Chap 70

1024 Words
Tasya’ POV Aku yang sedang sibuk jaga kasir di kejutkan oleh Reno karyawan ku yang baru saja pulang dari cuti 3 bulan nya. “Renoo ...” teriak kuu lalu berlari ke arah nya dan memeluknya dengan erat “Nyonya bos aku rindu” “Sama ... gimana semuan nya sudah selesai ?” Tanya Tasya yang tak melepaskan pelukan mereka “Ngg- tiba tiba tubuhku di tarik paksa oleh seseorang, saat aku melihat orang nya ternyata dia adalah mas Niko. “Mas Niko?” Lirih ku , pria itu menatap ku dengan sangat sinis seolah ingin memakan ku di tempat. “Siapa dia?” Tanya mas Niko dinginn “Reno” ucap reno menantang “Mas lepas sakit..” rintih ku “Tolong lepas dia ” ucap Reno “Siapa lo?!” Tantang Niko “Mas tak penting dia siapa !! Aku maubkamu kepas tangan aku !!” Teriak aku Dari arah jauh Tara datang ia membantu ku lepas dari dua pria ini. “Jangan sakiti nyonya saya !” Ucap Tara lalu membawa ku pergi dari sana “Makasih ya Tar” ucap ku “Sama sama nya” Aku menduduk kan diriku di sofa. “Nyonya mau minum?” Tawar Tara “Nggak aku cuma mau istirahat Tar” “Yaudah, Tara tinggal ya nya” “Iya” •• Sore menjelang aku. Aku turu dari ruangan ku dan ingin menunggu pak Roni. Belum sempat pak Roni datang aku sudah di kejutkan kembali oleh Mas Niko “Mas Niko!” “Ikut aku sya” “Mas aku nggak mau” “Aki mau” “Kita sudah selesai jadi lepas kan aku” “Aku mohon sya, ikut aku sebentar aku janji tidak akan memaksa kamu” “Ya sudah” aku mengikuti nya dari belakang ia membawa ku masuk ke dalam mobil nya tak lupa ia membuka kan pintu untukk ku masuk. Di perjalanan suasana canggung meliputi kami berdua, sekali kalo mas Niko melirik ke arah tempat ku duduk. Sedangkan aku sibuk menatap arah lur jendela. Mas Niko mengehentikan mobil ny di sebuah restoran.l sederhana “Mau apa kesini mas?” Tanya ku. “Aku mau ajak kamu makan bersama” “Tapi aku sudah kenyang.” “Sebentar saja ya” Aku menuruti nya. Ia keluar dari mobil dan ingin membuka kan mobil untuk ku tapi aku sudah membuka nya sendiri. Di menuntun ku masuk ke restoran itu. Kami duduk di di pojok ruangan. “Kamu mau pesan apa?” Tanya setelah kami duduk “Sama kan aja” ucap ku “Pelayan” panggil mas Niko “Iy pak mau pesan apa?” “Capcai 2 porsi dan air mineral 2” ucap nya ‘Apa mas Niko sering kesini? Tapi aneh dulu aja ia tak suka ke tempat sederhana ini. Apa semenjak tak bersama ku ia berubah’ “Kenapa sya?” Tanya mas Niko “Nggak mas” “Boleh aku tanya sesuatu?” “Hm” “Kamu hamil ?” Tanya nya ragu ragub. Akunpun langsung membelalak lalakn mata ku. ‘Oh tuhan apa yang harus aku ucapkan apa aku harus membohongi nya .. tapi dia ayah dari anak ku.. dan tak mungkin aku membohongi nya perut ku sudah terlalu jelas seperti ini orang orang yang melihat ku juga akan tau jika aku hamil’ “Sya..?” “Hm” “Ya sudah aku tak memaksa kamu untuk jawab.” ‘Syukurlah’ icap ku dalam hati “Aku benci di tanya tanya mas, aku ingin pulang saja” “Maaf sya aku janji nggak akan tanya tanya hal pribadi lagi” Tak lama makanan kami berdua datang. Dan kami makan dengan tenang. Setelah makan mas Niko menagantar pulang. Sesampai nya di rumah aku langsung merebahkan tubuhku di atas kasur kesayanganku. “Nya..” panggil Bik Mirna “Iya bik?” “Tadi ada yang cari nyonya” “Siapa bik?” “Bibik juga tidak tau nya,” “Ciri ciri nya bibik lihat?” “Ia wanita tua nya” “Siapa ya bik” *** “Niko !!” Panggil mama Linda setelah melihat anak tunggal nya masuk ke dalam rumah dengan senyum sumringah. “Iya ma” “Sini mama mau cerita !!” Mama linda menarik Niko ke sofa terdekat “Mau cerita apa ma?” “Wanita itu mama dengan dia hamil” Niko tampak gusar ia takut mama nya akan menyakiti Tasya seperti dulu dulu. “Wanita mana ma?” “Tasya !!” “Mama tau dari mana?” “Kau pikir mama mu ni bodoh!! Mama mengawasi dia tiap hari” “Mamaa!! Jangan ganggu dia ma.. dia sudah tidak ada sangkut paut dengan Niko lagi!” “Siapa bilang!! Bagaimana jika anak dalam kandungan nya anak kamu!! Gimana !!” “Aku sama Tasya sudah bercerai 5 bulan yang lalu ma. Mungkin saja itu anak orang lain” “Tidak mama yakin itu anak kamu !!” Kekeuh mama Linda “Ma Niko mohon jangan ganggu Tasya lagi !! Jangan kirim mata mata untuk dia maa!!” Ucap Niko lalu meninggalkan mama nya seorang diri. Pak hartanto yang baru lewat mendengar percakapan antara anak dan istri nya itu merasa geram. Ia merasa bersalah karena tak becus menjaga Tasya, sampai sampai ada mata mata lain yang bisa menyusup. Ia menelpon seseorang. “Beri penjagaan ketat..” “......” “Aku nggak mau ada mata mata lain yang mengganggu keselamatan menanantu dan cucu cuku !!” “...........” Setelah itu ia mematikan panggilan nya. Pagi nya Tasya yang sedang asyik sarapan di kejutkan oleh kedatangan ayah mertua nya. “Papa ..” ucap Tasya lalu menyalami ayah mertua nya yp salah maksud nya mantan mertua nya. “Gimana kabar kamu dan cucuku?” “Baik pa, paa sudah sarapan?” “Belum” “Ayo pa sarapan bareng” “Bolehkah?” “Tentu..benar kan nak, kakek boleh makan sama kita?” Ucap Tasya yang sengaja mengganti suara nya agar sama dengan anak kecil sesaat ia mengelus perut buncit nya. “Boleh pa” uca Tasya lalu mereka tertawa bersama >>>>>> To be Continue
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD