#07

1256 Words
"JUNHYO!!" teriak Daeho. Dia langsung menghampiri Junhyo yang tergeletak di lantai kamar mandi, sedangkan Yeonu masih membeku. "Yeonu-hyung!! Bantu aku!" teriak Daeho karena panik. Teriakan itu menyadarkan lamunan Yeonu. Dengan sigap Yeonu membantu Daeho mengangkat tubuh kurus sibungsu dan membawanya berbaring di atas kasur. "Hyung wajahnya pucat, sebaiknya kita bawa ke rumah sakit," ucap Daeho yang semakin panik. Yeonu mengangguk dan segera mengambil ponsel untuk menelpon ambulance agar segera datang ke dorm BTZ. Daeho bersyukur karena dorm saat itu sepi, jadi tidak ada yang tahu kejadian nya. Selang beberapa waktu menunggu, ambulance akhirnya sampai dan segera membawa Junhyo yang sudah tak sadarkan diri. Yeonu dan Daeho ikut ke rumah sakit karena khawatir pada Junhyo. Sesampainya di rumah sakit, remaja dengan gigi kelinci itu segera di bawa keruang UGD lalu ICU. Keadaannya sekarat, mungkin saja nyawanya sudah berada di ujung tanduk sekarang. Yeonu dan Daeho terduduk di ruang tunggu dengan perasaan khawatir yang menyelimuti hati keduanya, entah perasaan khawatir ini datang dari mana. Tapi hati keduanya sekarang benar-benar kacau. Sangat kacau. ~]][[~ "Hyung sebentar lagi natal, bagaimana kalau kita sekaligus membeli lampu rias dan aksesoris Natal lainnya di sini?" tanya Taeyul. "Aku akan memilihkan bintang terbaik untuk dibeli," ucap Taemin semangat. Membuat Seojun dan Seokmin tersenyum menyaksikannya. "Wahh aku tidak tahu ingin hadiah apa natal tahun ini," ucap Taemin Membuat Taeyul terkekeh dan berkata. "Kau baru saja memberikan kode." Taemin hanya tertawa. Lagi-lagi membuat Taeyul, Seojun dan Seokmin tertawa. Di saat keempat remaja ini bersenang-senang di sebuah toko. Kedua remaja lainnya sedang khawatir di sebuah rumah sakit. Rumah sakit Hwang. Rumah sakit yang terkenal di korea selatan tentang fasilitas dan pelayanannya yang maksimal. Yeonu mengepal tangannya kuat serta dicampuri perasaan frustasi. Karena sudah 2 jam berlalu dokter tak kunjung keluar dari ruangan. Daeho yang tadi benar-benar panik kini tenggelam dalam kekhawatiran yang mendalam. Rasanya ingin menerobos pintu rumah sakit yang menghalangi itu. Rasanya ingin memeluk Junhyo. Rasanya ingin meminta maaf atas kesalahan yang dilakukannya selama ini terhadap Junhyo. Rasanya. Tak lama kemudia dokter Hwang keluar dari ruangan tersebut. Tanpa aba-aba Yeonu dan Daeho menghampiri dokter Hwang. "Keadaannya sangat mengancam nyawanya, setelah diperiksa lebih lanjut dia overdose obat tidur," ucap dokter Hwang. Deg! Rasanya jantung Yeonu berhenti berdetak mendengar kabar yang keluar dari mulut sang dokter. "Aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi kurasa sebaiknya kalian lebih memperhatikannya. Karena kali ini dia sangat sekarat," ucap dokter. "Saya permisi, masih ada pasien lain yang membutuhkan saya," salam dokter yang kini sudah pergi. Kedua remaja itu hanya terdiam mendengar kenyataan yang tengah terjadi. Yeonu segera berlari masuk ke dalam ruangan untuk melihat Junhyo. Begitupun Daeho. dia mengikuti langkah sang kakak. Tringgggg Tringggg Tiba-tiba saja ponsel yang berada di saku milik Daeho berdering. Seokmin-hyung misscall Daeho melihat nama yang tertera dilayar ponselnya dan segera mengangkatnya. "Halo," ucap Daeho dengan suara berat miliknya. "Oh halo, Daeho-ah kenapa tidak ada orang dirumah?" tanya Seokmin dari seberang telepon. "Ak-aku mengantarkan Yeonu-hyung kerumah sakit," ucap Daeho. "Ke rumah sakit? Apa yang terjadi pada Yeonu?!" tanya Seokmin yang terdengar panik. Daeho mematikan sambungan nya. Disini Junhyo yang sakit, tapi kenapa Yeonu yang dikhwatirkan? "Ada apa hyung?" tanya Taemin. "Mereka di rumah sakit!" ucap Seokmin. Dia berjalan mondar mandir merapikan barang belanjaan. "Apa?!" pekik Seojun dan Taeyul bersamaan. "Siapa yg sakit?" tanya Taemin. "Yeonu. Daeho bilang dia mengantarkan Yeonu," ucap Seokmin. "Seojun, ayok kita ke rumah sakit sekarang," sambungnya. Seojun mengikuti perintah sang kakak, dan kembali masuk ke dalam mobil. Sedangkan Taemim dan Taeyul ditugaskan menjaga dorm. ~]][[~ Yeonu menatap sosok sang adik yang kini tengah terbaring lemah tak berdaya dengan wajah yang pucat, beserta infus yang terpasang di pergelangan tangan Junhyo. Selang beberapa waktu kemudian, setelah hanya ada kesunyian di sana Seojun dan Seokmin datang memasuki kamar rumah sakit yang sudah diberitahu oleh seorang perawat. Yeonu dan Daeho menoleh bersamaan, sedangkan Seojun dan Seokmin terdiam bingung dan dalam sekejap semua terlihat seperti manequeen. "Yeonu kau baik-baik saja?" tanya Seokmin. Membuat Yeonu tersenyum miris dan berdecih pelan, lalu tatapannya kembali melihat sosok sang adik yang terbaring. "Apa yang terjadi pada Junhyo?" tanya Seojun pada Daeho. "Dia overdose obat tidur," jawab Daeho pelan. Membuat suasana kembali hening. "Sebaiknya kalian pulang. Kita harus latihan," ucap Seokmin. Damn. Saat situasi sang adik seperti ini dia justru lebih memikirkan latihan? Oh God. "Lalu siapa yang menjaga adikku?" tanya Yeonu yang masih terus memandangi Junhyo. "Biarkan saja dia di sini, banyak suster yang akan menemani nya," ucap Seokmin lagi. Ok. Ruangan ini mulai memanas. Tapi kali ini Yeonu hanya bisa mengalah. Dia tidak boleh memperburuk keadaan. Dia menghembuskan nafasnya berat dan beranjak dari tempat nya berdiri. Seokmin keluar terlebih dahulu, kemudian di susul sang leader, Daeho dan Yeonu yang merasa tak tega meninggalkan Junhyo sendirian. Selama di perjalanan pulang, hanya ada keheningan. Sesampainya mereka di dorm. Tanpa aba-aba dan sepatah kata pun Yeonu langsung turun dari mobil dan segera masuk ke dalam. Taemin dan Taeyul yang melihatnya terkejut. "Yeonu-hyung? Ah syukurlah kau tidak apa apa," ucap Taemin dengan nada suara yang merasa lega. "Aku senang kau baik-baik saja hyung," ucap Taeyul. Hanya senyum miris yang muncul di wajah dingin milik Yeonu. Tanpa mengatakan apa pun dia langsung pergi ke kamarnya. Seojun, Seokmin, dan Daeho baru saja masuk ke dorm. "Hyung apa yang terjadi pada Yeonu-hyung?" tanya Taemin. "Yeonu tidak apa apa," jawab Seokmin sambil tersenyum. Taemin dan Taeyul menghela nafas lega tanpa tahu siapa yang kini sedang sakit dan menginap di kamar rumah sakit. ~]][[~ Pukul 22.00 PM Daeho baru saja selesai mandi dan segera memakai bajunya. Taemin dan Taeyul yang sedang fokus mengerjakan PR, tidak ingin di ganggu. Serta Kim Yeonu yang kini tengah berdiam diri di kamarnya. Yeonu berniat pergi ke kamar Junhyo untuk memastikan apa kah benar Junhyo meminum obat tidur sampai overdose, seberapa banyak yang di minumnya dan kenapa harus meminumnya. Tap Tap Suara langkah kaki Yeonu terdengar jelas di lorong dorm. Claackkk Dia memutar handle pintu yang baru saja di perbaiki itu hingga terbuka. Yeonu masuk ke dalam kamar Junhyo tanpa berkata apapun dan menuju kamar mandi untuk melihatnya. Benar. Ada dua botol obat tidur di atas wastafel. Sekilas terlintas di benaknya. Apa Junhyo sering mengonsumsinya? Yeonu kembali keluar dan terduduk di atas ranjang empuk milik Jeon Junhyo. Sunyi. ini kah yang selalu Junhyo rasakan jika berada di dalam kamar sendirian. Terasa sangat sepi dan dingin. Pandangan Yeonu mengarah pada kotak mainan yang tergeletak di atas meja belajar. Dia mengambil maianan itu dengan penasaran dan dia ingin tahu pakah perkiraannya benar. Yeonu memandangi kotak yang sekarang berada di tangannya, lalu perlahan dia membukanya. Mainan. Benda-benda buatan tangan yang indah. Tangan Yeonu bergetar saat melihat isi kotak tersebut. "Aku yang membuatkannya untukmu, apa kau suka?" "Ini bintang, dan aku yakin kita bisa menjadi ini," "Aku ingin berkeliling dengan mobil ini bersama-sama," "Aku akan membelikanmu mobil hyung," Semua kalimat itu muncul menyerbu ingatan Yeonu. Tes Tes Tak disadari kini liquid bening mengalir deras dari mata indah miliknya. Tangan yang bergetar dengan perasaan yang bercampur aduk tengah menyerbunya. "Junhyo-ah," ucapnya. Rasanya sangat sesak. Rasanya sangat sulit untuk bernafas seperti ada sesuatu yang menyangkut di tenggorokannya. "Hiks ... Benar ... Kau adik ku ... Adikku yang hilang hiks," isak Yeonu sambil mengepal tangannya kuat. "Kau menyusahkan," "Kalau begitu jangan makan," "Jangan panggil aku hyung, aku bukan hyungmu," "Itu makananku," Ingatan itu kembali bermunculan di kepala Yeonu, kedua ingatan yang saling bertolak belakang. Kalimat itu memukul hati nya sehingga dia meremas baju nya dengan amat kuat. Perasaan Yeonu sangat kacau. Ini menyakitkan. sangat menyesakkan. Mengingat hal-hal yang pernah dia lakukan pada Junhyo ini sangat menyakitkan. seolah-olah dia yang merasakan. ~]][[~
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD