Tasya’s POV
Aku dan Rega sampai di restoran.
“Katanya makan di tempat kemarin” ucap ku saat ia sudah mematikan mobilnya.
“Temanin gue ya” ucap Rega dengan senyum nya kudanya
“Ngapain? kamu kok nggak bilang”
“Kalau aku bilang kamu pasti nggak mau nemenin”
“Yah ngomong dulu dong”
“Maaf ya, sekali ni doang”
“Emang mau ketemu siapa si?”
“Rekan kerja papa”
“Kenapa kamu”
“Papa nyuruh. aku juga bingung padahal kan aku dokter, mana ngerti aku soal perusahaan”
“Aneh bnget papa kamu ya, mungkin papa kamu masih berharap kamu bisa jadi penerus nya”
“Tapi aku nggak mau, aku kan berjuang untuk menjadi seperi ini sya”
“Kamu jelasin aja ke papa kamu pasti ngerti kok”
“Hm iya nanti aku jelasin”
Author POV
Niko dan Rini tiba di tempat setelah 30 menit mereka ke kantor bentar baru kesini.
“Dimana tempat nya?” Tanya Niko
“Di vvip bos”
“Ayok”
Mereka pun langsung menuju ke tempat.
“Bisa kita makan tempat biasa aja” ucap Niko disela sela jalan mereka.
‘Tolong kamu itu nanya apa cuma ngomong biasa si bos aku nggak ngerti..’ teriak Rini- asisten Niko
“Kalau bisa besok saat makan aku mau di tempat biasa aja kalau hanya makan siang, tak perlu VVIP”
“Baik bos”
Saat sampai didepan pintu ruang VVIP Niko masuk terlebih dahul dan diikuti oleh Rini di belakang nya saat ia masuk ternyata disana sudah ada client nya yang sedang duduk bersebelahan dengan wanita yang tentu sangat di kenal oleh Niko.
Wanita itu pun sama terkejutnya saat bertemu.
Niko mengepalkan tangan nya, seolah seluruh amarahnya sudah berada di ujung tangan nya.
“Dokter Rega sudah datang? Maaf membuat dokter menunggu” Ucap Rini ramah yang masih tak tau masalah yang sebenarnya terjadi pada bosnya
“Oh tak apa, saya jadi ada waktu lebih bersama pacar saya” ucap Rega sambil merangkul Tasya.
Tasya terkejut bukan main. Niko pun begitu.
“Pacarnya ya dok?” Tanya Rini
“Iya. Iya kan sayang” tanya Niko dengan menekan kan kata kata Sayang.
AC ruangan sudah di stel menjadi lebih rendah namun ntah kenapa pria yang bernama Niko itu malah kepanasan bukan main. Keringatnya mengucur sedari tadi.
Tak hanya itu jantung nya pun berdegup bukan main, bukan karena sedang jatuh cinta namun karena pria dan wanita di depan nya.
Tasya yang sekarang sudah mengerti kemana arah permainan Rega. Ia pun mengikuti alur tersebut. Sampai ketika Niko marah dan langsung meninggalkan mereka berdua.
“Kamu suka banget buat mas Niko marah” ucap Tasya saat Niko dan Rini sudah keluar.
“Kan demi kebaikan kamu”
“Demi kebaikan aku apa si ga, aku selama ini baik baik aja kok”
“Jangan banyak bohong tuan putri” Rega mengacak acak rambuk tasya
“Heheh ketahuan ya” cengir Tasya
“Iya, kamu nggak cocok banget jadi pembohong”
“Iya ya, padahal kan aku mau coba gitu”
“Jangan TASYA cukup aku aja yang suka bohong kamu jangan, kamu tetap jadi Tasya yang baik baik aja ya”
“Hahah .. Oke siap” ucap Tasya semangat
****
Niko yang sekarang sudah berada di mobil nya ia melajukan nya demi kecepatan penuh. Rini yang disampingnya tak sanggup untuk menghentikan nya, ia takut malah ia yang kena sembur.
Ia terus berdoa dan semoga saja Niko tak takabur dan malah melukai nya dan dirinya sendiri.
Setelah puas ngebut ia menghentikan mobil nya pada sebuah pantai, dan keluar dari mobilnya. Dan berlari ke arah pantai.
“Bos ....” teriak Rini ketakutan karena itu ia juga ikut berlari untuk menghentikkan Niko.
Niko yang tiba tiba berhenti membuatnya terkejut dan sempat tak terkendali. Dan hampir saja menabrak tubuh Niko.
“Kamu kenapa ikut saya berlari!”
“Maaf bos, saya pikir bos akan menceburkan diri ke pantai”
“Aku tak sebodoh itu”
“Maaf sekali lagi dok”
“Hm, kembali ke mobil dan jangan ikut aku”
“Baik bos, tapi jangan berlaku yang aneh aneh ya bos”
“Kalau punya otak di pakai ya, jangan sembarang bicara”
“Maaf bos, saya permisi” Rini segera pergi dari hadapan Niko dan kembali ke mobilnya.
***
Tasya dan Rega yang masih di restoran mereka sibuk dengan kegiatan masing masing.
“Sya?” Panggil Rega
“Hm”
“Besok ikut gue nggak?”
“Kemana?”
“Acara meet and great anak anak SMA”
Tasya hampir saja menyemburkan makanan nyayang sedang ia kunyah, “kamu mau ajak aku? Kamu mau kita jadi bahan ghibahan di sana. Aku mah ogah enak aku nonton dirumah sambil makan dari pada dengar ucapan mereka mereka yang julid”
“Tapi sya”
“Kamu aja ga, aku nggak mau ah”
“Gimana gue bilang ke anak anak”
“Emang kamu bilang apa?”
“Aku bilang kalau kamu ikut”
“Ih gila ya kamu.. kok ngomong gitu kan aku belum bilang iya, kamu aja nggak bilang kalau ada meet up”
“Maaf deh sya..”
“Aku nggak ga, kamu kan tau aku sekarang lagi hamil jadi nggak mungkin kalau aku pergi, gimana kalau anak anak pada nanya siapa ayah dari anak ku? Gimana ha? Kamu mau aku dipermalukan di depan anak anak? Kamu jahat ah”
“Bukan gitu sya, maaf deh.. iya kamu nggak usah ikut deh, aku nggak kepikiran sampai sana”
“Kamu sih”
“Iya iya, sekarang makan ya tuan putri”
“Baik putra mahkota”
Mereka pun berakhir tertawa bersama.
Setelah siap makan mereka bersiap ingin pulang saat Tasya keluar dari ruang makan nya, tiba tiba dia dipanggil seseorang.
“Aww..” rintih Tasya saat wanita itu menarik nya cukup kuat.
“Mama?” Ucap Tasya
“Kurang ajar banget ya kamu ha!!” Bentak Linda- mama Niko sekaligus mantan mertua Tasya
“Maksud mama? Maaf Tasya tak mengerti”
“Kamu hamil cucu, kurang ajar itu namanya!!”
“Maaf ma, tapii in
“Apa kamu mau bilang itu bukan cucu saya iy?! Ha!!”
Rega yang baru kembali sehabis bayar ia merasa terkejut karna Tasya sudah jadi bahan tontonan orang orang. Rega pun menarik Tasya dan menyembunyikan wanita itu di belakang nya.
“Tante siapa?” Tanya Rega
“Ohhh kamu.. kamu pacar wanita licik ini!!” Tujuk Linda tepat di wajah Rega
“Kalau iya emang tante mau apa!!” Tantang Rega
“Bagus deh, tapi saya mau anak itu di gugurkan saja!! Dulu aku sangat ingin mengambil anak itu tapi melihatnya lagi aku jadi muak!!”
“Siapa bilang jika anak dalam kandungan Tasya cucu tante!! Jangan ngaku ngaku deh tan”
“Kamu kalau ngomong!! Berani y kamu sama saya”
“Maaf tan saya tidak bicara asal, seharusnya tante yang berpikir dulu sebelum bicara. Apa tante suka jadi bahan tontonan seperti ini. Apa orang tua seperti itu mendidik anak nya?” Ucap Rega dengan nada nya yang lembut.
Linda melihat sekitarnya ternyata benar, ia sudah jadi bahan tontonan banyak orang. Karena itu ia segera pergi dari tempat. Sebelum ada artikel yang membicarakan ny.
Rega menuntun Tasya keluar dari restoran segera mungkin, ia merasa kasihan melihat wanita itu.
Sesampainya di mobil Tasya pun langsung menangis. Hatinya begitu sensitif.
Rega tak tau apa yang harus ia lakukan katna itu ia memilih diam sampai Tasya pus mengelurkan semua tangis nya.
****
To be Continue