Niko kembali ke Basemant nya saat ia masuk ternyata Alexi masih di tempat yang terakhir ia tinggali, wanita itu tampak lelah dengan pakaian yang sama.
Niko berjalan ke arah nya. Alexi yang tampak lelah membuang wajah nya saat Niko mendekat.
“Pria itu ayah mu?” Tanya Niko sambil menarik dagu Alexi menghadapnya
“Papa menemui kamu?”
Niko smirk “hm benar”
“Jangan ganggu papa”
“Dia mukul gue, lihat masih ada bekas nya”
“Kumohon jangan ganggu papa, cuma dia yang aku punya.. kalau kamu marah pukul aja aku”
“Wahh.. sepertinya gue salah, ternyta lo anak yang berbakti juga”
“Sekarang gue rela pukul aja aku, tapi jangan papaku!! Dia sudah banyak menderita karena ku”
“Kau benar mau kupukul” ucap Niko sambil mengelus pipi mulus Alexi.
“Iya silahkan” Alexi menawarkan pipinya ke depan Niko, Niko yang awalnya hanya ingin menakuti wanita itu malah di tantang begitu membuatnya marah. Ia mengambil ancang ancang untuk memukul Alexi, Alexi sudah siap ia menutup matanya dan ...
“NIKO HENTIKAN” teriak Yoga dari arah luar,
Niko yang hendak memukul Alexi terhenti karena teriakan keras dari Yoga
“Apa yang lo lakuin ha!!” Yoga berlari ke arah Niko lalu memukul wajahnya sekuat mungkin. Ajudan Niko yang ingin meleraikan malah di tahan oleh Niko.
“Baru datang lo?” Tantang Niko
“Maksud lo!!”
“Yoga yang gue kenal nggak pengecut seperti ini !! Lo tega ha !! Sebangsat bangsatt nya gue ternyata ada yang lebih bangsatt, nyesal gue curhat sama pria kek lo!” Niko yang tadi nya di cengkram oleh Yoga kini sudah lepas.
“Apa harus cara seperti ini biar lo sadar ha!! Awalnya gue pikir lo marah karna gue kelewatan nyakiti Al ternyata lo yang lebih nyakitin dari gue..”
Alexi yang berada tak jauh dari mereka mulai menangis, ia tak tau jika Niko melakukan ini demi nya. Tapi kenapa harus seperti ini
Yoga yang awalnya marah sekarang terduduk lemas di hadapan Niko.
“Selesain masalah kalian jangan libatkan gue lagi!! Gue mau bahagia cukup sudah kumohon, dan Lo Ga lo tetap jadi asisten gue.. gue akan tetap nunggu lo”
Setelah berucap Niko segera meninggalkan tempat bersama para pria yang ia tugas kan tadi.
Flashback
Niko yang sekarang sedang kelabakan karena Tasya terluka ia begitu marah, ia pun mengutuskan orang orang untuk menyelidiki masalah tersebut dan dari kepercayaan nya ia tau bahwa yang melukai Tasya adalah Alexi karena itu ia menyulik wanita itu.
Alexi mengaku ia yang menyakiti Tasya namun Niko sangat tak percaya itu, sejak ia bercerai denga Alexi, Niko masih mengirimi mata mata untuk mengawasi mantan nya itu. Ia tau itu salah tapi ia hanya ingin Alexi terjaga.
Dan dari mata mata nya itu ia dapat informasi bahwa Alexintak pernah keluar rumah, ia selalu menjaga dan merawat anak nya , yang dulunya Niko pikir ia akan melukai bayi itu.
Sebab itu Niko melakukan penyelidikan ulang dan jawaban yang tak disangka sangka adalah Yoga, pria kepercayaan nya teman sekaligus sahabat baginya bahkan mereka sudah ia anggap menjadi keluarga. Tapi kenapa teman nya itu tega melakukan itu terhadap Tasya, padahal ia tau bahwa Niko samgat mencintai Tasya.
Ia pun sengaja melanjutkan penyekapan terhadap Alexi, ia ingin tau reaksi dari Yoga. Hari pertama Yoga datang disitu Niko masih belum tau kebenaran nya. Jadi ia masih berpositif thingking. Dan keesokan nya lah ia tau kebenaran dari semuanya.
Anak yang dikandung oleh Alexi bukan lah anak Niko dan pria itu yang kemarin, yang tak diduga anak itu adalah anak Yoga, asisten Niko.
Alexi jatuh cinta dengan Yoga, bahkan sebelum ia pacaran dengan Niko.
Kejadian ny saat malam tahun baru disitu Alexi Yoga dan Niko sedang mengadakan Party bersama, Mereka sama sama mabuk.
Niko kembali ke kamarnya, tapi tidak dengan Yoga dan Alexi mereka malah b******u di kamar Yoga.
Saat terbangun lah Yoga baru sadar apa yang mereka lakukan.
Yoga menyesal kenapa bisa bisanya ia sampai semabuk itu dan berakhir tidur dengan Alexi.
Karena itu ia sangat membenci Alexi dan ia juga kesal saat Niko masih mencintai wanita itu, sebab yang ia tau Alexi lah yang menggoda nya duluan untuk mabuk bersama dan berakhir seperti itu.
Rahasia itu selalu ditutup rapat oleh Yoga, dan pecah lah saat Alexi datang dan ia mengaku sedang hamil.
Yoga takut jika itu adalah anaknya, ia lega ketika ada pria yang dekat dengan Alexi mengaku itu adalah Anak nya.
Dan pada saat kelahiran kemarin itu lah baru terbongkar jika itu adalah anak Yoga, saat Alexi mengaku i semuanya. Ia dan pria itu baru kenal beberapa hari ini.
Ia memanfaatkan Niko agar ia bisa dekat dengan Yoga namun pria itu malah menganggapnya perempuan asing.
Dan saat kebenarannya terbongkar baru lah ia jujur dengan Yoga, Yoga pun melakukan tes DNA dan benar itu adalah anak ny.
Yoga pun marah dengan Niko karen itu ia ingin menyakiti Tasya, sebab jika Niko juga harus tau rasa bagaimana sakit yang ia rasakan.
Alexi tau semua itu, ia tak ingin Yoga terluka karena itu ia mengakui jika Ia yang menyakiti Tasya. Karena cinta itu buta dan membuat siapapun menjadi lebih bodoh.
“Maaf ...” ucap Yoga yang sekarang penampilan sudah kusut dan berantakan, pria itu beberapa hari ini tak mandi ia menyibukkan dirinya untuk melihat anaknya dirumah Alexi.
Ia sepertinya sudah jatuh hati dengan bayi mungil itu.
Alexi menangis hatinya begitu sakit. Yoga mendekat ke arah nya lalu merangkul Alexi.
Alexi tak menolak ia membalas pelukan dari Yoga.
“Maaf maaf kan aku.. aku menyesal jika dulu saja aku menerima mu semua ini tak akan terjadi, maaf karena jadi egois”
Alexi tak menjawab ia memperat pelukan nya lalu membenamkan wajahnya di d**a bidang Yoga.
“Kita mulai semuanya dari awal ya..” ucap Yoga
Alexi menganggukan kepala nya berulang kali.
Akhirnya apa yang ia inginkan tercapai.
Yoga melepaskan pelukan nya lalu menatap wajah Alexi lekat.
Ia memperhatikkan nya begitu lekat, tampak banyak nya guratan guratan di wajah Alexi karena terluka akibat penculikan ini.
Yoga mencuri ciuman di bibir Alexi, dan Alexi pin membalasnya dan terciptalah decakan demi decakan ciuman di antara kedua nya.
>>>>>>>
To be continue