14.05
Tasya sedang menybuk kan dirinya dengan membaca Novel di taman belakang rumah nya, dengan angin sempi sempoi membuat nya menjadi tambah nyaman berada di sana lama lama.
suara Bik Mirna tiba tiba membunyarkan fokus nya
"Nyonyaa..." panggil Bik Mirna yang terlihat sudah ngos ngosan setelah berlari
"ada apa bik" jawab Tasya setelah menutup buku novel nya.
"ada ada nyonya" Bik Mirna masih sulit berbicara ia tampak ketakutan dengan wajah nya yang hampir pucat
"bibik duduk dulu baru cerita sama saya"
"nggak sempat nyonya , nyonya sekarang ke depan ada nyonya !!"
"ha?"
"mama nya tuan Niko"
"HA!!" tasya yang tadi nya santai merubah raut wajah nya menjadi terkejut.
"baik bik aku depan dulu ya" Tasya cepat cepat ke ruang tamu karena ia takut jika kelamaan mama mertua nya pasti akan memarahi nya lagi dan lagi.
saesampai nya di ruang tamu benar saja sudah ada wanita paruh baya cantik walaupun umur nya yang sudah tak muda lagi.
"mama" lirih Tasya dengan suara nya yang sangat amat pelan namun bisa di dengan mama Linda
"Duduk" ucap Mama LInda dingin
Tasya menuruti ia segera duduk, ia mengambil sofa yang agak jauh dari mama Linda karena ia takut jika dekat dekat mama mertua nya malah risih dan tambah tak suka dengan nya.
"kenapa jauh sekali si !! kau tak suka dengan ku" ucap mama linda dengan nada suara yang sama sekali tak bersahabat
"maaf ma bukan gitu" Tasya langsung mengeser tubuh nya dan duduk di dekat mama mertua nya.
"kau suka sama anak saya?" tanya mam Linda to the point
"maksud mama?"
"tinggal jawab iya atau tidak bisa kan?" ujar mama Linda dengan menekan kan tiap katanya
"tentu saja saya menghormati suami saya ma, dia kepala keluarga di keluarga kami dan saya mencintai nya"
"alah aku tau kau hanya cinta dengan harta nya kan, lagian kalian hanya nikah kontrak" ucap mama Linda yang membuat Tasya membelalak terkejut karena baagaimana mama mertua nya tau sebab surat itu hanya ia dan NIko yang tau. dan sangat nggak mungkin jika Niko yang memberitahunya.
"kenapa ? kau pikir aku nggak tau?"
"maaf ma"
"kau tau kau sangat tak pantas berada disisi anakku, ia begitu bersinar bagaikan bintang sedang kan dirimu.. lihatlah apa kah kau bisa bersanding dengan nya , apa menurut mu kau pantas menggandengnya di jalanan ? apa kau pantas menjadi istrinya ha !! pikir Tasya pikir !!"
"maaf ma"
"sudah kubur mimpi mu untuk bersama dengan anak ku, dan biarkan dia bersama dengan cinta nya dan anak nya yang sebentar lagi akan lahir dan tenang saja aku akan memberika mu uang yang banyak bahkan berkali lipat dari yang Niko berikan tapi kau harus pergi dari nya."
"apa harus ma?"
"jika kau ingin uang"
"tapi aku nggak mau uang ma"
"terus apa?!"
"aku ingin disayangi dan dihargai selayak nya wanita ma, tapi jika mama ingin aku pergi dari hidup mas NIko aku akan pergi tapi tolong biarkan aku tetap dengan nya sampai 8 bulan lagi"
"8 bulan ? kau gila itu terlalu lama !!" mama Linda tak terima dengan syarat yang diberikan Tasya
"ku mohon setelah itu aku tak akan kembali lagi ,aku akan memberikan tempat ku untuk nona Alexi"
"kenapa harus 8 bulan? dan apa Niko setuju?"
" waktu itu aku buat perjanjian sama mas Niko, sesaat 1 tahun pernikahan kami akan bercerai dengan atau tidak persetujuan kedua belah pihak" jelas Tasya
"Baiklah , semoga saja kau tak akan melanggar janji itu" ucap mama Linda dengan mata nya yang menyalang ke Tasya, sedangkan wanita itu ia memberikan tatapan yang ramah dan sednu pada mama mertuanya.
setelah itu mama mertua nya langsung angkat kaki tanpa berpamitan , bahkan saat Tasya ingin menyalami nya ia menolak mentah mentah uluran tangan tasya.
setelah mama mertua nya pergi Tasya kembali kedalam rumah dengan wajah sendu nya.
"yang sabar ya nya.." ucap bik Mirna yang mencoba menenangkan nyonya nya Bik Mirna yang dari tadi bersembunyi alhirya keluar. ia tadi pun mendengar percakapan antara mertua dan menantu itu, hatinya begitu miris ketika mendengar bahwa Tasya harus meninggalkan Niko. jahat sekali bukan . andaii saja nyonya besar nya itu tau gimana sikap Tasya pasti ia tak akan melepaskan menantu nya ini.
"makasih bik , oh iya maaf ya bik sore ini Tasya nggak bisa bantu bibik buat masak makan malam" ujar Tasya
"iya nggak papa nyonya, nyonya istirahat saja"
"iya makasih bik"
"nya bibik habis ini mau keluar ke supermarket nyonya ada yang mau dititp?"
"nggak bik, bibik hati hati ya" ucap Tasya lalu wanita itu segera berjalan ke arah kamar nya dan menutup pintu kamar nya.
sesaat ia akan ke kamar mandi ia dikejutkan oleh pintu kamar nya yang tiba tiba terbuka, dan disana ada Niko.
pria itu berjalan ke arah Tasya.
"mama ngapain tadi?" tanya Niko saat mereka sudah sama sama dekat
"mama hanya mmpir mas"
"apa yang mama omongi sama kamu!" bentak Niko karena ia benci jika Tasya membohongi nya. apalagi mencoba menutup nutupi aib mama nya.
"mama hanya beri aku wejangan tentang rumah tangga mas" ucap Tasya dengan nada lembut, ya iya berbohong karena lebih baik berbohong dari pada menjelaskan semua nya sebab sia sia juga , ia tak ingin Niko membenci mama nya. karena jika itu terjadi maka ia lah yang dapat ganjaran nya. karena bisa membuat Niko membenci ibunya.
"aku nggak bohong mas, mas tanya aja sama bibik dan mama" ucap Tasya lalu ia segera ingin ke kamar mandi dan Niko masih setia membututinya karena ia belum puas dengan jawaban Tasya.
"aku serius !! jangan berbohong dengan suami mu !! kau ingin masuk neraka ha!!" bentak NIko dan kini ia sudah mencengkram bahu Tasya kuat, Tasya meringis kesakitan namun pria itu tampak nya tak peduli sama sekali.
"mas auww sakitt... lepasi mas" rintih Tasya
"jawab pertanyaan ku Tasya"
"bukan nya aku sudah jawab tadi mas, kamu kenapa nggak percaya si sama aku"
Niko melepas cengkaraman nya di bahu Tasya lalu membawa wanita itu kedalam dekapan nya.
"maaf..." ucap Niko kemudian
Tasya tak menjawab karena ia tau pasti habis ini akan ada kejadian lain lagi yang terjadi. ntah itu bercinta atau kembali memaki nya lagi.
Niko pria itu sangat sulit di tebak , ia bisa baik jahat dalam bersamaan dan bodoh nya Tasya malah mencinti pria itu, benar kata orang orang cinta itu membuat kalian bodoh seketika.
"mas.." panggil Tasya saat mereka masih dalam pose berpelukan
Niko berdehemn
"kenapa pulang?" tanya Tasya
"apa aku nggak boleh pulang? bukan kah kau bilang bahwa dirimu adalah tempat aku pulang"
"Tapi nona al-
"jangan bicarakan orang lain saat kita bersama" potong Niko saat wanita itu ingin membicarakan tentang keadaan Alexi
"jangan begini mas"
"maksud kamu?"
"nona Alexi dan anakm mereka sedang membutuhkan mu.. jadi pergi lah kesana"
"kau tak suka aku disini? " NIko melonggarkan pelukannya dan menatap wajah Alexi lekat
"sangat suka tapi tak dengan hari ini, aku tak ingin egois.."
'dan aku tak ingin terus bersama dengan mu, aku harus terbiasa' ucap Tasya
Niko menyetujui ucapan Tasya, ada benar nya juga sekarang Alexi sedang membutuhkan nya di tambah kondisi nya emang dalam keadaan yang tak baik.. tapi ia ragu ia masih ingin disini bersama istri nya.
rasa nya enggan kaki nya melangkah keluar dan ia kembali memeluk erat tubuh Tasya.
ia memiringkan kepala nya lalu melumat bibir Tasya, awalnya hanya lumatan biasa namun nafsu merasuki dirinya.
Tasya menarik tubuhnya menjauh dari Niko, ia takut mereka malah bermain lagi siang ini.
"mass jangan .." ucap Tasya yang pinggang nya masih di pegang erat oleh Niko
"tapi aku pengen.." ucap NIko dengan wajah sendu nya
"tadi malam kan sudah"
"aku mau lagi"
"mas kumohon..." namun bukan Niko jika ia mengiyakan ucapan Tasya yang satuu ini. pria itu malah kembali melumat bibir Tasya dengan sangat agresif dan menuntut.
Tasya yang sudah tau akan seperti ini pun hanya pasrah menerima setiap sentuhan dari Niko.
pria itu sungguh lihai bermain di tubuh Tasya, bibirnya yang awalnya seibuk di bibir Tasya sekarang sudah berada di leher jenjang milik Tasya.. ia menghisap dan meninggalkan Kissmark lagi disana. padahal saja yang kemarin masih membekas di sana.
"mas pelan pelan" ucap Tasya sesaat Niko sudah melepaskan celana Jeans nya.
Tasya takut, ia takut karena Niko selalu kasar saat bercinta dengan nya, tak tau kah Nio bahwa miliknya masih sakit bahkan saleo yang di beri bik MIrna masih belum kering sempurna.. sebab baru ia oles tadi sebelum baca Novel.
Tasya mundur . buru buru ia menutup tubuh telanjang nya denga selimut.
"kamu mau kemana! kesini" perintah Niko dingin
"aku belum basah mas, nanti sakit lagi"
"Tasya"
"mas kumohon"
"kemari Tasya" bentak NIko
Tasya menggeleng, ia semakin merapatkan selimutnya dan hendak turun dari ranjang. namun Niko menarik lengan kembali lalu menghempaskan tubuh Tasya dengan mudah. menyingkirkan selimut yang Tasya gunakan untuk menutupi dirinya.
Dan benar saja Niko dengan tanpa hati nya memasuki milik nya kedalam milik Tasya tanpa aba aba.
"akhhh..." teriak Tasya saat Niko suah berhasil menguasai dirinya. benar saja masih perih tanpa pemanasan yang baik rasanya sangat sakit. dan Tasya sudah hapal betul itu.
setelah beberapa Ronde akhirnya permainan keringat itu berakhir sudah, Tasya lega dan ia menutup mata nya untuk tidur.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
To be continue
yok yok lanjut ke Part selanjut nya yokkk
yok kasih Like nya yok beri komentar juga jangan lupa