Rumah orangtua Niko

1080 Words
 30 menit sudah mereka di dalam kamar mandi namun Tasya masih menangis. Gadis itu seperti enggan untuk berhenti bahkan setelah banyak ucapan maaf yang Niko lontarkan. Munkin lelah atau nyaman gadis itu malah tertidur di dalam pelukkan Niko.  Niko menyadari itu sebab itu dibopongnya tubuh Tasya ke kamar dan membaringkannya ke king size miliknya dengan perlahan . Setelah itu ia memilih untuk keluar karna ia tidak ingin mengganggu tidur lelap tasya. " Bi aku mau kerumah mama bibik tolong lihat Tasya ya di kamar tapi jangan ganggu tidurnya " ucapnya sebelum pergi    Diperjalan Niko masih memikirkan kejadian yang terjadi tadi ia masih bingung kenapa Tasya bersikap seperti itu bukan nya kemarin mereka sudah pernah berciuman ya trus kenapa tadi dia sampai ketakutan. "tuan?" ucap yoga sekretaris Niko sekaligus teman dekat Yoga " ada apa ?" " tadi tuan Devan menelpon saya katanya tuan tidak mengangkat telponnya" " ahhh aku sampai melupakannya, bilang saja aku sedang sibuk jangan ganggu nanti kalau ada waktu aku hubungi dan bilang jangan kerumah dulu sekarang!! " " baik tuan " tak lama mereka berbincang akhirnya sampailah mereka di kediaman orang tua niko , niko yang tanpa basa basi pun langsung masuk mencari orang tuanya .dan ternyata kedua orang tuanya tlah menunggu nya di ruang makan  " pa ma aku datang " ucap Niko setelah sampai di ruang makan  " duduklah makan dulu " ucap Abraham papa Nko " tapi pa aku mau cepat " ucap Niko kembali " niko duduk dengarkan kata papamu!!"bentak mama Niko pun akhirnya duduk dan memulai makannya dengan tenang  " siapa wanita itu ?" ucap papa membuka suara di selang makan nya mereka " namanya tasya " jawab Niko "kenapa tidak dibawa kemari" tanya papa kembali "dia lagi sakit" " tadi waktu mama kesana dia masih baik baik saja " ucap mama  " dia sakit ma" timpal Niko " kamu beneran mau menikah dengan nya ? , kau tau di keluarga kita tidak ada yang namanya bercerai niko atau nikah kontrak dan sejenisnya .. kami semua mengharamkan tentang itu. jangan kau permainkan pernikahan ini " ucap pak Abraham menusuk ke Niko karna ia takut sang anak tunggal nya ini malah mempermainkan pernikahan nya nanti dan malah menyakiti pihak lain. " aku serius pa" jawab Niko tak kalah serius " yasudah kau tentukan harinya dan papa sama mama ingin bertemu orang tuanya" " papa!! mama tidak setuju!! mau letak dimana muka mama , mama sudah menjodohkannya dengan bella anak teman mama!! " ucap mama tak terima sambil mencubit lengan suaminya yang tak peka dengan keinginannya tadi sebelum Niko datang. " tapi aku tidak suka dengan dia ma " timpal Niko  "sudahlah ma biarkan niko yang memutuskan .. toh nanti yang menjalankan juga dia bukan kamu kan " " papa gimana sih kok malah bela niko!! " kesal mama lalu beranjak ke kamar nya meninggalkan niko dan suaminya "sudahlah nanti mama mu papa yang bujuk, kamu pikirkan aja pernikahan mu " " iya pa,kalau gitu niko pamit pulang" "hm.. hati hati" Niko yang sekarang tlah sampai dirumahnya ia langsung beranjak ke kamarnya untuk melihat keadaan tasya yang tadi ia tinggalkan. " ehh kamu sudah bangun "  " iya, tuan dari rumah orang tua tuan ya ? " tanya tasya sambil membenarkan posisi duduknya " iya" ucap niko sambil berjalan kearah ranjang lalu duduk di samping tasya " sudah baikan?" tanya Niko "hm sudah tuan" "oke"  situasi canggung baru lagi ini  "hmmm apa orang tua tuan merestui hubungan kita?" "kenapa ? kau berharap mereka menolaknya ha!!" bentak Niko tiba tiba karna ia sungguh tak suka pertanyaan Tasya barusan " bukan gituuu tuan .." " ahh berarti kau sudah setuju sama pernikahan ini" " ahh terserah tuan saja lah" " plin plan banget si , oh iya orang tua kamu dimana ? mama sama papa aku mau kerumah kamu  " "aaaa hmm" pikir Tasya panjang  "aaa hm aa hmm aja kamu, dimana ?? jangan jangan kamu lupa ingatan lagi gara gara gue cium tadi" " aku yatim piatu " "heh?" berubah langsung raut wajah Niko yang awalnya kesal jadi merasa bersalah karna ucapan Tasya  "karna itu kamu gak dicaiin selama tinggal disini" ucapnya dalam hati  "keluarga dekat ?" tanya Niko kembali " gak punya , selama ini aku tinggal sendiri" " tinggal sendiri ? dari kecil? " " nggak dari umur 18 tahun , sebelumnya aku tinggal di panti asuhan" " ahh jadi selama ini kamu tinggal dipanti" "iya" "yasudahlah karna kamu gak ada keluarga kita langsung nikah saja ya, ahh atau kamu mau kemakam orang tua kamu dulu gitu minta izin "  aku tidak tau orang tua aku dimana masih hidup atau belum tuan " ucap Tasya dengan raut wajah yang berubah menjadi sendu "aisss bodoh banget sih jadi manusia nikooooo" kesalnya dalam hati "ahh iyaya yaudah aku mau mandi dulu, siapin pakaian aku!!" ucapnya lalu berjalan ke arah kamar mandi " aku?" "yaiyalah kan kamu mau jadi istri aku, belajar dulu biar gak lupa nanti, oh iya sesuain dengan cuaca dan kondisi ya jangan sesuka kamu aja milih " ucapnya lagi lalu berhambur pergi ke kamar mandi  tasya yang mendengarnya hanya menarik napasnya panjang yang ntah sudah berapa kali ia melakukannya "belajar jadi seorang istri? " adalah hal yang tidak pernah ia pikirkan sebelumnya ia pikir ia akan menjadi gadis tua yang sibuk dengan kerja part time nya  namun sekarang takdir berkata lain ia malah akan menikah sebentar lagi dengan orang yang tidak pernah ia pikirkan sebelumnya. "jalani saja dulu tas mana tau dia orang terbaik yang dipilihkan untukmu , lagipula sikapnya tidak pernah melukaimu sekalipun " ucapnya untuk menguatkan dirinya yang masih plin olan  sekarang ia sedang berada di ruang ganti niko yang bisa diucapkan begitu besar malahan lebih besar ruang gantinya dari pada kos tempat tasya dulu bernaung  ia memilih pakaian tidur celana panjang dan baju lengan pendek bermotif sama berwarna biru dongker lalu meletaknya di atas meja disana supaya niko bisa langsung memakainya. setelah itu ia keluar. dan tak lama Niko masuk ke ruang gantinya. 10 menit kemudian ia keluar dan berjalan kearah tasya yang sedang sibuk menatap langit malam melalui jendela kamar. "hei" tegur Niko   "hm" jawab tasya sambil menatap kearah Niko lalu kembali melihat langit "besok besok kalau milihin pakaian jangan lupa pakaian dalamnya juga" bisiknya ke telinga tasya  ........................................................................................ To be Continue Guys  alhamdulilllah udah episode 5 semoga kalian suka ya :) mohon support Like dan Comment nya ya di cerita cerita ku ini  insyallah aku akan update tiap hari namun tidak janji :)  see you soon 
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD