Keesokan harinya. Dion dan Alice sudah bersiap untuk berangkat. Sebelumnya alice sudah menyiapkan semua bajunya. Dan, baju Dion. Mereka segera pergi dari rumah itu. Tepat saat Regina masih tertidur. Merasa aman, Dion segera membawa Alice keluar. Seketika langkahnya terhenti saat ada seorang yang memanggilnya. "Dion!" "Dion.. Kamu mau bawa dia kemana?" tanya Regina. Wajahnya terlihat sangat kesal. Kedua mata itu sesekali melirik tajam ke arah Alice, penuh dengan amarah membakar matanya. Regina berdengus kesal. Mengatupkan bibirnya, lalu kembali menatap Alice. "Kamu yakin mah bawa dia pergi?" tanya Regina lagi. Dengan nada penuh kecewa. "Iya, aku yakin. Kamu disini saja. Bukanya kamu ingin tinggal disini. Jadi kamu bisa bebas tinggal disini selama beberapa hari." jawab Dion santain

