Rumah

1101 Words
Sesaat Tasya ingin masuk ke dalam mobil ia dipanggil oleh seorang wanita yang tak lain adalah ibu panti yang dulu pernah merawat nya. "ibuk" lirih Tasya  "Tasya kamu dari mana saja nak.." ucap Buk Tari lalu memeluk Tasya. Tasya yang dipeluk hanya diam tanpa bergeming sama dengan Bik Mirna . Bik Mirna tak berani berucap ketika sang nyonya sudah berada di pelukan ibu ibu asing nya ada di depan nya. "Kamu masih kenal ibuk kan nak?" ucap Buk Tari sekali lagi  Tasya mengangguk tanpa berucap  "kamu kenapa diam saja nak ? kamu nggak suka melihat ibuk?" Bik Mirna yang berada tak jauh dari Tasya memperhatkan gerak gerik nyonya nya yang terlihat aneh  sebab sang nyonya seperti orang ketakutan dan tubuh nya gemetar.  Bik Mirna mengambil inisiatif meraih Tasya mendekat ke arah nya. "maaf buk sepert- Belum Bik Mirna menyelesaikan bicara nya Tasya menyaut. "ibu kenalin ini buk Tari , ibuk yang merawat Tasya waktu di panti . dan buk Tari kenalin ini Ibuk Tasya" Bik Mirna menatap bingung ke arah Tasya namun ia mengangguk anggukan setuju saja mengikuti alur permainan nyonya nya. "hallo Buk Tari perkenalkan saya ibu nya Tasya" ucap Bik Mirna sambil merangkul Tasya "ibuk? jadi? "  "iya benar Tasya adalah anak saya, walaupun ia bukan keluar dari rahim saya tapi saya sangat sayang dengan nya melebihi anak kandung saya sendiri" ucap Bik Mirna lagi  Tasya lega karena Bik Mirna tak protes dengan ucapan nya dan malah membantu nya untuk berbohong. "maaf buk anak saya masih sakit jadi kami harus segera pulang"  "iya ... hati hati" jawab Buk tari yang masih tak menyangka.  Tasya dan Bik Mirna berjalan menuju parkiran mobil yang disana ada Pak Roni yang sudah menunggu sejak lama.  Di dalam mobil. "terimakasih ya bik" ucap Tasya "sama sama nyonya" "apa boleh bibik tanya kenapa?" "hm.. dia ibuk panti Tasya dulu tapi dia orang nya jahat Bik.. lanjut nya maaf" "nggak papa nyonya .. terimakasih nyonya sudah mau berbagi cerita dengan bibik."  percakapan mereka sampai disitu sebab mobil yang mereka tumpangi sudah sampai ditempat tujuan namun sesaat sudah sampai Tasya kembali terheran sebab rumah yang biasa ia tinggali tak sama dengan rumah yang saat ini mereka datangi.  Bik Mirna menuntun Tasya keluar dari mobil dengan tertatih tatih. "Rumah siapa ini bik?" tanya Tasya  "tuan minta saya dan Pak Roni mengantar nyonya kemari"  "oh" Tasya mengangguk angguk serius ia juga tak mau mengambil pusing. di beri tempat untuk bisa berteduh saja sudah cukup baginya. Rumah yang mereka singgahi tak sama besar dengan rumah yang selama ini Tasya tinggali setelah menikah dengan Niko  Rumah nya tidak bertingkat namun bergaya modern minimalis yang sangat cocok untuk Tasya. dengan cat rumah warna cream dan seluruh bagian rumah di pagari full dengan pagar setinggi badan Tasya.  mereka bertiga memasuk rumah tersebut. Tasya di bawa oleh bibik untuk berkeliling keliling sebentar sekaligus mengenal tata letak rumah ini. Di belakang rumah ada sebuah taman kecil yang diimana ada ayunan favorit kesukaan Tasya.  "nyonya mau mauk?" tanya Bik Mirna "Tasya masih mau disini bik"  "baik , bibik siap siap di dalam dulu , nanti kalau nyonya butuh bibik panggil aja "  "iya bik" selang beberapa saat Bik Mirna kembali lalu mengajak tasya untuk masuk karena cuaca di luar sedang tidak baik dan ditambah Tasya yang masih sakit.  Bik Mirna membawa Tasya ke kamar nya lalu membaringkan wanita itu ke ranjang milik nya.  "nyonya" ucap Bik Mirna "iya bik?"  "nyonya malam ini nggak papa kan sendiri an?" tanya bik Mirna kembali "bibik ada acara?"  Bik Mirna menganguk angguk an kepala nya "ya sudah nggak papa, lagian Tasya juga sudah sembuh kok"  "bibik janji besok siang bibik kembali dengan cepat" "iya nggak papa kok Bik , bibik pergi aja"  "terimakasih nyonya" "iya sama sama bik" . . . Di tempat lain tepat nya di rumah Niko.  Dimana Alexi dan Niko suah berada di rumah utama dimana rumah yang dulu nya di tempati oleh Tasya namun sekarang berubah menjadi Alexi sang nyonya utama.  mereka berdua sedang bermesraan di ruang keluarga. dimana Alexi berada di pangkuan sang kesakasih dan tangan Niko yang setia mengelus elus perut buncit Alexi dengan pebuh kasih sayang. "sayang" panggil Alexi dengan manja "iya"  "kamu kenapa nggak pindahin Bik Mirna disini aja sih , kenapa harus ikut perempuan itu?" "Tasya lebih dekat dengan Bik Mirna, jadi aku tak bisa memisahkan mereka berdua" "tapi aku juga dekat sama Bik Mirna" 'Tasya beda Al" "kamu lebih sayang sama dia dari pada aku !!" ucap Alexi yang tak suka dengan perkataan Niko, dan perempuan itu agsung bangkit dari tidur nya. "bukan gitu saynag" ucap Niko mencoba meengkan Alexi agar tak marah "sama aja!! aku benci kamu" Alexi yang kesal langsung kabur dan kembali kekamar Niko yang sudah capek tiap hari berantem lagi malas untuk meladeni atau membujuk Alexi . Pria itu lebih memilih untuk keluar dan meninggalkan wanita hamil itu. NIko mengendarai mobil nya menuju BAR yang sering ia datangi bersama Yoga.  namun sekarang ia sendiri tak ada Yoga di samping nya.  sesaat ia masuk ia sudah  disuguhi oleh banyak cewek cewek seksi yang siap untuk menawarkan tubuh mereka pada dirinya. namun Niko sedang tidak nafsu untuk meladeni mereka.  Pria itu mengambil kursi paling sudut untuk sekedar minum melepaskan penat kantor dan di tambah skerang Alexi yang sering saja cemburuna pada Tasya. "Hei bro lo sendiri? tumben? mana Yoga" pangggil Putra salah satu teman Niko dan juga Yoga "nggak tau gue"  "lah biasa nya kalian suka nempel berdua" tambah pria berambut gondrong yang sedang di ikat itu "oh iya lo nggak mau gue panggilin cewek ni?" tambah nya Niko mengeleng geleng pertanda ia tak mau  "ya sudah gue kesana ya jaga diri lo baik baik soal nya banyak harimau seksi disini" goda Putra sebelum ia meninggalkan Niko.  Niko meneguk tiap tiap botol yang ada di tempat nya. yang membuat pria itu mabuk berat. sedangkan di tempat lain Tasya yang dari tadi mencoba memejamkan mata nya tak kunjung kunjung terpejam ntah apa yan iapikirkan sampai tidur saja susah.  sesaat ia akan mengambil minum tiba tiba lampu padam. suara kilatan dmi kilatan trus menyambr di bentangan langit. "Bik.. bik.." panggil Tasya  "oh iya bibik kan pergi" pikir nya setelah ingat perkataan bik Mirna tadi siang Tasya mengambil Handphone nya lalu mengihdupka senter di telusuri nya rumah baru nya ini demi mencari lampu yang bisa membantu nya dari kegelapan ini. sesaat ia ingin menghidupkan lampu terdengar ketokan dari arah luar rumah.  >>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>> Bersambung  terimakasih sudah membaca dan jangan lupa untuk beri komentar di laman komentar terimakasih :) dans selamt datang di dunia halu By Author Pearl. yang baik hati dan tidak sombong. Tiap tiap chapter akan author upload tiap hari nya 
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD