Syahid melangkah menyusuri trotoar dengan bibir yang sesekali meringis kesakitan. Sepulang dari rumah Airin ia sama sekali belum tidur hanya sibuk mengurus ini dan itu. Apalagi beberapa lukanya masih terasa ngilu karena memang tubuhnya belum sembuh betul. Pemuda jangkung itu masih keras kepala, memilih membereskan semua masalah dan mengacuhkan sakit yang dideritanya. Syahid menggigit bibirnya pelan sembari menghentikan langkahnya. Pemuda itu mengernyitkan dahi merasa mobil sedan di samping kanan jalan mengikutinya sedari tadi. Matanya terpejam sekilas lalu tubuhnya berbalik mendekati mobil hitam itu. "Ck. Keluar," tuturnya membuat penghuni mobil sontak membuka pintu dan menghampirinya. "Kenapa? Oma nyuruh ngikutin sampe sini?" Katanya dengan menatap tajam ke arah dua orang pria berkacama

