Rumah Niko
“Pa..” panggil Linda- mama Niko
“Iya ma”
“Mantan menantu mu aku lihat perutnya buncit, dia hamil”
“Kamu tau dari mana?”
“Aku lihat nya kemarin”
“Perasaan kamu aja”
“Aku lihat dia bersama Niko, apa dia anak Niko?”
“Kalaupun ia apa Niko berhak memiliki nya, anak mu itu sudah mencampak an wanita itu. Dan sekarang ingin memungutnya kembali. Apa dia waras?”
“Pa!!”
“Aku hanya bicara jujur, dan kamu juga harus tau itu”
“Kalau benar dia hamil cucu kita, aku akan mengambil nya. Dia tak berhak memiliki nya”
Pak Hartanto yang sudah kesal dengan Sikap istrinya menggebrak meja.
“Maa... sekali aja kamu tidak egois bisa!!” Bentak pak Hartanto kepada istrinya
“Papa kenapa marah dengan mama?!”
“Papa nggak akan marah kalau kamu bisa ngerti ma”
“Aku ngerti pa sangat ngerti!”
“Kalau begitu untunglah” ucap pak hartanyo lalu segera keluar.
****
Tasya sedang sibuk dengan menyeruput teh hangat nya di pagi hari.
Walau pun ia sedang dalam mood yang tidak baik tapi bukan kah dunia harus berjalan bukan?
Di saat ia menunggu datang buk Lidya dengan seorang perempuan di sampingnya.
“Pagi nona tasya?” Tegurnya saat sudah berada didepan tempat duduk Tasya
“Oh pagii” jawab Tasya yang sekarang ia sudah berdiri menjawab salam dari buk Lidya
“Apa saya mengganggu waktu ibuk?”
“Tentu tidak, silahkan duduk” Tasya mempersilahkan dua orang tersebut untuk duduk.
Dan mereka pun duduk dihadapan Tasya
“Ada apa buk Lidya?” Tanya Tasya
“Saya mau tanya tentang kerja sama kita yang kemarin? Bagaimana menurut nona Tasya?”
Tasya diam sejenak sambil ia berpikir.
“Menurut saya jika keuntungan yg kemarin itu ibuk tawarkan menurut saya itu tidak adil untuk kami, dan event yang dilakukan pun cukup besar jadi saya tidak ingin membuat karyawan saya kelelahan tanpa ada nya bonus yg saya berikan”
“Iya nona Tasya kami sudah mendiskusikan, bahwa keuntungan yang kami jelaskan kemarin ada yang sudah kami ralat”
“Apa aja?”
“Keuntungan yang nona dapatkan sekitar 60% dari event dan kami mendapatkan 40%”
“Bukan kah kemarin di kalian yang dapat 60 dan saya 60?”
“Iya, atas permintaan bos Niko itu diralat”
“Bos Niko?”
“Iya nona”
“Maaf saya tidak bisa mendatangani ini”
“Lah kenapa?”
“Saya tidak suka saja, dan tolong kembali lah” Ucap Tasya lalu ia segera mangkir dari hadapan dua perempuan itu
Mereka yang ditinggalkan menataonsatu sama lain, ada seribu pertayaan di kepala mereka.
“Bos pelan pelan” teriak Tara, saat melihat Tasya yang berjalan sangat cepat
“Bos kenapa?” Tanya karyawan lain
“Nggak tau”
12.08
Rega sudah masuk ke dalam caffee milik Tasya, ia yang sudah sangat kenal dengan karyawan karyawan Tasya bahkan bisa dibilang akrab.
“Tasya mana Tar?” Tanya Rega
“Diatas kak” jawab Tara
“Oke aku keatas ya”
“Iya” Rega naik ke lantai dua, saat ia masuk ia mendengar Tasya yng sedang menangis i pun panik dan masuk ke dalam.
“Sya kamu kenapa?” Tanya Rega panik
“Gue benci pria itu Ga”
“Niko? Kenapa dia? Dia apakan lagi kamu?”
“Aku benci aja sama dia!!”
“Benci karena apa sekarang sya”
“Banyak banyak banyak... dia selalu buat mood aku turun”
“Yaa ampun bumil kenapa kamu suka marah marah si sekarang”
“Aku benci dia Ga”
“Yaudah yaudah, skearang kita beli es cream aja gimana?”
“Aku lagi nggak mau makan ice cream”
“Jadi mau apa?”
“Pengen nasi goreng ga”
“Yaudah kita beli di tempat biasa aja”
“Bukan disana ga”
“Jadi dimana Tasya”
“Aku mau makan nasi goreng buatan dia!!”
“Ya ampun Tasy karna ini kamu kesal sama dia, karena nggak dapat nasi goreng nya, iya?”
Tasya mengangguk, Rega menahan tawanya susah payah agar sebab Tasya terlihat sangatlah lucu sekarang.
“Jangan ketawa !!” Sentak Tasya
“Iya iya” namun tetap saja ia sangat sulit nahan ketawanya... dan byaur ia ketwa terngakak ngakak melihat wajah Tasya yang sekarang tambah mengkerut karena cemberut.
“Sudah jangan ketawa lagi!!”
“Iya iya ini lagi aku tahan tapi kamu lucu banget”
“Aku nggak lucu”
“Siapa bilang? Lo tu lucu banget tau”
“Nggak”
“Yaudah iy gue ngalah, jadi sekarang kita mau makan dimana nona Tasya. Karna sangat tidak mungkin makan di caffee mu”
“Makan nasi goreng aja”
“Ditempat kemarin”
Tasya mengangguk lalu ia membawa Tas nya keluar.
Mereka berjalan turun dari tangga bersama dengan Rega di samping Tasya yang was was menjaga Tasya di samping nya, sebab perut teman nya ini sudah terlihat seperti 9 bulan. Karena ia membawa bukan hanya 1 tapi 2 jadi nya perut nya terlihat 2 kali lebih besar dari yang biasa.
Karyawan Tasya yang melihat mereka berdua merasa terkagum kagum dengan perilaku Rega yang sangat romantis terhadap Tasya, pria itu melakukan hal yang gentle menurut mereka.
“Semoga jodoh gue seperti kak Rega ya” ucap Tara sambil menggigit Jari nya
“Aaminn” jawab Reno di samping nya
Sedangkan Tak jauh dari mereka ada pria yang sedang terbakar hatinya karena cemburu.
Ia ingin marah namun tidak bisa karena untuk apa Tasya bukan milik nya lagi.
Ia mebanting sentir nya berulang kali. Dan asisten yang disamping nya merasa tak enak hati. Ia hanya bisa diam tanpa perlu bereaksi terhadap apa yang ia lihat.
Karena tanpa perlu dijelaskan ia juga sudah sangat mengerti dengan apa yang ia lihat.
Dua pasang sejoli itu berjalan di depan mobil Niko dan Rini, Niko yang takit ketahuan ia menyembunyikan wajah nya dengan memeluk Rini disampingnya.
Rini yang diperlakukan seperti itu merasa hatinya berdesir, pria dingin itu memeluknya. Dan dengan cepat ia menghapus perasaan nya karena inmerasa tak pantas untuk bersanding di samping Niko.
Apalagi sekarang ia tau bahwa pria ini sedang patah hati karena mantan istri nya.
‘Makanya kalau cinta jangan ditinggal’ ucap Rini dalam hati, setelah ia tau masalah Niko dan mantan ny setelah kemarin ia cari tau.
>>>>>>>
To be continue