Jessica tampak tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya, dengan riang ia menyodorkan kotak beludru berisi cincin pada Dewi, ibu Jonathan, dan Ratna, neneknya. “Lihat, Tante, Oma … cantik sekali, kan?” Jessica memamerkan cincin itu, jemarinya gemerlap di bawah lampu kristal. Senyumnya lebar, matanya berbinar penuh kebanggaan. Dewi menepuk tangan Jessica lembut. “Indah sekali, Nak.” Suaranya hangat, seolah restu penuh keluar dari hatinya. Ratna pun ikut tersenyum puas, menatap Jessica dengan sorot bangga. “Akhirnya cucu Oma menemukan pendamping yang pantas, Oma senang sekali.” Jessica tertawa kecil, menunduk sopan sambil menggenggam tangan Dewi dan Ratna. Suasana dipenuhi tawa ringan, percakapan hangat, dan doa restu yang tulus. Namun di tengah semua itu, Jonathan hanya duduk bersandar di

