“Pada kemana ya? Kok hutan sepi amat?” Mbok Yem hari ini memberanikan diri masuk ke hutan. Ia sudah bingung, persediaan makanannya habis dan tidak ada cara lain selain berburu ke dalam hutan. “Gak tahu nih Mbok, perangkap kita aja gak ada yang ngisi.” Sahut Ijal yang masih setia menemani perempuan tua ini. “Makan apa dong kita Jal?” “Jadi vegeta aja yuk Bunda!” Ajak Ijal. “Heh, itu mah merek obat pemancar b***k kali, lu ngaco aja!” Tegur Mbok Yem. “Pelancar Mbok, bukan pemancar.” Ijal mengoreksi ucapan Mbok Yem yang keliru. “Ya itu lah pokoknya Jal.” “Hemm, kita duduk dulu yuk, Mbok. Aku pegel.” Mereka yang sepagian ini sudah menyisir isi hutan, akhirnya kelelahan dan duduk di lantai hutan yang dipenuhi oleh daun-daunan kering. Suasana hutan pagi ini sepi. Tak ada kicauan burung,

