Setelah selesai menyantap hidangan, pelayan segera datang membawa nota, dan ia membayar tanpa banyak bicara. Ayu hanya duduk kaku, sesekali melirik sekitar. Mereka berdua bangkit, Jonathan berjalan lebih dulu, tangannya sempat menyentuh punggung Ayu seolah menuntunnya keluar. Di meja pojok, pria misterius itu juga ikut berdiri. Gerakannya santai, tapi jelas ia berusaha menjaga jarak aman. Ponselnya kembali ia genggam erat, siap merekam setiap momen. Begitu keluar restoran, Jonathan membuka pintu mobil untuk Ayu. “Masuklah.” Ayu menurut, meski wajahnya menegang. Jonathan sendiri tidak langsung masuk, ia berdiri sebentar, mengeluarkan ponsel dari sakunya dan berpura-pura menerima telepon penting, dari ekor matanya, ia melihat pria misterius itu melangkah keluar, pura-pura menyalakan ro

