Pilihan yang sulit

1316 Words

Pemuda jangkung itu mengerjapkan matanya lemah dengan alis yang sesekali mengernyit. Perlahan ia membuka kelopak matanya sembari mengedarkan pandangannya pada seisi ruangan tempat ia berbaring. Bibirnya berdecak lirih. Pemuda itu pun beranjak duduk dengan melepas kasar alat-alat yang terpasang pada tubuhnya. Bahkan, gips di lehernya ia lepas dengan kasar. "Ck." Decaknya lalu melangkah sempoyongan menuju lemari pakaiannya dan mengambil salah satu hoodie hitamnya. Lalu menggantinya cepat. Pemuda itu pun melangkah pelan menjulurkan tangan meraih snapbacknya di atas meja dan maskernya yang berada di laci. Bibirnya meringis pelan masih merasakan sakit pada sekujur tubuhnya. Apalagi ia seperti bangun dari kematian. Terjatuh dari lantai lima dan terbanting kuat bukanlah hal yang mudah. Bahkan,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD