mengusap lenganku pelan lalu tersenyum tipis. "Makasih buat apa?" "Kamu sudah banyak berkorban waktu dan tenaga untukku," lanjutnya lirih. Kuusap pucuk kepalanya sembari menggeleng pelan. "Nggak perlu ada kata terima kasih karena ini memang bagian dari tugasku. Tugas sebagai suami dan ayah yang harus siaga dengan segala kemungkinan yang ada." Rania kembali tersenyum. "Nggaklah, Mas. Tetap saja aku harus mengu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD