Beberapa polisi yang sedang bertugas melirik ke arah pria bertubuh tegap itu yang tengah melangkah menuju tahanan. Pria jangkung dengan tatapan teduhnya itu sedari tadi berusaha menahan bulir hangat yang masih berkumpul pada pelupuk matanya. Berusaha terlihat tegar di depan anak-anaknya berharap mereka bisa melalui masa-masa sulit ini. "Tadi anak lo ya, bang yang datang besuk?" "Iyaa." "Emang lo bunuh orang berapa dah, bang? Sampe harus dipenjara begini sama kita. Tapi, enak lo bang. Anak-anak lo masih datang besuk, sedangkan gue gak ada yang sudi." Azzam mengangguk saja dengan tersenyum samar memandangi teman satu tahanannya yang baru saja curhat padanya. "Mungkin ini yang terakhir." Lirih Azzam dengan melemaskan bahu membuat pria berkumis di sampingnya mengangguk saja lalu merebahka

