Bab 33

2026 Words

"Maaf aku terlambat. Macet." Tristan mengangguk. Dia dapat memaklumi alasan Sana. Tidak ada yang dapat berkutik kalau sudah berhubungan dengan macet. Hal itu merupakan hal yang sangat lumrah. Dengan gerakan tangannya Tristan meminta Sana untuk duduk. "Tidak apa-apa," ucap Tristan. "Duduklah, Sana." Sana mengangguk, menarik kursi dan duduk di depan Tristan. Napas lega terembus dari mulutnya. Sebenarnya dia tidak bermaksud untuk berbohong pada Tristan. Bukan macet yang membuatnya terlambat melainkan pertengkaran kecil dengan Joe. Karena masalah kaus yang menurut Joe terlalu ketat dan terbuka, mereka berakhir dengan bergumul di atas ranjang. Siapa yang dapat menolak Joe, pemuda itu selalu mendapatkan apa yang diinginkannya. Bukannya Tristan tidak tahu alasan sebenarnya keterlambatan Sana

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD