Mereka sontak menoleh ke arah ranjang. “Ayu …?” suara Bude Sri terdengar lirih. Ayu buru-buru menghampiri. Degup jantungnya melonjak, takut kalau Bude Sri benar-benar melihat apa yang baru saja terjadi. Namun saat diperhatikan, ternyata wanita paruh baya itu hanya mengigau dalam tidurnya. Ayu menarik napas lega, lalu berbalik menatap Jonathan dengan wajah penuh emosi. Tanpa banyak pikir, ia menggandeng lengannya kasar, menyeretnya keluar dari kamar. Begitu pintu menutup, Ayu langsung meledak. “APA KAU GILA?” bentaknya dengan suara tertahan agar tidak mengundang perhatian orang lain. Jonathan hanya menanggapinya dengan senyum tipis, meremehkan. “Apa kau nggak takut kalau ketahuan?” Ayu mendesaknya lagi, wajahnya penuh kemarahan. “Gak masalah bagiku,” jawab Jonathan ringan, suaranya

