"Kamu yakin?" tanya Regina. "Iya." jawab jutek dion. "Jika memang benar kamu mau. Aku akan berangkat sekarang. Sebentar lagi, dia akan menjemputku. Kamu bisa tunggu aku nanti pulang sekolah. Sekarang yang di perlukan hanya ijin darimu." Regina, duduk di samping Dion. Kedua mata mereka saling menatap satu sama lain. Tapi berbeda dengan tatapan Dion yang mulai menajam. "Dion.." ucap Regina. Dia perlahan mendekatkan wajahnya. Dan, benar saja sebuah kecupan mendarat di bibir Dion. Dan, tanpa ada balasan darinya. Dion hanya diam. Namun itu hanya bertahan sesaat. Dion memegang kedua lengan Regina. Dia mencengkram lengannya. Melepaskan kecupan Regina. "Jangan mencoba melakukan hal itu." kata Dion. "Memangnya kenapa?" Regina beranjak berdiri, dia masih saja mencoba untuk menggoda Dion ke

