Tujuh tahun kemudian …. Pagi ini sama seperti pagi-pagi lainnya. Lita bangun bersama datangnya fajar dan kokokkan ayam yang setia menjadi alarmnya. Sebelum turun dari tempat tidur, ia menatap Afnan yang masih terlelap di sampingnya. “Mamah menyayangimu,” ucap Lita sambil mencium kening anaknya. Kemudian Lita mengikat rambut panjang secara asal lalu beranjak dari tempat tidur menuju dapur untuk bersih-bersih dan menyiapkan sarapan. Saat menuruni puluhan anak tangga, Lita mendengar suara motor sport milik Hans di depan rumahnya. “Kak Hans baru pulang atau akan berangkat kerja?” gumamnya lalu mempercepat langkah menuju pintu depan. Lita mengintip dari jendela untuk memastikan jika suara motor yang tadi ia dengar memang benar motor Hans. Saat mengintip, ia melihat Hans sudah akan masuk ke

