Dewan Direksi

1234 Words

Jonathan duduk di kursi ruang direksi dengan sikap santai namun penuh wibawa. Di hadapannya tergeletak map berisi dokumen kepemilikan saham terbaru—dokumen yang menjadikannya salah satu pemegang saham terbesar di perusahaan itu. Para direksi yang hadir di ruang rapat meliriknya dengan hormat, beberapa bahkan terlihat canggung. Mereka tahu, posisi Jonathan kini bukan lagi sekadar “Anak buangan Presdir”. Ia sudah menjelma menjadi sosok kuat yang tak bisa diremehkan. Jonathan membuka map itu perlahan, senyumnya tipis namun mengandung tekanan. “Mulai hari ini, saya resmi bergabung sebagai pemegang saham utama, saya harap semua pihak bisa bekerja sama … demi kemajuan perusahaan.” Kalimatnya terdengar diplomatis, namun sorot matanya tajam, membuat beberapa direksi saling berbisik, merasa ters

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD