CHAP 48

1165 Words
AUTHOR's POV Ruangan melati dimana Alexi sedang dirawat pagi itu sedang ada tawar menawar antara Dokter Rega dan dirinya. Dokter Rega menawarkan nya untuk menjadikan Niko satu satunyadi hidupnya begitu juga sebalik nya, Tasya harus jadi milik dokter Rega.   "bagaimana kau tertarik?" Tanya Dokter Rega lagi "aku tak tertarik sama sekali, kau tau Dokter Rega terhormat Niko Hartanto adalh pria yang sangat menyayangiku melebihi apapunm jadi aku tak butuh tawaran mu !!" ucap Alexi dengan nada sombong dan tangannya yang sudah terlipat di d**a nya. "hahhaha... - Dokter Rega terbaha bahak lalu melanjutkan bicara nya " oke oke terserah padamu, aku beri waktu dua hari jika kau tertarik kau bisa menghubungiku. ini nomorku" Dokter Rega memberi nya sebuah kartu nama lalu segera pamit meninggalkan nya seorang. "AKU TAK BUTUH" triak Alexi, namun dalam seperkian detik pintu ruangan nya terbuka kembali dan disana ada sosok calon mama mertua nya. "kamu habis bicara sama siapa?" tanya mama Linda setelah masuk dan kembali menutup pintu "Hm? nggak ma aku tadi habis nonton Drama di HP" elak Alexi lalu memasuk kan kembali kartu nama yang di beri Dokter Rega tadi ke dalam saku baju rumah sakit nya. 'kenapa dia harus kesini sii ganggu mood aja' ucap Alexi dalam hati namun dengan wajah senyum terbaik nya. "kamu sudah makan? ahhh dan mana NIko" tanya mama Linda sambil tangan nya yang terus mengecek perut Alexi yang sekarang sudah tak buncit lagi. "Niko ke kantor ma. dan aku belum makan" "APA !! ayah macam apa dia !! masih sempat sempat nya mikirin perusahaan" cerca Mama Linda lalu segera menekan nomor telpon yang Alexi kira ia akan menelon Niko. Alexi tersenyyum senang karena mama Linda yang dulu tak menyukai nya sekrang sudah berada di pihak nya . tak sia sia ia mengandung anak ini. ucap nya sambil mengelus elus perut nya. mama kembali dengan wajah kesal nya. dan duduk di samping Alexi "gimana ma? NIko pasti nggak akan kan?" Tanya Alexi setelah meleihat raut wajah calon mertua nya "IYA!!"  "mungkin dia lagi bercinta dengan istri nya ma.. mama nggak tau aja semalam Niko nggak kesini ma ia pulang kerumah Tasya dan pas pagi tadi kesini leher nya penuh dengan Kissmark wanita itu" Alexi mengadu kan semua yang ia rasakan .. toh mama mertua nya pasti akan membela nya dan w************n itu pasti akan kena marah lagi.  "kamu serius?" "iya ma... NIko tega banget ya , dia nggak sayang sama Alexi dan anak ini" "nanti mama marahi wanita itu !! mama heran mau mau aja NIko sama dia" "mungkin Niko di pelet ma" "bisa jadi!!" ucap mama Linda yang mengangguk berkali kali yang setuju dengan ucapan Alexi . . . Sedangkan di sebuah ruangan yang di bagian pintu depan nya bertulis kan CEO. disana Niko sedang berkutat dengan pikiran nya.. terlalu banyak beban yang ia tanggung. Kerja kantor, Alexi , anak dalam kandungan Alexi dan Tasya istri nya.  dan yang paling membuat nya stress adalah Tasya, wanita itu menguras pikiran nya sekarang apalagi ketika ia ingat saat wanita itu meminta nya untuk cepat menceraikan nya. Yang benar saja ia tak akan menceraikan wanita itu bagaimanapun ia akan mencari cara agar Tasya akan selalu berada disisi nya, dan Alexi ? ia masih ragu untuk menikahi wanita itu ditambah banyak berita berita miring yang ia dapat kan beberapa minggu ini. "Boss..." panggil Yoga sang asisten setia nya. Niko berdehem tanpa mengalihkan pandangan nya pada wallpaper HP nya. "pandangi terusss... nggak bosan apa "  "aku bingung ga" ucap Niko dnegan wajah sendu nya.  "lo bisa cerita dengan gue" "gimana menurut lo , apa harus aku menikahi Alexi?" "WHAT !!! Akhirnya ya tuhan teman ku kau sentuh juga otak nya ini !!!" ucap Yoga penuh kebanggaan dan rasa syukur tak lupa ia mengandahkan tangan  nya ke langit langit sambil bersujud syukur.  "apaan si lebai banget lo !! gue tanya gimana?" "Menurut gue lo nggak akan pernah cocok dengan wanita berwujud iblis itu, ups maaf tapi gue serius dengan ucapan gue" "tapi gue nggak tega misahin dia dengan anak nya" "ya lo juga nggak boleh egois dong... anak nya nggak bisa lo pisah gitu aja , sampai umur 2 tahun anak lo harus asi lo mah mana bisa emang punya  ?"  "anjir looo" dengan kesal Niko melemparkan nya dengan pena yang dipegang nya sedari tadi. "Oh iya , gue minta lo untuk lacak dokter m***m itu" perintah Nikoo "dokter mesuk mana? gue nggak bisa baca pikiran lo boss" "Namanya Rega hanya itu yang gue tau dia kerja di rumah sakit Mitra nusada tempat bokap sama Alexi dirawat" "ohh oke .. trus apa yang perlu gue lacak?" "semua terutama masa lalu nya !! kenapa dia bisa kenal  dengan Tasya" "ohhh karena nyonya muda rupa nya.." ujar Yoga dengan menahan ketawa nya "sejak kapan lo manggil Tasya nyonya muda ha!!" bentak Niko yang kesal dengan nama panggilan yang di buat oleh Yoga "terus gue harus manggil apa ? sayang"  "Bangs*t Lo !!!" Niko yang hampir naik pitam ingin melempar semua berkas yang ada didepan nya ke arah asisten pribadi sekaligus sahabat laknat nya ini.  "sabar sabar gue hanya bercanda" ucap Yoga dengan cepat sebelum boss nya menggila karena cemburu "jadi gue manggil istri lo apa?" tanya Yoga lagi "nyonya aja nggak pake muda" "lah kan emang masih muda kan. terus juga ngebantu gue agar bisa bedain dengan mama anda bos" ujar Yoga panjnag lebar  "terserah lo !!" ucap Niko lalu segera mangkir dari tempat duduk nya dan masuk kesebuah ruangan sembunyi yang hanya ia dan Yoga yang tau ohhh nggak Alexi juga tau. "Tuan Bos kenapa anda masuk kesana ?" "gue ngantuk" "mama anda tadi nelpon saya, katanya anda harus ke rumah sakit sekarang atau nggak- "nggak kenapa !! apa yang mau mama buat gue nggak takut" potong Niko sebelum sahabat nya itu melanjutkan bicara nya. "menurut mata mata gue katanya mama tuan sedang diperjalanan menuju rumah nyonya muda" ujar YPga santai namun tidak dengan Niko pria itu segera membalik tubuh nya , dan berjalan cepat mengambil jaket nya dan tak lupa kunci mobil nya.  "mau kemana bos ? kata nya nggak takut" ejek Yoga setelah bos nya itu sudah menghilang , Niko pria itu ia jarang sekali memakai supir ketika keluar, katanya ia lebih nyaman mengendarai mobil nya sendiri.. dan menurut nya juga mobil adalah area privasi milik nya jadi hanya ia yang bisa masuk yang lain harus izin dahulu. Niko memacu mobilnya dengan kecepatan penuh, ia tak khawatir sungguh khwatir ditambah telpon rumah dan Tasya yang dari tadi ia hubungi tak ada yang nyaut membuatnya menjadi tambah khawatir. sedangkan Tasya , wanita itu sekarang sedang berada di ruang tamu bersama dengan mama mertua nya. mama mertu nya terus menyudutkan Tasya.. menghina memaki nya terus menerus.. ia tak bisa membalas bahkan pergi sekalipun. ia hanya mendengar semua itu dengan lapang d**a. toh semua yang diucapkan mama mertua nya ada benar nya juga.  >>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>> To Be Continue  semangat Update semangat semangat semangat ayo klik love dan jangan lupa beri komentar positif untuk Author  terimaksih sudah mampir By Author Pearl :)
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD