Ribet juga ternyata ngajak Elizabeth sambil kerja. Gadis muda itu dipenuhi rasa ingin tahu dan seringnya, Elizabeth bertanya di saat yang tidak tepat. Menyela pembicaraan orang dan lain sebagainya. Sepertinya, pelatihan kepribadian yang pernah ia ikuti waktu itu sudah luntur dari ingatannya. “Dim, lo urus dia yaa, gue mau ke ruangan.” Ucap Bayu ketika mereka sampai ke The Black Jack. Ya, setelah seharian bekerja, menghabiskan waktu saat langit sudah gelap itu memang paling enak dengan minuman yang mampu membuat pikiran menjadi ringan. “Oke, Boss.” Sahut Dimas. Bayu pun langsung meninggalkan Dimas dan Elizabeth. Ia berjalan lurus ke ruangannya. Setelah sampai ia mengunci pintu dari dalam. Bayu bingung dengan perasaannya sendiri. Sekarang ini, pura-pura cuek ke Elizabeth sangat berat keti

