KTA’S 98 - Precious Treasure

2236 Words

Sudah nyaris setengah jam ia berdiri dengan sorot kedua manik mata yang tertuju pada sesosok tubuh yang sejak tadi tak merubah posisinya. Tatapannya beralih pada jendela dengan tirai tak berhenti melambai-lambai terembus angin yang menerobos masuk begitu saja. Ia berjalan menghampiri jendela lebar dengan teralis kokoh yang membatasi antara sekat ruang dengan pelataran luas nan hijau. Lantas menghela panjang, sementara wajahnya yang dihiasi lingkaran hitam di sekitar kelopak mata mengedar menatap lalu lalang orang-orang, pun yang hanya duduk menyepi untuk sekadar mengepulkan asap kreteknya dengan nikmat, atau seorang perawat yang berusaha sabar mendampingi pasien yang tampaknya merindukan kewarasan atau justru telah membangun dunianya sendiri dengan komposisi bahan yang kokoh. Sepasang man

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD