CHAP 51

1102 Words
setelah kejadian pagi tadi mood Alexi berubah, sebab itu ia bermain main dengan ponsel nya di taman belakang rumah sakit. udara sejuk nan asri tak membuat mood nya balik kembali, Niko yang dulu ia pikir akan mencintai nya selama nya ternyata pria itu sangat cepat berubah. ia menyesal kenapa dulu ia meninggalkan laki laki itu demi pria lain yang jauh lebih buruk dari nya.  ingin memutar waktu namun tak mungkin , nasi sudah menjadi bubur. jadi sekarang ia hanya ingin membuat bubur itu menjadi lebih lezat lagi dengan cara apapun. wanita itu melirik kesana kemari seperti sedang mencarai seseorang dan benar saja beberapa saat kemudian datang lah seprang berpakaian jas putih layaknya seorang dokter, ia adalah dokter Rega pria yang tempo hari mengajak nya untuk menghancurkan hubungan Niko dan Tasya. sebab pria ini juga sangat mencintai Tasya , wanita yang dulu ia tolak mentah mentah ternyata sekarang dapat mencuri hatinya, "LAMA!!" kesal Alexi  "Lo pikir operasi sebentar" balas Dokter Rega lalu duduk disamping Alexi dengan memberi jarak. "gue setuju rencana lo" ucapp Tasya "gue sudah tau" "jadi gimana?" "jangan buru buru, lo mau mereka tau niat busuk kita" "gue nggak suka nunggu lama ditambah Niko yang sifat nya seperti ini, aku nggak bisa !!" tegas Alexi "yaudah pikir sendiri , cari cara nya sendiri" "yaelah lo pikir gue nggak bisa mikir apa !! sekarang lagi hamil aja kalau nggak cepat gue bergerak" "lo nggakmalu apa?" tanya dokter Rega menatap sinis Alexi "maksud lo?" "lo berpura pura di depan mereka, kalau mereka tau?" "ngomong yang benar domg!" "Alexi kan nama lo?" "hm" "alexi alexi lo pikir gue bodoh apa. gue dokter jadi gue tau semua yang ada di diri lo , anak yang lo knadung kan bukan anak Niko ya kan?" Alexi terkejut bagaimana pria ini tau , jika ia membeberkan ini ke Nikoo dan ibu nya bisa bisa ia jadi miskin lagi. "siapa bilang ? sok tau lo" "lo lihat nggak si pakaian dan name tag gue?"  "terus?"  "lo mau gue beri tau ke mereka?" "beri tau aja emang lo pikir setelah gue lepas dari Niko , Niko akan nangis bahkan ia jadi bahagia tau karena bisa miliki istrinya, dan kita sama sama saja kalah" "nggak ada kata kalah dalam kamus gue" "ya ya ya terserah lo, jadi apa yang mau kita lakuin?" "pertama ini lo harus buat Niko nyaman sama lo.. manfaatin anak orang ini" "bisa nggak kata kata yang di ujung itu di hapus, mau sampai kapanpun ini anak NIko" :terserah lo" "terus lo ngapain?" "gue bakal ngedekati Tasya" "oke oke gue terima" . . . 19.03  Tasya dan Niko sedang makan bersama berdua di meja makan rumah Tasya. "gimana kabar Alexi mas?" tanya Tasya di sela sela ia makan Niko yang mendengar nya menghiraukan pertayaan Tasya , wanita itu seperti memancing perang. "maas...?" "Hm?" tiba tiba telpon yang di pegang Tasya berbunyi , wanita itu langsung emnagngkat nya dan tak lupa sedikit menjauh dari Niko. "mau kemana?" Niko menahan Tasya yang ingin kabur, namun wanita itu tak peduli ia terus saja berjalan sampai masuk kedalam kamr mandi. Tasya's POV  "halo?" ucap Tasya "Tasya?" "iya" "besok datang ke caffe nggak kak?" "kenapa ?" "cafe sepi karena nggak ada kakak" "yaelah lebai banget" "nggak aku serius" aku yang sudah selesai bertelponan langsung keluar dari kamar mandi dan saat aku buka pintu nya tiba tiba pria itu seperti sedang menguping pembicaraan kami. "ngapain mas?" tanya ku basa basi "siapa yang nelpon?" "ohh si Risa, ia tanya kenapa aku nggak cafe?" mas Niko berdehem lalu pergi begitu saja tanpa berucao, dasae pria aneh gumam ku dalam hati lalu melanjutkan jalan ku kembali ke dapur saat di dapur aku kembali ke tempat duduk ku dan melanjutkan makan ku, aku tau mas Niko sedang menatap ku dengan tatapan tajam nya namun aku hiraukan aku sedang capek untuk meladeni nya , saat makanan sudah habis aku langsung membawa nya ke wastafel dan segera mencuci nya, aku yang sedang xubuk cuci [iring di kejutkan dengan mas Niko yang tiba tiba memeluk ku dari arah belakang. aky dapat medengar hembusan nafasnya di leherku "mas.. kenapa" "nggak , kamu cuci aja"  "tapi aku sulit gerak, kalau kamu peluk gini" "sehari saja Tasya jangan ngedumel" "tadi aja lihat aku kek mau marah" "siapa yang nggak marah jika istrinya tiba tiba pergi saat angkat telpon" "emang salah aku angkat telpon?" "salah !! kalau kamu angkat nya jauh jauh dari aku" ucap Niko penuh penekanan "iya iya , aku nggak akan lagi ngulangi" "hm" Niko tak berucap lagi ia malah sibuk mendusel di leherku "mas geli...." rengek ku namun tak sampai disitu ia malah memasukan tangan nya ke dalam baju kuyang longgar. "mass jangan disini, nanti ada yang lihat" aku menepistangan mas Niko yang sudah menjelajah masuk kedalam baju ku. bahkan ia sudah hampir mau siap siap melepas Bra yag aku pakai. "aku lagi pengen" "kan kemaren sudah mas, lagian hari ini aku nggak bisa" Mas Niko yang terkejut langsung membalik tubuhku ke arah nya. "Kenapa?" tanya nya dengan wajah melas "aku sedang datang bulan" ia segera mencelos saat aku berucap.  "kamu mah jahat kenapa nggak bilang dari tadi, sekarang aku sudah On gini gimana cara nidurin nya" ucap mas Niko sambil mengelus elus dedek nya yang ada di bawah sana yang sepertinya sudah On. "ya salah sendiri" Author's POV Niko yang kesal langsung meninggalkan Tasya dan pergi ke arah kamar nya  Tasya tak memerdulikkan suami nya itu , ia malah melanjutkan cuci piring nya yang tertunda dan jujur sebenarnya ia juga sudah terangsang akibat ulah suami nya , namun apa mau di kata ia sedang tak bisa menuntaskan hasrat nya saat ini.  setelah ia ingin mangkir kembali ke kamar tiba tiba ia dipanggil oleh Bik Mirna "nyonya" ucap Bik Mirna "iya bik , kenapa? wajah bibik kenapa pucat gitu. bibik sakit?" tanya Tasya yang lalu meletakkan tangannya di dahi sang asisten rumah tangga nya. "iya nya bibik sedang tak enak badan" "ya tuhan .. biik mau Tasya antar ke rumahs akit. mumpung aa mas Niko di rumah" "nggak perlu ny- belum selesai ia bicara eh si bibik malah pingsan untung Tasya cepat nangkapnya jika tidak.. "massssss....mas Niko tolongg" terian Tasya dan Niko yang mendengar nya pun langsung buru buru keluar kamar. "ken- ya tuhan bibik kenapa sya?" tanya niko sesaat ia sudah sampai di dekat Tasya "seperti nya bibik sakit, ayok bawa ke rumah sakit" "iya iya" Niko mengambil alih Bik mirna dari pangkuan Tasya . lalu menangkat nya masuk kedalam mobil. ia dan Tasya membawa bik Mirna ke ruamh sakit terdekat. >>>>>>>>>>>>>>>> To be continue semoga pada suka adn jangan lupa like dan comment nya ya para reades :) Pearl
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD