9
"karena masih akan, dan sesuai janji yang awal selama masih dalam status suami istri aku akan tetap menjalankan tugasku sebagai istrimu dan jika surat keputusan cerai sudah keluar aku akan pergi dari kamu dan kita akan jadi dua orang yang tak pernah kenal"
"kenapa jadi nggak kenal?"
"lebih baik begitu mas"
"aku nggak setuju!"
"ini pendapatku mas, lagian setelah bercerai kamu juga nggak ada hak lagi untuk mengatur aku"
Niko terdiam ia pun melanjutkan makan nya dalam diam, dan sama dengan Tasya.
Setelah makan Tasya mengambil piring bekas Makan Niko dan membawa nya ke wastafel lalu segera di cucinya.
"kenapa kamu yang cuci kan ada bibik?" ucap Niko
"nggak papa mas, lagian ini cuma sebiji" JAwab Tasya sambil mencuci
"aku mau bicara"
"ya sebentar aku cuci ini dulu"
"aku tunggu di kamar"
"iya" jawab Tasya, dan Niko sudah mangkir duluan ke kamar tanpa menunggu Tasya.
Tasya's POV
aku yang sudah selesai mencuci segera kembali ke kamar dimana sudah ada mas Niko disana. saat masuk aku lihat mas Niko sedang duduk di sofa yang ada pojok kamar ku.
"mas Niko" panggil ku
"duduk" ucapp nya sambil menunjuk ke salah satu sofa di depan nya
aku pun menurut , dan apa kalian ingat scene ini terasa sama ya saat mas Niko mengungkap kan tentang pernikahan kontrak waktu itu. di malam setelah pernikahan kami. masih terasa di hati ku.
"ada apa mas?" tanyaku sesaat aku daratkan p****t ku di atas sofa
"Layani aku" ucap nya dengan sorot mata dingin ciri khas nya
"ha? maksud kamu mas?" aku tak mengerti maksud pembicaraan nya jujur.
"Layani aku malam ini" ucap nya sekali lagi dengan sorot mata yang sama
"maksud kamu , tentang 'itu' "
mas Niko mengangguk
"tapi ma-
"kau bilang kau akan melayani aku selayaknya istri saat kita masih berstatus suami istri"
"baiklah mas, tapi kumohon ini terakhir"
"Hm" setelah itu ia segera beranjak dari tempat duduk nya dan berjalan ke arah pintu sebelum itu mas Niko sempat bersuara
"nanti siang aku kirimkan kau baju pakai itu saat aku datang malam ini, aku ingin kau tak menolak karena ini 'TERKHIR" ucap mas Niko dengan menekan kan kata terakhir di kalimatnya. aku hanya diam dan aku tau maksud pakain yang ia maksud. dan aku tak akan menolak karena ini terkahir bukan.
.
.
.
Niko yang sekarang suda ada di mobilnya, ia berencana ingin mampir kesebuah toko baju wanita, ya pakaian yang ia maksud tadi.
sesampainya ditoko itu segera menepikan mobilnya dan segera keluar. saat masuk toko tersebut sedang sepi pengunjung. dan salah satu pelayan datang mengahmpirinya.
"ada yang bisa saya bantu pak?"
"aku ingin mencari Lingerie" ujar Niko
"yang seperti apa pak?"
"tunjukan pada ku"
"baik tunggu sebentar pak"
pelayan toko tersebut segera mangkir dari hadapan Niko lalu beberapa menit kemudia ia kembali dengan beberapa potong baju yang ia bawa.
"ini pak" ia menunjukan pakaian pakaian sexy itu dihadapan Niko, dengan cepat Niko memilih pada sebuah Lingerie berwarna merah berenda.
setelah memilih ia segera ke kasir dan membayar belajaan nya lalu keluar dan masuk ke dalam mobilnya.
.
.
.
Alexi sedang bersantai santai di kolam renang, dengan bikini sexy yang ia pakai plus perut buncit yang kurang lebih sebulan lagi akan meletus ups salah maksud nya akan mengeluarkan isi nya a.k.a melahirkan ya.
"BIBIK" teriak wanita itu
"iya nona eh nyonya" ucap pembantu nya yang bernama bik asih
"aku lapar!!"
"nyonya mau bibik buatkan apa?"
"terserah bawa saja yang enak di dapur" perintah Alexi, perangai nya yang kasar dan suka menyuruh nyuruh orang sangat dibenci oleh para pembantu disini namun mereka mau apa , mereka di bayar disini. dan aneh nya wanita itu akan merubah sifat nya saat ada nyonya Linda dan Niko di rumah, ia bagai aktris yang pandai ber akting bahkan akting nya sangat mulus bagai seorang wanita lemah yang bahkan teriak saja ia tak sanggup.
Bik Asih membawa buah buahan yang ada di kulkas tak lupa di kupas nya terlebih dahulu dan cuci bersih.
"ini nya" ucap Bik asih dan memberikan ke nyonya nya yang sok berkuasa padahal ia hanya simpanan yang beruntung
"Hm." Alexi menerima nya tanpa berucap terimakasih
"dan pergi sana" di tambah ia mengusirnya lagi.
wanita hamil itu menikmati makan buah nya bersama tablet nya, ia sedang sibuk berselancar di sosial media. dan saat dia sedang sibuk nya menscrol di aplikasi yang sedang viral saat ini yang bernama Tiktik. tiba tiba saja handphone yang berdering dan menampilkan nama yang tak ia kenal. dan tan pa ragu ia mengangkat nya.
Alexi
"Halo" ucap Alexi
Pria Itu
"bagaimana ? enak hidup di rumah pria lo?" ucap seorang pria yang mana Alexi sangat mengenal nya
Alexi
"Kamu..."
Pria Itu
"iy gue, baru ingat?"
Alexi
"kamu dimana?"
Pria itu
"masih bisa nanya kabar gue setelah lo kabur membawa darah daging gue ha !!" bentak pria itu
Alexi
"ini bukan milik kamu"
Pria itu
"benarkah ? gimana jika kita periksa DNA nya. gue dengar di umur kandungan lo yang sekarang sudah bisa mengecek DNA nya"
Alexi
"kamu tega sama aku?"
Pria itu
"kenapa nggak lo aja tega sama gue?"
Alexi
"aku mohon jangan ganggu aku , aku mau bahagia dengan ayah dari anak ini"
Pria itu
"ayah dari anak ini? cuih.. masih bisa lo bohong lo ha !"
Alexi menutup panggilan dari pria itu secara sepihak, ia begitu takut dengan ancaman yangpria itu lontarkan. bagaimana? bagaimana jika itu terjadi dan saat ia sedang menyelam dalam pikiran nya.
"kamu ngapain di sana?" panggil seseorang dari arah belakang Alexi , dan saat ia berbalik ternyata ada Niko di belakang nya. kekasih nya pria yang sebentar lagi akan menikahinya.
'apa ia mendengar ku tadi?' ucap Alexi dalam hati
"kamu ngapain?" tanya Niko lagi lalu pria itu dudk di samping Alexi yang masih mematung
"nggak mau jawab?" tambah Niko sambil mentoel Pay**dara Alexi yang sedang menantang di hadapanny yang hanya di bungus oleh Bra mini yang sudah tak sanggup menutupi nya. karena ukuran pay**dara Alexi yang sudah membesar akibat mengandung.
"ka kamu dari tadi?" tanya Alexi gugup.
>>>>
To be continue cukup sekian cerita nya besok aku update lagi ya..
sampai jumpa di chapter selanjut nya Bestie bestsie ku...