Dua Dunia

1213 Words

Hans menggaruk rambutnya yang tidak gatal dengan sesekali melirik pemuda berkacamata bening di sebelahnya yang menenteng totebag berisi bekal makanan yang ia buat sendiri. Hans makin mengerutkan kening melihat tingkah laku juniornya ini yang jauh berbeda dari sebelumnya. "Elo beneran mau besuk, Wisnu?" "Iya, kak." Balasnya dengan tersenyum manis membuat Hans mendelik kaget. Antara kagum dan juga merinding. Tiba-tiba makhluk bernama Romeo ini berbeda dari biasanya. "Elo manggil gue dengan emble-emble kakak?" Romeo mengangguk dengan polosnya. "Kan emang Kak Hans senior aku kan?" Katanya pelan sembari mengerjap samar. "Elo ini kayak punya duality of face, duality of character. Kayak elo sekarang tuh bukan lo. Tapi orang lain," ujar Hans masih berjalan menuju pintu sembari mendorong gagang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD