Alvin benar benar tidak menghargai Kayla. ia benar benar tidak mengganggap keberadaan Kayla sama sekali.
Padahal Kayla sudah bangun pagi pagi dan menyiapkan sarapan untuk Alvin, namun ia pergi begitu saja tanpa menyentuh dan memakan masakannya.
Entah sampai kapan Alvin akan bersikap seperti ini kepada Kayla, Kayla bener bener ingin menyerah atas pernikan ini.
Pernikahan ini benar benar tidak sehat. bagaimana bisa sepasang suami istri bersikap asing dalam satu atap. namun, ia tidak ingin menyerah sekarang.
Baginya ini semua masih bisa di perbaiki. mungkin pernikahan ini terlalu cepat dan membuat Alvin merasa tidak nyaman.
" Kay, jangan nyerah. Alvin pasti akan mencintai lu Kay. lu hanya harus terus perjuangin pernikahan ini dan membuat Alvin jatuh cinta. " ucap nya dalam hati.
Di sisi lain, Alvin sudah sampai kantor, ia segera pergi ke ruang kerjanya. hari ini begitu banyak meeting, sehingga membuat Alvin harus lembur hari ini.
Lagian ia juga tidak ingin pulang cepat cepat ke Apartement dan bertemu Kayla, Alvin benar benar belum bisa menerima kehadiran Kayla dan menerima Kayla sebagai Istri nya.
Setelah meeting selesai, Alvin membaca dan mempelajari dokumen dokumen yang numpuk di atas meja kerjanya.
Ia sangat teliti membaca dokumen dokumen itu, tanpa menyadari ada seseorang yang berada di ruangan nya.
" Segitu nya Vin, gua Dateng aja sampe ga dilihat. " ucap Bima.
Bima adalah salah satu sahabat Alvin, ia begitu mengetahui karakter Alvin. ia sangat dekat dan selalu ada untuk Alvin.
Sama seperti Reno, ia juga sahabat Alvin yang selalu ada untuk Alvin bahkan mereka berdua juga tau gimana masalalu Alvin yang membuat nya kini menjadi laki laki yang sangat dingin terhadap semua perempuan.
Ia juga tahu jika Alvin menikah karena perjodohan, namun Alvin tidak mau mengundang sahabat sahabat nya dan tidak mau mengenalkan istri nya kepada sahabat nya.
" Bim. kapan lu Dateng? " ucap nya namun pandangan nya tetep kepada dokum dokumen yang ia sedang baca.
" Makanya jangan serius serius amat baca nya, sampai gua masuk aja lu ga sadar. untung gua Vin yang masuk, kalo pencuri gimana...." ucap nya sambil tertawa.
" Yaelah mana ada pencuri yang bisa masuk. ada ada aja lu. ngapain lu kesini ? " ucap nya.
" Ini udah jam berapa, ayolah kita makan siang. sekalian gua mau denger cerita lu. " ucap Bima dengan nada ledekan.
" Gua masih banyak kerjaan, lu duluan aja. "
" Yaelah Vin, lu kan manusia, butuh makan sama minum. masa kerja Mulu. "
" Gua tau, tapi kerjaan gua masih numpuk, hari ini harus selesai. " ucap nya sambil menatap Bima.
" Makan doang Vin, kaga bikin lu gak nyelesein kerjaan. entar lu sakit, kasihan istri lu. " ledek nya.
Mendengar Bima mengucap kata istri membuat Alvin sedikit marah, ia tidak suka jika Bima menyebut nyebut kata istri.
" Diem lu. "
" Galak amat pengantin baru. " Bima tertawa.
Akhirnya Alvin mau makan siang bersama Bima, mereka meninggalkan ruangan Alvin dan pergi ke cafe terdekat.
Di sisi lain, Kayla sudah sampai kampus dengan wajah yang sedih, ia terlihat sangat tidak semangat hari ini.
Di keramaian Kayla tidak merasa senang, ia justru menyendiri dan terdiam. ia terus terdiam sambil melihat arah sekitar nya.
" Padahal sengaja mau ke kampus biar ngilangin semua beban ini, tapi tetep aja ga bisa. " ucap Kayla dalam hati.
Ia hanya bisa menarik napas panjang. seperti beban pernikahan ini bagi nya, tapi ia tidak ingin berpisah dengan Alvin.
Bagaimana mungkin ia baru saja menikah dengan Alvin dan harus berpisah begitu cepat dan harus menjadi janda.
Lagian orangtua nya pasti tidak akan menyetujui perpisahan, tapi Kayla juga tidak tahu harus bagaimana meluluhkan hati suami nya yang begitu keras seperti batu dan berhati dingin.
Tiba tiba ada yang menghampiri Kayla dan membuat Kayla kaget, yaitu Bela dan Fira.
Ia melihat Kayla yang dari tadi hanya bengong dan terlihat sedih, mereka tidak pernah melihat Kayla seperti ini.
Padahal Kayla baru saja menikah tapi mengapa ia terlihat sedih dan seperti tidak bahagia seperti ini.
" Kay, lu baik baik aja kan ? " ucap Fira.
" Iya Kay, lu baik baik aja kan ? " ucap Bela.
" Gua baik baik aja ko. " ucap Kayla dan langsung memasang wajah yang ceria.
Ia mungkin bisa saja berbohong, namun ia salah jika berbohong kepada kedua sahabat nya, karena mereka tau, jika Kayla tidak bisa berbohong kepada nya.
Mereka yakin jika ada sesuatu yang terjadi pada sahabat nya ini, mungkin ini ada hubungan nya dengan pernikahan nya.
" Kay, emang lu sangka kita anak kecil. kita tahu kali, kalo lu tuh lagi ga baik baik aja. " ucap Fira.
" Gua ga apa apa ko. udah ahh.. kita bahas yang lain aja. " ucap Kayla.
Ia benar benar tidak ingin sahabat sahabat nya tahu tentang apa yang terjadi dalam pernikahan nya.
Jika mereka tahu, mereka mungkin tidak akan tinggal diam dan bisa saja mereka menceritakan ini kepada orangtua nya.
Untung saja Fira dan Bela memilih tidak menanyakan lagi atas apa yang terjadi pada diri nya, namun ia tahu, jika Fira dan Bela tidak akan tinggal diam dan mereka pasti akan mencari tahu.
Mereka bertiga akhirnya memutuskan untuk pergi ke kelas karena mata kuliah akan segera di mulai.
Kayla memilih untuk focus kuliah dan melupakan sejenak masalah yang ia hadapi walaupun sebenernya ia tidak bisa focus.
Setelah selesai kuliah, Kayla bersiap siap untuk pulang, namun kedua sahabatnya mengajak ia untuk pergi ke cafe.
Mereka ingin membuat Kayla terlihat ceria kembali, dan tidak terlihat sedih. Mungkin dengan mengajak ia pergi ke cafe bisa membuat ia ceria kembali.
Awalnya Kayla tidak ingin ikut, namun sehabat nya terus memaksa nya untuk ikut, dan akhir nya ia ikut pergi bersama.
Mungkin setelah itu ia bisa berfikir kembali untuk bisa meluluhkan hati suami nya yang dingin dan keras itu.
" Oke gua ikut kalian, tapi jangan sampai sore sore ya." ucap Kayla.
" Oke Kay. " ucap kedua sahabat nya.
Mereka bertiga meninggalkan kampus dan pergi ke cafe bertiga. Kayla Mulai terlihat ceria kembali seperti biasa.
Itu membuat kedua sahabat nya senang melihat nya Kayla yang mulai Ceria kembali, seperti nya usaha mereka mengajak Kayla pergi tidak sia sia.