Syahid melepaskan helm miliknya sembari menolehkan kepala ke samping menatap Syaqila yang sudah menyodorkan helm ke arahnya. Gadis berkerudung itu tersenyum berbinar sedari tadi. Merasa bahagia bisa menghabiskan waktu bersama kembarannya ini. "Gue pergi dulu." Syaqila mengulum bibir. Senyuman manisnya luntur begitu saja. Sedari tadi ia membayangkan kalau Syahid akan kembali lagi ke rumah. Walaupun ayahnya di tahanan, setidaknya ada Syahir dan Syahid yang akan menemaninya. Melewati masa-masa sulitnya. "Kenapa gak masuk ke rumah?" Tutur Syaqila lirih sudah mengerjap sayu memandangi Syahid dengan kecewa. "Ada yang harus gue urus, gue gak bisa kembali lagi ke rumah. Dan gue minta tolong, jangan bilang ke ayah ataupun Syahir kalau gue masih hidup." Jelas pemuda itu membuat Syaqila makin mel

