Pagi berselang Tasya mulai membuka matanya, tubuhnya meregang karen merasa kaku tidur dengan posisi meringkuk karena semalaman ia kedinginan di tambah angin malam yang sangat menusuk tubuh nya. karena semalam hujan.
ia menolah ek samping kanan nya dan menyibak gordennya , diluar masih sedikit gelap seperti nya matahari masih malu malu untuk menampak an dirinya pagi ini.
mungkin Tasya yang terlalu semnagt bangun karena ia sudah tak sabar untuk pulang kerumah , sebab kemarin sore dokter bilang bahwa hari ini ia akan segera pulang.
ia pun meraih ikat rambut yang berada di samping ranjang nya , ia mengikat rambutnya seperti kuncir kuda dengan menutup mulutnya yang sembari menguap Tasya mulai beranjak dari ranjang nya menuju kamar mandi .
Kamar mandi rumah sakit ini sangat luas setara dengan kamar nya dulu saat ia masih ngekos. sebab Niko memesan kamar untuk Tasya adalah VVIP.
Tasya mencuci muka nya walau agak sulit karena ia masih di infus namun Tasya tak patah semangat.
setelah itu ia kembali keluar sesaat ia melirik ke arah sofa betapa terkejut nya ia ternyata di sana ada Niko yang sedang tertidur. bisa bisa nya ia tak sadar saat masuk ke kamar mandi tadi.
di dekat kan nya Niko , pria itu sedang meringkuk kan badan nya sepertinya ia sedang kedinginan .
Tasya berinisiatif mengambil Selimut di ranjang nya lalu segera menutupi tubuh Niko , sesaat ia akan beranjak pergi Niko malah menarik pinggang nya yang membuat tubuh nya oleng dan terjatuh di atas tubuh Niko.
"Awww.." rintih Tasya
Niko membuka mata nya , dan saat itulah mata mereka berdua beretemu
Tasya masih malu malu untuk menatap Niko karena keadaan mereka yang sangat dekat saat ini.
"su sudah ba bangun?" Tanya Tasya penuh kegugupan dan mata nya menatao hal lain
"kalau mau ngomong lihat orang nya"
"maaf" ucap Tasya..
lalu tiba tiba pimtu ruangan mereka terbuka tiba tiba dan sosok yang berada di depan pintu mengejutkan mereka berdua.
"Ma mama ?" ucap Niko
Tasya langsung menarik tubuh nya menjauh dari Niko .
Mama Linda masuk keruangan namun ia tak sendirian sebab ada Alexi di samping nya.
"Al?" ucap Niko lagi
Alexi menatap Niko penuh kebencian..
Niko menghampiri Alexi namun Alexi menolak untuk di dekati
"kamu kenapa?" Tanya NIko
"kenapa? kamu nggak tau apa masalah mu NIKO !!" ucap Mama kemudian
"maksud mama apa?"
"kamu ninggalin Alexi sendiri di apartemen dan kamu malah asyik berduan dengan dia disini !!" ucap mama penuh penekanan dan sembari merangkul Alexi
"mama nggak salah?" tanya Niko yang masih bingung dengan jalan pikir mama nya sekarang , sebab dulu nya ia sangat membenci ALexi namun sekarang lihatlah ia malah membela Alexi .
"dulu mama tak setuju kamu dengan Alexi namun sekarang sudah berbeda.. Alexi sekarang mengandung anak mu dan itu berarti ia mengandung cucu mama juga"
"Syujurkah mama sudah menerima Alexi" ucap Niko yang bicara tanpa berpikir.
Tasya yang berada tak jauh dari mereka bertiga hanya terpolongo tak percaya dengan kejadian di hadapan nya. walaupun awal nya emang mama Linda tak setuju dengan nya ia masih terima namun sekarang beda ,a,a Linda malah lebih menyukai Alexi ketimbang ia mantu SAH nya.
"sekarang kamu pulang" ucap mama Linda sambil menarik tangan Niko
"ma aku nggak bisa, Tasya masih sakit"
"kamu lebih milih dia dari pada anak kamu!" bentak mama Linda
"bukan gitu sekarang kan Alexi sedang tak kenapa kenapa , sedangkan Tasya ia lagi butuh Niko ma"
"sudah ceraikan saja dia dan nikahkan Alexi!"
"MAMA" ucap Niko penuh penekanan
"kamu bilang ALexi tak kenapa kenapa !! tau dari mana kamu , Alexi juga sakit"
"ha! benarkah itu Al?" Tanya NIko penuh perhatian.
Alexi menganguk angguk an kepala nya
"ya ampun kenapa nggak bilang"
"kamu kan sibuk"
"kalau kamu sakit aku kan beda cerita nya"
"kamu sudah cek kerumah sakit?"
"sudah lah tadi mama temani karena ayah dari anak nya tak bertanggung jawab"
"maaf ya dan makasih ma"
"ayok pulang" ucap Alexi dengan rengekan manja nya.
"iya iya .. kamu tunggu diluar dulunya aku mau bilang ke Tasya" ucap Niko lembut
Mama Linda dan Alexi pun langsung keluar setelah permintaan dari NIko.
NIko berjalan kearah Tasya yang masih terbengong tak jauh darinya.
"Tasya" pangil Niko
"iya" jawab Tasya
"aku pul-
"hati hati dan terimakasih sudah nemani selama aku disini" ucap Tasya lalu ia segera berbalik dan kembali ke ranjangnya
"maaf aku tidak bisa sampai ngantar kamu pulang"
"nggak papa , kan ada pak Roni yang bisa jemput" ujar Tasya
"aku pergi jaga dirimu baik baik jika ada apa apa kamu telpon aku" ucap Niko sebelum pergi
"Iya" jawab Tasya singkat
Niko pun langsung pergi dari ruangan Tasya.
Ditempat lain yang tak jauh dari tempat mereka ada dua sejoli yang umur nya terpaut jauh sedang bercengkrama menikmati waktu berdua karena telah berhasil membohong Niko.
"ma terimakasih ya sudah bantu Al" ucap Alexi penih kemenangan sebab mama Linda sudah mau menerimanya dan jalan nya menuju Ms Niko Hartanto akan segera terwujud sebentar lagi.
"apapun akan mama lakukan demi cucung mama tersayang" ucap Mama Linda
"kalau Niko tau aku pura pura sakit gimana ma?"
"ahh tenang saja Niko tak akan curiga , nanti kau di rumah lanjut lagi aja akting pura pura sakt nya biar Niko lebih tambah sayang sama kamu"
"iya ma, terimakasih ya ma"
'bodoh mau aja gue bohongi , mama sama anak sama saja' ucap Alexi dalam hatinya
.
.
.
10.15
sekarang waktu nya infus Tasya di lepas, Dokter dan perawat sudah berada di dekat Tasya merasa sudah siap dengan alat alat mereaka untuk melepaskan infus yang masih merekat di punggung tangan Tasya.
'perasaan dulu waktu aku dirawat yang buka infus nya cuma 1 perawat dan yang jelasin tentang penyikit ku pun perawat itu juga, tapi kenapa sekarang jadi sebayak ini' ucap Tasya dalam hati .
"ibu Tasya hari ini ibu sudah boleh pulang tapi ingat ya jangan terlalu capek dulu, dan masih harus ber istirahat yang cukup dirumah" ujar Dokter
"Iya dok" balas Tasya
"dan terimakasih sudah merawat saya disini untuk dokter dan mba mba perawat" ucap Tasya dengan tulus
"iya sama sama"
setelah itu Tasya pun di bantu dengan Bik Mirna sesaat mereka sudah sampai di mobil
"TASYA"
>>>>>>>>>>>>>>>>
Bersambung
maaf jika tidak suka :)
selamat membaca dan menikmati ke Chapter selanjutnya dan jangan lupa tinggalkan komentar nya juga ya
salam Author Pearl
Byebye