"Assalamu'alaikum." Kuucap salam saat sampai di rumah ibu. Mobil putih itu terparkir di sana, pertanda ibu tak ke mana-mana. "Wa'alaikumsalam" Suara Raniaku terdengar dari dalam. Entah mengapa aku mendadak salah tingkah saat akan bertemu dengannya. Baru semalam aku tak bertemu dengannya, seolah sudah bermalam-malam dia pergi meninggalkanku sendiri. Mungkin terlalu lebay. Tapi memang seperti itulah yang terjadi. Senyum itu melengkung indah di sana. Perempuan cantikku itu mencium punggung tangan lalu menggamit manja di lengan. Aku dan dia beriringan masuk ke ruang keluarga. "Sepi amat, Dek. Ibu ke mana?" tanyaku sedikit gugup. "Ada di kamar. Baru saja pulang dari mall, Mas. Aku belikan mas Azka kemeja baru. Masak kemejanya lusuh semua," ucapnya dengan nada manja. "Yang penting mas

