Tanpa Sengaja Bertemu
Kinara Larasati, yang biasa di panggil dengan sebutan Ara. Gadis cantik berusia dua puluh tiga tahun. Ia baru saja, menyelesaikan pendidikan di salah satu universitas swasta di kota Palembang. Kinara memiliki seorang kekasih, yang bernama Indra Herlambang, hubungan mereka telah terjalin selama lima tahun lamanya. Selama ini hubungan mereka baik-baik saja. Kinara, selalu memberikan semangat kepada Indra dalam segala hal, ia juga selalu memberikan bantuan kepada Indra, entah itu tenaga atau juga materi. Mereka berdua, telah merancang masa depan bersama. Namun sayangnya, semua pengorbanan yang ia lakukan, kini berakhir sia-sia.
Hari itu, ketika Ara sedang keluar bersama rekan-rekannya menuju ke salah satu mall di kota itu, untuk merayakan kelulusan mereka. Saat baru sampai lokasi, dari kejauhan ia melihat seorang yang bergitu mirip dengan Indra, kekasihnya itu tengah berjalan dengan seorang wanita cantik di sisi kirinya. Namun, ia tak menghiraukan itu, karena yang Ara tahu, kekasihnya kini sedang berada di tempat kerjanya.
"Hey, Ra. Ngapain bengong? Kamu lihat apa si? " Tanya Melia, sahabatnya.
"Eh, enggak kok. Itu, aku tadi lagi liat seseorang, kok kayak kenal gitu ya." Jawabnya. " Udah yuk, kita mau kemana ini?" Tanya Kinara.
"Emm, gimana kalo kita nonton aja? Ada film baru Lo, yang sekarang lagi viral banget. "Usul Sandra.
"Boleh tu, ayo lah. Dari pada bingung muter-muter terus dari tadi." Ucap Melia.
Mereka bertiga pun berjalan ke area bioskop, dan segera membeli tiket beserta camilan sebagai teman untuk menonton, lalu mereka segera masuk dan duduk di kursi masing-masing.
Tak lama, film pun dimulai. Mereka bertiga pun, fokus menyaksikan film yang di tayangkan saat itu sampai meneteskan air mata, karena terlalu menghayati isi ceritanya.
"Ya ampun. Sedih banget si, Kasian ceweknya ya." Ucap Melia, sembari mengusap air matanya.
Kinara hanya terdiam, sembari menikmati camilan yang ia pegang, namun sesekali ia juga mengusap air matanya yang menetes.
Tak terasa, hampir dua jam mereka menonton, akhirnya film pun berakhir. Mereka segera beranjak meninggalkan gedung bioskop itu.
"Guys, anterin ke toilet yuk. Udah gak tahan nih." Ucap Sandra.
"Sama, aku juga kebelet nih, lu ikut gak Mel? " Ucap Kinara.
"Ya udah deh, aku ikut, dari pada sendirian disini. " Jawab Melia.
Saat di toilet, tak sengaja mereka pun berpapasan dengan Clarissa. Ia sedang membenahi penampilan nya.
Clarissa yang cantik, dengan balutan dres berwarna biru tua menambah kesan anggun di dirinya.
Kinara pun berdiri di sampingnya, sembari memperhatikan Clarissa yang sedang membenahi rambutnya itu.
"Ada apa mbak, kok liatin saya terus?" Tanya Clarissa.
"Eh, enggak kok mbk." Kinara salah tingkah, karena ketahuan tengah memperhatikan wanita di samping nya itu. "Mbak nya cantik, hehe." ucapnya beralasan.
Padahal, ia tengah mengingat jika wanita yang berada di samping nya ini adalah wanita yang tadi dilihatnya sedang berjalan dengan pria yang mirip kekasih nya.
"Oh, terimakasih. " Ucap Clarissa. "Ya sudah, saya duluan ya." Pamit Clarissa. Kemudian berlalu
"Emm, iya mbak, silahkan."
Kinara pun terus memperhatikan Clarissa, hingga ia menghilang di balik pintu.
"Kamu liatin apa si Ra?" Tegur Sandra.
"Iya nih, dari tadi aku perhatiin kok fokus ke pintu terus." Ucap Melia.
"Itu tuh, aku lagi liatin mbak-mbak yang disini tadi." Jelas Kinara.
"Emang kenapa sama mbak nya? " Melia penasaran.
"Mbaknya cantik wey, aku seneng liatnya. " Ucap Kinara. "Ya udah yuk ah, udah pada kelar kan hajatnya. Aku laper nih. Cari makan yuk..!" Ajak Kinara lagi.
Mereka pun keluar untuk mencari tempat makan yang sesuai dengan keinginan mereka. Namun lagi-lagi, Kinara bertemu dengan Clarissa di depan mall itu.
"Eh, ketemu lagi sama mbak nya. " Sapa Kinara.
"Eh, iya. Kita ketemu lagi ternyata. "Jawab Clarissa sekenanya.
"Lagi nunggu siapa mbak, kok sendirian aja? "
"Emm, lagi nunggu calon suami saya. Katanya tadi ada barang yang ketinggalan disana. Jadi saya tunggu disini, capek soalnya dari tadi keliling terus." Jawab Clarissa panjang lebar.
"Owh, lagi nunggu calon suaminya to. Aku temenin boleh ya mbak." Kinara berbasa-basi.
Entah mengapa, tiba-tiba saja ia memiliki firasat jika memang pria yang ia lihatnya tadi benar-benar kekasihnya.
"Emm, gak perlu kok mbak." Tolak Clarissa halus. " Sebentar lagi juga calon suami saya datang kok.
Sandra dan Melia pun menghampiri keduanya.
"Dia siapa nan?" Tanya Sandra.
"Ini loh, mbak yang tadi ketemu di toilet tadi. " Jelas Kinara.
"Owalah, yang katamu mbak cantik tadi ya. "Ucap Melia. " Ternyata beneran cantik ya, kayak yang di film tadi." Ucapnya lagi.
"Ah, kalian bisa aja. Semua wanita itu pasti cantik lah. Kalian juga cantik kok." Jawab Clarissa sembari tersenyum.
"Eh iya, kita belum kenalan Lo. Nama saya Kinan mbak, ini teman saya Sandra dan Melia. "Ucap Kinan memperkenalkan diri.
"Nama saya Clarissa, kalian dari mana ya. " Jawabnya ramah.
Mereka pun akhirnya mengobrol di di depan lobi mall tersebut. Hingga muncul lah seorang pria yang sedang celingukan. Pria itu tak lain adalah Indra, dengan menenteng paper bag di tangan kanannya, ia nampak kebingungan mencari keberadaan Clarissa.
Clarissa yang melihat segera memanggilnya.
"Itu dia calon suamiku.
"Mas..! Aku disini. "Ucap Clarissa, sembari melambaikan tangan.
Sontak saja semua yang berada di sana menoleh ke arah indra.
Kinan nampak terkejut, dengan siapa yang berada di hadapannya saat ini. Begitu juga denga Indra.
"Kinan!" Batin Indra, "Mengapa dia ada disini?" Berbagai pertanyaan melintas di fikirannya. "Waduh, bisa gawat ini.!!" Batinnya nampak gusar.
Clarissa pun segera menghampiri indra yang tengah mematung itu, dan mengajak untuk bertemu dengan teman barunya itu.
"Mas Indra." Ucap Kinan.
"Loh, kalian udah saling kenal ternyata." Ucap Clarissa, sedikit terkejut.
lndra nampak kikuk di hadapan Clarissa dan Kinan saat ini. Ia tidak menyangka, jika apa yang selama ini disembunyikan dari Kinan akan terbongkar.
"Kamu kenapa mas, kok diam aja?" Tanya Clarissa.
"Eh, enggak. Em, anu itu, aa aku cuma lagi kebelet." Ucap Indra, beralasan.
Kinan masih terdiam, ia sangat terluka dengan apa yang dia lihat saat ini. Ia masih berusaha untuk mengatur perasaannya.
"Owh. Kenapa gak di dalam tadi aja mas?" Tanya Clarissa lagi.
"Di dalam penuh." Jawab Indra, gugup.
Clarissa pun curiga terhadap sikap Indra, yang menurut nya nampak aneh. Ia pun memutuskan bertanya kepada Kinan.
"Kamu udah kenal sama calon suami ku ya Kinan, kalian teman lama atau bagaimana?" Tanya Clarissa.
"Kenal kok mbak, sangat kenal sekali." Jawab Kinan, sembari menatap Indra.
Jujur saja, tatapan itu membuat Indra menjadi sangat tidak nyaman.
"Oh ya. Wah, bagus donk. Nanti kamu bisa datang ya ke Pernikahan ku. Ya kan mas!" ucap Clarissa, sembari tersenyum kearah Indra.
Karena tak tahan dengan semuanya, Kinan pun segera pamit pergi meninggalkan kedua pasangan itu.
Sembari menahan air matanya, ia berlari kearah sebuah taman yang tak jauh dari tempat itu.