Ciuman Jonathan bergeser ke leher Ayu, tangannya tak sabar, dengan gesit ia membuka satu per satu kancing blus Ayu, lalu dengan gerakan kasar penuh nafsu, Jonathan membaringkan Ayu di ranjang. Ayu yang makin tenggelam dalam permainan itu seakan sudah tidak mampu menolak, bahkan sekarang dia telah menikmatinya. Satu persatu pakaian ditanggalkan, desahan demi desahan mengudara menambah gairah kotor mereka berdua. “Ah … ” Ayu mendesah setiap kali Jonathan mempermainkan area sensitifnya. “Mendesahlah yang keras, jangan di tahan, aku sangat menyukai suara itu” ucap Jonathan dengan nafas terengah. Di tengah kekacauan itu, Ayu dengan suara terputus-putus, ia berbisik, “K-keluarkan … di luar.” Jonathan berhenti sejenak, menatap wajahnya yang cemas. “Kau takut hamil?” “Tentu saja …” jawab Ay

