Ambara dan Angkasa menundukkan wajahnya, tidak berani membalas tatapan Hana yang terlihat menakutkan bagi keduanya. "Ka-kami ha-hanya sedang main, Oma." Meski dengan suara terbata, Angkasa mencoba memberi penjelasan. "Benar, Oma. Tadi kami main sembunyi-sembunyian dan karena pintu ruangan ini tidak terkunci, jadi kami masuk saja." Ambara ikut menimpali dengan alasannya sendiri. "Siapa yang mengizinkan kalian masuk ke ruangan ini, hah? Bukannya mommy kalian sudah berkali-kali mengingatkan ... agar kalian jangan pernah masuk ke tempat ini?" bentak Hana marah. "Maafkan kami, Oma. Kami tidak sengaja." Ambara dan Angkasa sama-sama mencakupkan tangan di d**a, serta memasang wajah mengiba. "Sekarang, Oma akan periksa tempat ini. Kalau sampai kalian berani merusak atau mengambil apapun dari r

