Part 7

868 Words

Nindya pov Telingaku menangkap suara laki-laki ketika menuruni tangga sehabis salat isya di kamar. Sayup kudengar suara Mama dan laki-laki itu tengah mengobrol. Berasal dari ruang tv. Kerutan di keningku bertambah ketika menyadari Abra lah yang tengah mengobrol dengan Mama. "Seingatku aku sudah dengan jelas mengatakan kalau Ayya akan menginap malam ini" Mama dan Abra menoleh bersamaan melihatku. "Nindya!” tegur Mama padaku. "Nak Abraham cuma mau melihat Ayya, dia juga sudah mengizinkan Ayya menginap disini” tambah Mama melihat wajah judesku. Aku melihat Ayya yang duduk di karpet bulu sambil menikmati puding buahnya. "Kalau begitu saya pamit pulang Tan” kata Abra seraya berdiri. "Kenapa buru-buru, baru juga sebentar, omongan Nindya jangan kamu ambil hati, dia memang seperti itu. A

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD