KTA’S 99 - Turn Into Silence

2125 Words

Teddy menyodorkan secangkir kopi tepat di meja rendah hadapannya. Sementara sorot netranya mengedar ke segala sudut ruang minimalis modern yang tampak begitu nyaman dan seolah ingin memamerkan kedamaian yang terbalut di dalamnya. “Sepi, adik-adikmu pada ke mana?” tanya Nanta menderaikan suaranya bergabung dengan udara-udara damai di sekitarnya. “Biasalah, ikut nyokap nginep ke rumah sepupu,” jawab Teddy seraya mendaratkan pantatnya pada sofa beludru halus. “Oh.” Nanta hanya ber-oh ria dengan sepasang maniknya yang terpatri pada sebuah vas bunga di hadapannya. Lantas mendesah berat dan mempertanyakan di dalam benaknya, “Kenapa harus setangkai bunga melati yang Teddy taruh di dalam vas bunga itu?” Ia menoleh ke arah Teddy yang sibuk memilin ujung pita aksesori dari sofa yang didudukinya.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD