Chap 83

1015 Words
Masih Flashback cerita Yoga dan Alexi Alexi yang sudah sampai duluan di rumash sakit merasa was was karena Yoga yang tak kunjung sampai. Dan beberapa menit berlalu datanglah Yoga dengan setelah kemeja hitam dengan kacamata bertengger dihidung nya. “Aku tunggu di ruang DNA” ucap Yoga lalu ia pergi seorang diri Tak lama ia menunggu datanglah alexi dan perawat membawa sampel yang mereka ambil sebelum nya. Tak butuh lama hasil nya segera keluar dan disana menununjukkan kecocokan mereka 99,9% yang menyatakan bahwa yoga benar ayah biologis dari anak Alexi. “Aku tak pernah berbohong dengan mu” ucap Alexi “Tap- “Cepatlah aku butuh sumsum tulang belakangmu, anak ku sekarat sekarang” ucap Alexi yang mendesak Yoga Yoga yang masih ngeblank masih tegak seperti patung dengan tatapan nya yng tak lepas dari surat yang baru saja ia bawa. “Yoga...” teriak Alexi dan Yoga langsung tersadar dari lamunan nya. Hm “Ayok , kota harus tes kecocokan sum sum tulang belakang lo” “Tap- “Gue mohon habis ini gue nggak akan ganggu lo lagi, gue janji” “Tap “Apa perlu gue bersujud di depan lo?” “Nggak,” Yoga langsung berjalan seprang diri di depan ia mencari keberadaan tempat tes sumsum tulang belakang. Saat ia sampai “Ada apa pak?” “Saya mau donor sum sum tulang belakang saya” “Untuk donor atas nama siapa pak?” Yoga yng sama sekali belum tau nama anak sari Alexi hanya plong plongo. “Belum saya kasih nama, tapi dia pasien di kamar nomor 108” “Oh baiklah, mari bapak masuk” panggil perawat itu dan Alexi menunggu di depan dengan harap harap cemas. 30 menit kemudian Yoga keluar dengan jas ia selempangkan di tangan nya. “Gimana?” “Kita tunggu sampai besok ya buk pak, jika hasilnya sudah keluar akan saya beritahu” “Baik saya akan tunggu jawaban nya” Dan keesokan nya teryata hasil yang didapat mendapatkan lampu hijau jadi Yoga dan anak nya akan segera di operasi dalamwaktu dekat. Sebab itulah Yoga sangat membenci Niko, karena Niko anakny menjadi seperti itu. Jika saja ia meneriman Alexi pasti tak akan menjadi seperti ini. Flashback off Niko yang sudah lelah karena drama yang barusan terjadi, ia segera mengemudikan mobilnya kembali ke rumah Tasya. Berharap wanita itu tak tidur ternyata Niko salah Rumah Tasya sudah tertutup dan lampu lampunya sudah pada mati pertanda jika orang rumah Tasya sudah tidur. Walau begitu ia enggan untuk pulang, merasakan bahwa Tasya ada disisi nya saja sudah membuatnya bahagia. *** Semenjak hamil perilaku Tasya banyak yang berubah, contohnya dulu Tasya bukan tipe orang yang selalu makan tiap malam namun kebiasaan itu hadir saat Tasya hamil. Perutnya perlu diisi tiap malam, jika bik Mirna kelelahan maka ia akan membuatnya sendiri. Seperti malam ini. Malam ini ia sangat ingin makan nasi goreng tapi itu buatan mas Niko, tapi sialnya permintaan ny yang selarang sulit untuk dikabulkan. “Maaf ya nak, mama nggak bisa nurutin kemauan kalian yang ini” ucap Tasya sambil mengelus elus perutnya Dengan perasaan sedih ia kembali ke kamarnya, wajah ny tampak sedih dan rasanya ingin menangis. Hormon ibu hamil emang membuatnya sendiri pusing. Saat ia hendak tidur tiba tiba handphone nya berdering dan tampaklah nama yang membuatnya galau sedari tadi. “Kamu lagi apa sya?” Tanya nya saat Tasya mengangkat “Mau tidur” “Kenapa belum tidur?” “Tadi lapar” “Sudah makan?” “Belum” “Kenapa!” “Sudah kenyang” ucap Tasya berbohong “Jangan bohong ya sya” “Iya” “Yaudah tidur sana” Panggilan telpon kemudian terputus Tasya memilih tidur walau perut nya trus berbunyi minta diisi Pagi pun menjelang, Tasya bangun dengan mood nya yang buruk. Keinginan nya semalam tak terkabul. “Selamat pagi nya” ucap Bik Mirna “Pagi bik” “Nyonya kenapa muka nya kusut bener” “Nggak kok bik” “Semalam nyonya nggak makan?” Tany bik Mirna yang pagi ini ada keanehan sebab biasany nasi yang ia sisa di mejikom pasti sudah habis namun tidak hari ini. “Nggak bik” “Tumben nyah” “Iya bik yang di pengen susah banget dapat nya” “Emang nyonya mau apa?” “Nasi goreng buatan mas Niko” “Oohh pantes nyonya bilang susah” “Benar kan bik!” “Iya nyah” ***** “Yoga datang?” Tanya Niko sesaat ia baru sampai di ruangan nya “Belum bos” “Oh baiklah” “Bos?” “Hm” “Boleh saya bacain agenda kita pagi ini” “Hm” “Pagi ini ada meeting dengan manager marketing di lantai 8, siangnya makan siang dengan client kita dari malay.” “Hanya itu?” “Iya pak” “Ayok berangkat” ucap Niko dan Rini pun segera masuk kedalam mobil Niko kali ini ia diduk langsung di samping Niko tanpa ragu, Niko emang mengendarai mobil sendiri karena itu ia segera melajukan mobilnya menuju tempat yang ditunjuk oleh Rini tadi. ***** Tasya pagi ini masuk ke caffee, ia berharap semoga mood nya membaik namun ia salah mood nya malah memburuk, efek ngidam nya benar benar mempengaruhinya. “Bos?” Panggil Risa yang tau jika Tasya sedang bengong. “Iya?” “Bos kenapa? Ngantuk?” “Nggak mood aku jelek banget hari ini” “Kalau bos lelah biar Risa antar ke atas mau? “Nggak perlu ris, tambah di atas tambah pusing aku “Yaudah” Tak lama handphone Tasya berbunyi diaana tertera Nama Rega “Kamu dimana sya?” Tanya rega “Di caffee” “Kamu kenapa?” “Nggak kok” “Bohong, bukan ny kamu janji kalau ada masalah akan cerita . Jangan jangan kamu lagi bohong y. Dan mau ngejalani ny sendiri?” “Bukan gitu ga” “Aku mau melihatmu nanti siang aku jemput, jangan makan dulu oke” “Iya iya datang aja nanti kalau sudah datang aku turun, sekarang aku lagi sibuk” “Hm baiklah” >>>>>>> To be Continue
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD