Chap 82

1513 Words
Flashback Cerita Alexi dan Yoga Malam itu Niko Alexi dan Yoga sedang mengadakan pesta atas keberhasilan perusahaan mereka dalam menang tender besar. Niko yang notabene sudah berpcaran dengan Alexi, malam itu mengajak nya untuk ikut bersamanya dalam pesta wine yang diadakan di hotel besar yang sengaja di pesan oleh Niko. “Bersulang untuk kemenangan” ucap Niko dengan nada keras dan penuh semangat “Bersulang ...” teriak karyawan nya bersamaan sambil mengangkat gelas wine mereka. Dari yang hanya satu tegukan sekarang sudah menjadi puluhan , dan beberapa dari mereka sudah tepar dan kembali ke kamar nya masing tak terkecuali Niko. Sedangkan di tempat masih ada Yoga dan Alexi, Alexi yang awalnya belum mabuk ia membantu Yoga. “Sudah ga, lo sudah mabuk banget” ucap Alexi “Belum” balas Yoga dengan nada dingin nya. “Sudah ya, besok lo dan Niko kan ada meeting dengan redaksi” “Jangan sok tau, pergi sana Niko pacar lo sudah masuk kamar nya” “Karna itu aku disini” “Maksud lo!” “Nggak apa apa gue hanya mau disamping lo” “Nggak jelas, udah sana sana” Yoga mengusir Alexi namun wanita itu tak bergeming ia masih setia di samping Yoga. 2 jam sudah Alexi dan disaat itu pula Yoga sudah tumbang. Karena itu ia memabntu Yoga kembali ke kamar Yoga. Dan saat ia ingin membaringkan tubuh Yoga, pria itu malah menariknya kedalam pelukan nya. “Dasar wanita nakal” ucap Yoga sambil mengelus elus hidung mancung Alexi “Apansih Ga, lepas ..” Alexi memberontak minta di lepas namun tidak dengan Yoga pria itu semakin gencar memeluk Alexi. “Bukan nya lo kesini mau minta sama gue, ngaku deh lo jangan muna” ucap Yoga yang sekarang sudah ngawur karena alkohol “Apaan sih nggak!!” Alexi yang sejujurnya suka dengan Yoga menjadi tak suka dengan ucapan Yoga barusan, pria itu seolah menganggap Alexi adalah wanita kotor. Yoga yang kesal ia mengukung Alexi dibawah nya, lalu mencium wanita itu dengan agresi. Bahkan membuat wanita itu tak sanggup untuk memberontak. Yoga yang dihadapan nya bukan Yoga yang ia kenal, pria itu lebih Agresif dari pada Niko kekasih nya. Yoga menciumnya dengan brutal dan menuntut tangan nya yang lihai melepaskan pakaian Alexi satu persatu. Alexi yang sudah terbawa suasana kini hanya menikmati tiap belaian yang diberi Yoga. Permainan yang Yoga berikan untuk nya emang lah kasar namun ia sangat menikmati itu semua. Saat sudah selesai mereka tidur dengan berpelukkan, tanpa tau apa yang akan terjadi berikutnya. Keesokan harinya, Yoga yang terbangun pertama merasakan pusing yang sangat teramat di kepalanya saat ia ingin bangun ia tersadar bahwa ada seseorang disampingnya. Saat ia lihat ia sungguh terkejut bahwa Alexi lah orang itu. Ia pun segera memeriksa pakaian mereka dan Boom ... bagai di sambar geledek di siang bolong , tubuh nya menjadi lemas. Kenapa ia melakukan ini pada kekasih sahabat nya sendiri. “Al ... “ panggil Yoga sambil menggoncang tubuh Alexi, tak lama Alexi terbangun ia yang awalnya tak sadar bahwa sedang tak berpakaian ia langsung saja duduk yang sontak saja selimut yang menutupi dadad nya terlepas dan menontonkan itu kembali kepada Yoga. “Apa?” Ucapnya sambil mengucek ucek matanya, Yoga yang tak terganggu ia hanya menatap Alexi dengan wajah datar nya. “Ya tuhan ...” pekik Alexi saat ia sadar tatapan Yoga kearah mana, ia kembali menarik selimut itu dan menutupi tubuhnya. “Kenapa lo bisa disini?” Tanya Yoga “Aku hanya bantu kamu kembali ke kamar, tap “Kenapa ? Kenapa lo bantu ha?!” “Kenapa kamu salahin aku!! Kan kamu yang maksa!” “Gila lo ya Al,lo itu pacarnya Niko dan Niko tu sahabt gue .. gimana jika Niko tau ha!!” “Kita bisa jelasin baik baik dengan dia !!” “Goblokk lo!! Niko sayang sama lo yang iya gue yng habis di pukul nya!! Sudah lah kita lupakan saja ini anggap saja tak pernah terjadi!!” Ucap Yoga lalu ia segera masuk ke kamar mandi sambil memunguti celana nya yang bertaburan di lantai. Sebelum masuk ia berucap “keluar dan tuutpi diri lo!!” Ketusnya lalu membanting pintu dengan kuat Alexi yang merasa disakiti, hatinya begitu terluka ia tak habis pikir jika Yoga tega melakukan ini kepadanya bahkan setelah mereka melakukan itu semalam. Dengan air mata yang terus berurai Alexi memakai baju nya dan keluar dari kamar Yoga tak lupa ia menutupi dadad dan lehernya yang menarik perhatian akibat isapan dari Yoga semalam ia tutupi dengan kain yang ia dapat dari lemari Yoga. Untungnya saat ia keluar tak ada orang yang ia kenali. Dan sejak saat itulah hubungan nya dengan Yoga menjadi buruk, Yoga tak pernah suka melihat Alexi dan ia selalu mencap perempuan itu wanita kadal buaya semua yang buruk ia capkan pada perempuan itu. Dan tak sadarkah mereka jika perbuatan mereka semalam itu membuahkan hasil yang tak disangka. Namun Alexi tak tau itu dan dengan bersamaan ia malah diminta oleh mama Niko untuk meninggalkan anak nya dan pergi dari Niko. Awalnya Alexi menolak namun karena desakan dari mama Niko dan iming iming uang miliaran untuknya Alexi setuju dan saat itulah ia pergi. Namun beberapa minggu ia pergi, ia mengetahui bahwa ia hamil dan saat itulah ia sadar bahwa anak yang ia hamil ini adalah anak Yoga. Tak mungkin jika ia meminta Yoga untuk bertanggung jawab pasti pria itu tak mau, namun yang lebih naas nya saat ia ingin bertemu Niko. Pria itu malah sudah menikah dengan wanita lain. Ia begitu bingung apa yang harus ia lakukan, tak lama ada seseorang yang mencari nya dan ia bilang jika Niko lah yang menyuruhnya untuk mencari dirinya. Alexi dengan semangat membara kembali kepada Niko. Awalnya ia percaya Niko masih mencintainya eh ternyata pria itu sudah berpaling dari nya, yang membuat Alexi kesal ia ingin membuat Niko menjadi miliknya seutuhnya. Bak pepatah bangkai yang disimpan pasti lambat laun akan tercium bau nya dan itulah yang dialami Alexi sekarang, ia ketahuan bahwa anak yang di kandungny bukan anak Niko. Namun yang membuatnya terkejut bahwa ia malah dituduh hamil anak pria lain, peia yang bahkan ia baru bertemu beberapa kali. Dan pria itu adalah teman nya dikala ia sedih, emang benar jika Alexi sering keluar masuk apartemen nya namun saat ia didalam sana ia tak pernah melakukan hal itu. Saat disudutkan ia hanya bisa menjawab iya dan mengaku jika ini bukan anak Niko, sebab itu ia segera di ceraikan oleh Niko. Dengan perasaan kalut ia bingung akan kemana, ia pun teringat bahwa ada pria lain yang benar benar menyayanginya dengan tulus. Sebab itulah ia kembali ke papany, papanya menerima Alexi dengan tangan terbuka bahkan ia membantu Alexi disaat saat Alexi membutuhkan pria yang berstatus suaminya sekarang. Mungkin pepatah tentang Karma itu benar adanya, dulu ia mengambil Niko dari Tasya yang bersatus istri sah Niko. Ia memiliki Niko dengan posesif seolah Tasya dilarang untuk memilikinya. Saat 1 minggu alexi tinggal dengan papa nya, anak Alexi tiba tiba demam tinggi. Ia pun segera membawanya kerumah sakit dan disana baru ketahuan jika anak nya mengidap penyakit leukimia dan anak nya sangat butuh donor sumsum tulang belakang yang dimana hanya orang tua nya yang bisa . Saat Alexi di tes ternyata hasilnya tak cocok maka itu ia diminta untuk mencari ayah dari anak nya. “Temui pria itu dan minta dia untuk jadi pendonor. Ini anak nya” ucap ayah Alexi “Dia tak akan mau pa” “Kau harus melakukan nya, kau mau anak mu pergi Al?” “Nggak pa, hanya dia yang Al punya” “Karena itu lakukan Al” “Baiklah pa, dedek Al titip dengan papa” “Hm” Alexi meninggalkan rumah sakit lalu segera ke kantor Niko demi mencari Yoga. Rupanya pria itu sedang asik dengan laptopnya di taman belakang perusahaan. Alexi menuju kesana dan berdiri tepat di depan Yoga. “Mau apa lo?” Ucap Yoga ketus “Gue butuh sumsum tulang belakang lo” “Maksud lo?” “Anak gue sedang sekarat sekarang jadi dia butuh sumsum tulang belakang lo” “Maksud lo?” “Lo kan pintar jadi ngerti apa yang gue ucapin” “Nggak.. nggak mungkin.. kita hanya melakukan sekali dan nggak mungkin jika itu langsung jadi” “Iya sekali tapi kau mbuangnya berulang kali, apa kau lupa.. oh ya lo kan lagi mabok jadi nggak bakal ingat” “Gue akan donor kalau gue sudah dapat Tes DNA” “Oke” “Besok gue kesana, lo kasih tu aja alamatnya” “Anak gue sekarat sekarang dan butuh lo sekarang juga !!” “Lo nggak lihat gue lagi kerja” “Lo ada hati nggak si, dia itu anak lo juga !!” “Gue nggak akan anggap dia anak gue sampai Tes DNA itu keluar” “Oke makanya kita lakukan sekarang” “Dimana rumah sakit nya?” “RS. Medika” “Oke, lo bisa kesana ntar lagi gue nyusul” “Kenapa nggak bareng aja? Biar cepat” “Gue nggak mau bareng sama lo” “Oke” alexi pergi. >>>>>>>>> To be Continue
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD