KTA’S 97 - Somebody

2148 Words

Perjalanan selama dua jam itu berakhir tepat pada pelataran luas tanah merah dengan gundukan bertanda batu nisan. Nanta turun dari tunggangan kuda besinya lantas tersenyum tatkala sorot netranya tertuju pada perempuan yang tengah berdiri seraya mengedarkan pandangannya ke seantero tanah merah penuh gundukan berbatu nisan. “Yuk,” ajak Nanta tak peduli dengan dahi Tiffany yang mengernyit dalam. Tangannya terjulur meraih jemari perempuan itu dan menggangdengnya dengan hangat lanyas membawanya menuju gundukan tanah merah penuh bunga melati yang tempo lalu pernah ia tanam. Berharap hujan yang akan menghidupkannya dan rupanya, bunga melati tampak turut berbahagia hidup dalam bagian tubuh Ibu meski telah lebur di dalam dekapan tanah. Tiffany membisu dengan seribu pertanyaan memenuhi isi kepala.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD