beberapa saat kemudian Varo kembali dengan troli makan yang di dorong nya. di atas troli itu penuh dengan makanan makanan khusus pasien tentunya. yang tiap lauk nya pun sudah di takar oleh dokter gizi khusus di rumah sakit.
"aku nggak mau makan itu semua" ucap Tasya yang hampir hilang nafsu makan nya.
"tapi ini sehat"
"boleh aku makan yang lain aja di luar?"
"nggak ,aku sebagai dokter disini emnolak anjuran mu yang barusan"
"tap-
"Tasya"
"Baiklah"
Varo membantu Tasya untuk duduk dan mempersiapkan meja makan nya lalu memindahkan nampan yang ada di troli tadi ke meja makan Tasya.
"ayo dimakan"
"sebentar"
"kenapa?"
"aku perlu menata nafsu makan aku dulu"
"ini sehat semua nya kok Tasya"
"aku tau"
"kemarikan" Niko merebut sendok yang ada di tangan Tasya
"mau apa?"
"biar aku suap"
"nggak nggak perlu" tolak Tasya yang sekarang malah merebut kembali sendoknya di tangan Varo
ketika mereka sedang berebutan Niko masuk keruangan.
"ehemmm" dehem nya dengan suara yang keras membuat mereka berdua menjadi diam dan menatap ke arah Niko dengan serempak
Varo tak peduli ia mengambil beberapa nasi dan potongan ikan lalu membawa itu ke depan mulut Tasya
"aaaaakk"
Tasya masih diam ia bingung apa harus menerima suapan dari Varo sedangkan ada Niko disana yang juga sedang menatap ke arah nya .
"ayo cepat sya, tangan aku sudah pegal"
Tasya mengalah ia membuka mulut nya dan menerima suapan dari Varo, Niko yang seperti nya sedang marah itu kembali keluar dari ruangan.
"ayo makan lagi" Varo yang sudah siap dengan sendok berisi nasi nya.
"kamu sengaja ya?" tanya Tasya
"apa nya?"
"buat dia cemburu?"
"apa untung nya di aku?"
"ya sudah kemarikan aku bisa makan sendiri" ucap Tasya lalu merebut sendok dari tangan Varo.
Tasya menyuap dirinya sendiri karena Varo yang beberapa saat lalu mendapat panggilan darurat dari UGD.
setelh makanan nya habis ia ingin membersihkan semua bekas makan nya namun karena tubuh nya yang masih lemah ia pun hampir saja terjatuh dari ranjang nya untung nya ada Niko yang cepat meraih nya.
Tasya terbelalak sejak kapan Niko masuk ke ruangan nya.
Niko membantu nya dalam diam, yang malah membuat Tasya tak enak hati.
dan setelah beres beres Niko seperti ingin keluar kembali.
"mau kemana?" tanya Tasya
Niko tak menjawab ia malah melanjutkan jalan nya menuju pintu keluar
"aku tanya kamu mau kemana?" teriak Tasya
Namun Niko tetap tak menjawab nya. dan ia sudah pergi meninggalkan Tasya sendiri.
.
.
.
Ditempat lain Niko yang seperti nya masih kesal menerima telpon dari asisten nya Yoga.
"ada apa?" tanya Niko sesaat menjawab telpon
"dimana bos? meeting sudah mau dimulai"
"aku nggak bisa"
"kenapa? bos.. kamu nggak tau apa susah nya aku biar bisa ada in meeting ini"
"aku nggak peduli"
"tapi bos-
Niko mematikan telpon nya dan memasukan nya kembali kedalam saku celan nya. saat ia hendak kembali ke kamar Tasya tak sengaja ia bertemu dengan seseorang yang seperti nya ia kenal.
iya Bella wanita yang dulu nya hampir menjadi istri nya karena dijodohkanoleh sang ibu.
wanita itu memasuki rumah sakit sendiri an. Niko yang awal nya tak tertarik namun kelamaan menjadi penasaran karena Bella jalan menuju ke tempat ruang bersalin yang menurutnya begitu aneh.
siapa yang ingin ia temui? kenapa sendirian ? bukankah dia orang yang tak bisa hidup sendiri.
Niko mengikuti nya dari belakang saat sampai di ruangan terbut Bella sedikit ragu untuk masuk. namun akhirnya wanita itu masuk juga.
Samar samar Niko dengar dari percakap perawat yang baru jalan ke arah nya ia dengar jika Bella akan mengugurkan kandungan nya.
"kasihan ya masih muda"
"iya gitu deh anak muda zaman sekarang maubuat aja namun lahirin nya nggak sanggup."
Niko yang merasa kesal dengan keputusan Bella memilih masuk nerobos kedalam ruang yang Bella masuk i tadi.
Orang orang yang dalam ruangan itu langsung terpelongo dan kaget melihat kedatang Niko.
"N-niko" ucap bella terbata bata dari arah ranjang nya.
"ayok pulang" ucap Niko menarik bella untuk turun dari ranjang
"nggak"
"nggak?" ucap Niko tak percaya
"aku nggak mau ko, bagaimana jika mama aku tau .. bagaimana ? hancur sudah reputasi ku hancur semua nya ko"
"kita bicarakan dulu diluar" bujuk Niko
"aku sudah siap ko aku nggak mau mikir lagi, aku sudah capek biarin aku lalui ini koo" ucap Bella yang sudah pasrah dengan kehidupannya
"Bella!! 5 menit saja"
"tap
"ayok" Niko menarik Bella keluar dari ruangan
Bella Pasrah saat di tarik Niko , tubuh nya sudah tak ada tenaga lain untuk menolak .
Niko terus menarik nya sampai mereka tak jauh dari ruangan laknat itu.
dan Niko membawa Bella kesebuah Taman di belakang rumah sakit. di duduki nya Bella di salah satu tempat duduk disana dan Niko di disamping nya.
"siapa ayah nya?" Tanya Niko to the point
"aku nggak mau dia ko.."
"siapa dia !!" ucap Niko dengan suara tinggi membuat Bella terkejut bukan main, baru kali ini ia dengar Niko marah sebab sebelumnya Niko tak pernah memarahi nya bahkan saat Bella berlaku sesuka nya dulu waktu mereka hampir saja di nikah kan.
"aku nggak mau dia !! "
"Jawab aku bella"
"aisss... dia salah satu bodyguard ku"
"nama nya?"
"buat apa? kamu mau buat dia menikahi ku !! kamu gila !!" bentak Bella yang secara tak langsung tak erima saran dari Niko
"apa dia tau kamu hamil?"
Bella menggelengkan kepala nya
"kenapa? karena dia bodyguard mu? karena dia nggak kaya?"
"iya.. mau dikasih makan apa anakku.. mau di letak dimana wajah aku!! seorang Anabela putri anak dari CEO Jaya Group menikah dengan body guard nya.. kamu gila ha!! aku nggak mau "
"kamu yang gila kamu Bella !! disaat sekarang kamu malah egois !! anak dalam kandunganmu itu nggak salah "
"aku tau !!"
"beri tau pria itu jika ia menerima anak ini kamu harus melahirkan nya, jika kamu nggak mau merawat nya berikan saja pada dia" ucap Niko
"aku nggak mau melahirkan anak ini"
"anak ini nggak salah kalian berdua yang salah"
"pria itu yang salah bisa bisa nya ia meniduri ku !! padahal aku majikan nya"
"lalu kenapa kamu tidak menolak , bukan kah kalian sama sama suka saat melakukan itu"
Bella terdiam ia tak tau harus menjawab apa.
"aku hanya memberi saran selanjutnya terserah kamu mau apa." ucap Niko sebelum ia pergi meninggalkan Bella sendiri termenung di taman
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
Bersambung
tulisan yang ditulis dengan kecepatan penuh....