Alice mencoba sekuat tenaganya. mengeluarkan semua kemampuannya untuk menarik kembali tangan Dion dari rahangnya. Alice hampir saja kehilangan napasnya. Dia terus berusaha tenang. Alice berusaha untuk tidak terbawa emosinya. "Kenapa kamu marah padaku. Sekarang saat kamu berhubungan dengan wanita lain di depanku. Apa kamu peduli perasaanku. Apa saat kamu bermesraan dengan wanita lain apa aku marah padamu. Aku kasar padamu. Kamu selalu membuat aku menderita, Dion. Tapi kenapa kamu tidak pernah menyadari akan hal itu." Pekik Alice mengeraskan suaranya. "Apa yang kamu katakan?' tanya Dion. "Aku yang punya wewenang disini. Kamu hanya orang luar yang numpang hidup padaku. Lagian pernikahan kita bukan pernikahan sungguhan. Tidak perlu kamu merasa sakit hati." "Nah, itu kamu tahu. Terus ken

