#04

1236 Words
Junhyo, Taemin dan Taeyul bersekolah di sekolah yang sama. Namun, Taeyul dan Taemin berada di kelas 3 SMA, sedangkan Junhyo masih berada di kelas 2 SMA. Nama sekolah mereka adalah Sheonhwa. Sekolah Sheonhwa terkenal dengan muridnya yang pandai dan sebagian besar berasal dari kalangan atas. Sekolah yang bernama Sheonhwa ini dibangun oleh salah satu konglomerat di seoul bernama Kim Jeonghwa. Tap Tap Tap Suara langkah kaki kini mengisi koridor sekolah Sheonhwa, suara tersebut di sebabkan karena Junhyo berlari menuju ruang kelasnya, kemungkinan 5 menit lagi jika dia tidak segera sampai dia akan telat. Setiap hari, selalu seperti ini. ]] Taemin Pov [[ "Taeyul-ah, aku belum mengerjakan PR matematika, bagaimana ini?" tanya Taemin panik. "Bagaimana bisa? Semalam kau meminjam bukuku untuk apa?" tanya Taeyul. Taemin menggaruk tengkuknya yang tak gatal "Hanya mencatat, tapi aku tak ingat kalau ada PR." "Ya ... Kau serahkan saja tugasnya pada Junhyo, lagi pula pelajaran matematika ada pada jam terakhir kan?" tanya Taeyul. Benar kenapa aku tidak menyuruh bocah itu yang mengerjakannya. Aku menyeringai setelah mendengar usul dari Taeyul. Aku segera pergi ke kelas Junhyo untuk menyuruhnya. Kulihat dia baru saja duduk di kursinya, sepertinya dia baru saja sampai. Kelihatan lelah, namun apa peduliku? Aku memasuki ruang kelasnya dan melempar buku itu ke mejanya. Tak perduli teman sekelasnya yang juga adik kelasku memperhatikan kami. "Tolong kerjakan halaman 24 sampai 28, jika sudah bawa ke kelasku," ucapku. Tanpa basa-basi aku segera pergi, tak peduli dengan teman sekalasnya yang berbisik tentang apa yang kulakukan. ]] Taemin Pov Off [[ ~]][[~ ]] Junhyo Pov [[ Baru saja aku sampai ke kelas ku, tiba-tiba saja aku melihat Taemin hyung berjalan menghampiriku, dan melempar bukunya tepat di atas mejaku. Aku menatapnya bingung. "Tolong kerjakan halaman 24 sampai 28, jika sudah bawa kekelasku," ucap Taemin hyung padaku dan setelah itu dia pergi. Tanpa senyum apapun sedikitpun. Aku mendengar teman sekelasku berbisik tentang perlakuannya padaku. Tidak sepantasnya seorang magnae sepertiku diperlakukan seperti itu oleh hyung-nya, karena itu mungkin mereka berbisik. Aku hanya menampilkan senyum simpul dan menyimpan buku Taemin hyung di tasku, niatku untuk mengerjakannya setelelah jam pertama. ]] Junhyo Pov Off [[ Setelah Taemin kembali ke kelasnya, tak lama bell masuk berbunyi. Semua murid berlalu-lalang memasuki kelas mereka. Apa kalian tahu? Bukankah itu hal yang hebat? Anak kelas 2 bisa mengerjakan tugas kelas 3? Itu lah kelebihan Junhyo. Dia sangat multitalent, apa yang tidak bisa dilakukannya? Dialah Golden Magnae-nya BTZ. Dia bisa melakukan semua, apa karena itu para hyung-nya iri? Bukankah setiap manusia diberi kekurangan dan kelebihan masing-masing? Yeah i know, you know Manusia memiliki perasaan iri akan hal yang menurut mereka, orang lain bisa tapi dia tidak. Tapi apa tidak keterlaluan jika seperti ini? Jieun menghampiri Junhyo yang sedari tadi berada di kelas, padahal jam istirahat sudah berbunyi. "Hei Junhyo-ah, tumben sekali tidak keluar?" tanya Jieun saat sudah duduk di kursi depan. "Ahh itu-" "Oh ya, ngomong-ngomong, ada apa Taemin oppa datang ke sini?" tanyanya memotong ucapan Junhyo. Pertanyaan inilah yang membuat Junhyo bingung ingin menjawab apa. Jika dia berkata jujur bahwa dirinya disuruh mengerjakan tugas matematika Taemin, mungkin seorang Taemin yang terkenal tampan dan ber-Abs itu akan jelek di sekolah Sheonhwa. Karena tidak mampu mengerjakan soalnya sendiri dan menyuruh orang lain. Bahkan adiknya sendiri yang notabene masih berada di kelas 2, yang belum mempelajari pelajaran kelas 3. Junhyo tersenyum sambil menatap Jieun. "Eum, semalam aku baru saja diajarkan pelajaran matematika oleh Taemin hyung, lalu bukuku tertinggal, dan terselip di antara buku-buku miliknya, jadi dia mengembalikan buku ku," ucap Junhyo. Berbohong. Lagi-lagi Junhyo berbohong untuk nama baik para hyung-nya. Kurang baik apa Junhyo, sampai dia diperlakukan seperti ini? Jieun mengangguk mengerti. "Ya sudah kalau begitu, aku sudah lapar nih, kau mau menitipkan sesuatu? Biar ku belikan nanti?" tanya Jieun seraya berdiri. Junhyo hanya menggelengkan kepalanya pelan. Menandakan bahwa dia tidak butuh apapun saat ini, dia hanya butuh Jieun cepat keluar dan meninggalkannya sendiri, karena dia butuh waktu berdua dengan alat tulisnya untuk mengerjakan tugas milik Taemin. Saat Jieun keluar dari kelas dan pergi menuju kantin. Junhyo segera mengerjakan soalnya. Sementara di dorm, Seokmin tengah menonton televisi seraya memainkan ponselnya. Sedangkan Seojun tetap bermain dengan pena dan selembar kertas miliknya. "Seokmin-hyung, kenapa kau tidak menyukai Junhyo?" tanya Daeho seraya menatap sang kakak. Seokmin sama sekali tidak menanggapi pertanyaan Daeho dan malah pergi ke kamarnya. Seojun pun hanya memilih diam dan pura-pura tidak mendengar pertanyaan Daeho dan tetap bermain dengan pena dan kertasnya. Daeho menghela nafasnya berat. "Kenapa bertanya begitu?" tanya Yeonu seraya menatap adiknya. Daeho menggeleng pelan, mengisyaratkan kalau dirinya tidak tahu kenapa dia bertanya seperti itu. *** Ding Ding Dong "Junhyo, mana bukunya?" tanya Taemin. Junhyo segera memberikan buku matematika milik Taemin, yang tadi diberikan padanya. Taemin mengambil buku itu dan segera pergi tanpa mengucapkan terimakasih. Junhyo bisa memakluminya. Di dorm. Pukul 15:00. Seokmin dan Yeonu tengah tertidur di kamarnya. Lalu Daeho dan Seojun tengah menonton televisi, entah apa yang ditonton. Daeho mendongakkan kepalanya melihat jam besar yang tertempel di dinding. "Seojun-ah, bukankah seharusnya Taemin, Taeyul dan Junhyo sudah pulang?" tanya Daeho. Seojun melihat jam tangan milik ya. "Kau benar hyung, ya sudah aku jemput mereka dulu," ucap Seojun seraya berdiri dari tempatnya duduk. "Sekalian jemput Junhyo juga ya?" tanya Daeho. Itu terdengar seperti meminta. Seojun sedikit berfikir, dia bisa saja menjemput ketiganya dalam satu mobil, tapi bagaimana jika Seokmin-hyung tahu? "Tapi Seokmin-hyung?" tanya Seojun. "Hyung kan sedang tidur, kamu tidak perlu khawatir, jika perlu kau turunkan saja dia di depan agak jauh dari dorm, kau tau persimpangan? Nah turunkan di sana jadi dia tidak terlalu jauh berjalan," jelas Daeho. Seojun mengangguk dan beralih mengambil kunci mobil, lalu dengan tergesa-gesa segera menjemput adik-adik nya. Sesampainya di sekolah sheonhwa, Seojun memarkirkan mobilnya tepat di dekat gerbang. Seojun memperhatikan sekitarnya, memang ini jam pulang sekolah sheonhwa, tapi dia belum melihat Taemin, Taeyul ataupun Junhyo. 10 menit berlalu, akhirnya Seojun melihat Junhyo yang tengah berjalan terburu-buru. "JUNHYO-AH!" teriak Seojun memanggil adiknya itu. Sebelumnya Junhyo mencari arah suara tersebut sampai akhirnya dia menemukan sosok Seojun yang berdiri di samping mobil van berwarna silver. Junhyo menghampiri hyungnya dan sedikit membungkuk hormat. "Hallo hyung," ucap Junhyo. "Junhyo-ah, dimana Taemin dan Taeyul?" tanya Seojun. "Mungkin sebentar lagi keluar, soalnya tadi aku lihat mereka tengah membeli minuman," jawab Junhyo dan membungkuk kembali seraya melanjutkan jalannya. Tapi Seojun menahannya. Itu sedikit membuat Junhyo tersentak kaget. Tak lama Taemin dan Taeyul datang menghampiri Seojun, awalnya mereka tersenyum bahkan tertawa karena saling bercanda, namun ketika melihat Junhyo senyum itu berubah menjadi ekspresi wajah yang masam. Junhyo hanya tersenyum tipis, tanpa basa-basi Taemin dan Taeyul segera masuk ke dalam mobil disusul Junhyo dan Seojun. Seojun menancap gasnya dan segera melaju pulang. "... ." Hening. Itulah yang terjadi sekarang. Seojun sesekali melihat ke arah kaca penumpang untuk memantau mereka. Junhyo hanya berdiam diri. "Hyung kenapa kau mengajak anak ini?" tanya Taeyul geram memecahkan keheningan. Junhyo yang mendengar itu hanya berpura-pura tak mendengar, dan berusaha untuk tidak memperdulikannua meski rasanya sangat menyakitkan. "Aku tetap akan menurunkannya di persimpangan dekat dorm kok," ucap Seojun. Taemin dan Taeyul hanya berdecih pelan. "Tidak apa kan Junhyo-ah?" tanya Seojun. Junhyo menoleh dan menjawab. "Tidak apa hyung." Dia hanya tersenyum tipis, senyum yang biasa mengembang ketika dia ingi menutupi perasaannya. Sesampainya di persimpangan dekat dengan dorm, Seojun menurunkan Junhyo, mau tidak mau dia harus turun di sana, dan setelah itu mereka pergi menuju dorm meninggalkan Junhyo di tepi jalan. "Hmm, ini menyakitkan hyung" gumam Junhyo dengan wajah datarnya seraya memperhatikan mobil yang di kendarai Seojun. ***
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD