Bab 29

1323 Words

Raut wajah ibu sedikit berbinar mendengar cerita soal rencana pembelian rumah itu dari Rania. Ibu menatapku beberapa saat lalu tersenyum tipis. Seolah mengucapkan terima kasih, padahal aku sendiri tak paham apa yang diceritakan Rania itu. "Benarkah, Nia? Berarti jualan kalian laris banget ya, sampai bisa nabung buat beli rumah?" Ibu tampak sangat kaget mendengar kabar dari putri kesayangannya. Dibalik keterkejutannya itu, terlihat jelas jika ibu sangat bahagia mendengar cerita anak perempuannya. Sangat berbeda dengan ummi yang sepertinya masih tak percaya dengan ucapan Rania. Aku maklum, dari dulu ummi memang tak pernah yakin akan kemampuanku. "Benar, Bu. Tapi ya memang rumah minimalis dengan dua kamar saja," ucap Rania lagi. Entah darimana dia mendapatkan uang untuk membeli rumah i

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD