Chap 65

1061 Words
Suara tangis anak bayi menggema di ruang bersalin Rumah sakit Asia Medika. Suster yang berada di samping Niko segera memberikan bayi mungil berjenis kelamin perempuan itu kepada Niko selaku Ayah. “ini tuan” ucap Suster Niko menerima bayi yang masih berlumur darah itu, Suster membantu Niko mengatahkan anak bayi nya ke daddanya. Niko duduk dengan tenang dan bayi mungil cantik itu sudah berada di dadda bidang nya sudah terbuka. Ia bisa merasakan detak jantung bayi itu, setelah lama bayi mungil itu di bawa oleh suster lagi dan di berikan ke Alexi yang masih pingsan, bayi mungil itu menyedot payudaara sebelah kanan milik Alexi. “Bayi cantik sekali pak” puji dokter dan beberapa suster. Tak lama dari itu duster kembali mengambil mya dan membawa nya ke tempat bersih untuk membersihkan tubuh nya dan sekedar mengecek bayi nya. Niko masih terdiam di pojok ruangan badan nya membeku, untung saja ia masih bisa di sadarkan oleh dokter yang ada di samping nya. Diluar ruang bersalin sudah ada mama Linda dan Pak Hartanto. Mama Linda tampak antusias karena ia sudah menjadi nenek. Sedangkan pak Hartanto pria tua yang rambut nya sudah hampir memutih semua itu hany duduk diam di kursi tunggu sembari membaca koran yang di berikan Bodyguard nya. “Pa kita sudah jadi nenek dan kakek” ucap mama Linda “Hm” pak Hartanto hanya berdehem yang membuat mama Linda menjadi kesal, suami nya itu memperburuk suasana “Papa !! Papa nggak senang apa kita punya cucu!!” “Hm” “Aisss” Mama Linda mengacuhkan suami nya karna percuma hanya akan membuat keributan di rumah sakit, kan nggak lucu suami istri dari perusahaan Group Hartanto yang terkenal harmonis berantem di depan ruang bersalin sang menantu. Iya Alexi sudah jadi menantu mereka setelah Niko menikahkan perempuan itu secara diam diam karena tak mungkin ia mengumumkan pernikahan nya di saat Alexi sedang hamil besar. Mereka akan menjadi santapan para Netizen dan di tambah Sangat tidak baik untuk kesepamatan perusahaan nya. . . . Di tempat Lain tepat nya di rumah Tasya wanita itu sedang sibuk membuat mie di dapur tengah malam gini. Tasya beberapa minggu ini punya kebiasaan baru yaitu makan tengah malam. Ia tak peduli jika tubuh nya gendut yang penting dia bahagia, kebahagian yang terpenting. Titik. “Nyonya?” Lirih bik Mirna ketika melihat majikan nya sedang makan tengah malam gini. Sebab ia baru pertama kali melihat nya sebab sebelum nya Tasya tak pernah ketahuan xixixi. “Eh bibik belum tidur?” Tanya Tasya balik “Belum, nyonya kenapa nggak bangunkan bibik” “Bibik tau nggak kalau ramen buatan sendiri tu lebih enak di banding di buatin” “Iya deh nya” bibik mengalah lalu duduk di depan sang majikan yang sedang lahap memakan ramen yang seperti nya porsi besar dilihat dari mangkuk nya yang tak biasa “Bibik ngapain lihatin Tasya begitu” “nyonya buat 2 porsi?” Tanya bik Mirna ragu ragu takut menyakiti hati sang majikan “Iya” jawab Tasya dengan senyum merekah di bibir nya “Nyonya?” Panggil Bik Mirna lagi “Iya, kenapa bik? Bibik seperti nya sedang mau tau deh soal Tasya” goda Tasya yang tak lupa mengedipkan mata nya sebelah “Nyonya bibik lihat gendutan akhir akhir ini” “Iya kan bik, Tasya juga ngerasa begitu” jawab Tasya mengiyakan ucapan bik Mirna Setelah berucap seperti itu Tasya membawa pring makan nya ke wastafel namun segera dihentikan oleh Bik Mirna. “Sini nya biar bibik yang cuci” Bik Mirna ingin merebut piring dari tangan Tasya “Ehh biar Tasya aja bik” tolak Tasya “Tapi nya ini tugas bibik” “Yaelah bik tenang aja Tasya suka kok berish bersih lagian bibik tau nggak, Tasya kalau di Caffee juga sering bantu bantu pekerjaan karyawan yang lain” ucap Tasya penuh bangga “Kan.. nyonya nanti capek biar bibik aja ya” “Bibik...” Tiba tiba pelupuk mata nya berair dan seakan ingin menumpah ruah “Ehh nyonya kenapa.. ?” Ucap bibik bingung baru kali ini ia lihat majikan nya yang kuat ingin menangis. Padahal dulu aja saat di sakiti tuan Niko Tasya tak pernah menunjuk kan kesedihan nya di depan Bik Mirna. “Bik jangan halangi aku, aku cuma mau ngerjain apa yang mau aku lakuin” ucap Tasya dengan menangis tersedu sedu tak lupa bibik menenangkan nya dengan memeluk dirinya. “Iya nya iya maafin bibik ya” ujar bibik . Ntah dari kekuatan mana wanita itu langsung tersenyum senang dan segera menuju wastafel untuk mencuci piring bekas makan nya. . . . Sang fajar sudah menampakan dirinya, dentuman suara adzan pun sudah berkumandang di sana sini. Tasya segera turu dari kasur nya dan mengambil wudhu. Sebagai muslimah ia ingin mendekatkan dirinya lagi kepada sang khalik. Saat ia mengambil wudhu .. perutnya bergejolak dan ingin memuntahkan seluruh dari dalam sana. Tasya buru buru ke Wastafel dan memuntahkan itu semua. Tubuh nya menjadi lemas setelah muntah beberapa kali. Ia pun ambruk sambil memegang kepala nya. Bik Mirna yang sudah bangun masuk ke dalam kamar Tasya namun ia tak menemukan Tasya di sana, saat ia melihat ke dalam kamar mandi sungguh terkejut ia saat melihat Tasya sudah terbaring lemas di sisi Wastafel. “NYONYA !!!” Teriak bik Mirna “Nyona kenapa nya... ya tuhan sebentar nya bibik panggilkan pak Roni dulu” ucap Bik Mirna Beberapa menit kemudian buk Mirna datang dengan Pak Roni di samping nya. Pak Roni segera menggendong tubuh lemas Tasya dan membawa nya masuk ke dalam mobil yang sedang di panaskan oleh Pak Roni sebelum nya. Setelah membawa masuk Tasya pak Roni Bik Mirna pun segera masuk. Tak lupa bik Mirna duduk di samping Tasya dan memangku tubuh lemah Tasya tak lupa ia beri urutan lemah di leher sang nyonya. “Kita bawa kemana buk?” Tanya Pak Roni yang baru baru ini Tasya ketahui bahwa pak Roni dan Bik Mirna adalah sepesang suami istri. Mereka menutupi itu karena dulu waktu perekrutan asisten rumah Tangga Niko tak menerima asisten nya yang sudah menikah. “Ke rumah sakit itu aja pak” ujar Bik Mirna “Kalau kita ketahuan tuan gimana?” “Tenang aja pak kita bisa minta tolong orang disana” balas Bik Mirnas “Baiklah, kamu pegangan” ucap Pak Roni lalu menggas mobil ny dengan kecepatan di atas Rata rata. >>>>>>>>>>>>>>>>>> To be Continue
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD