Chap 60

1039 Words
Malam hari nya di rumah Tasya, wanita muda itu sedng sibuk dengan pikiran nya di teras kamar miliknya. 'apa aku harus pakai ini' pikir wanita muda itu sambil melihat ke sebuah paper bag yang tadi di antar oleh mas Niko. 'tapi pakaian ini terlalu terbuka, kenapa nggak langsung saja si' kesal nya Niko yang sudah memakirkan mobilnya di garasi rumah Tasya, pria itu langsung saja masuk ke dalam rumah tanpa mengetuk karena ia tau rumah ini sedang sepi sebab Bik Mirna dan Pak Roni di minta nya untuk ke rumah mama nya dulu, sebab malam ini ia akan menghabiskan malam yang panjang bersama istri nya. "Tasya.." Panggil Niko setelah masuk kedalam rumah , namun yang dipanggil tak kunjung menyaut "Tasya... Tasya..." "iya mas.." jawab Tasya dari dalam kamar dan segera keluar menemui Niko. saat sampai di luar kamar Tasya langsung mengambil tangan Niko dan mencium nya. "sudah makan mas..?" Tanya Tasya yang mencoba untuk tak gugup. "kamu terima paper bag yang aku kirim tadi siang?" "iya mas , ada di kamar" "kenapa nggak di pakai?" "sekarang?" Tanya Tasya Niko mengangguk anggukan kepala nya "Tapi mas.." "kenapa? kamu nggak mau?" "bukan begit- "terus?" potong Niko "pakaian nya tipis terus tembus pandang aku nggak nyaman pakai nya" jelas Tasya "Kamu lupa dengan ucapan ku tadi pagi" "iya aku tau" "kenapa nggak mengerti kalau sudah tau" "aku pakai nya nanti aja ya pas mau tidur" bujuk Tasya "Ya sudah" NIko mengalah, lagian jika Tasya benar memakai nya sekarang mereka tak akan makan malam, Sebab Niko tak akan sanggup menahan hasrat nya untuk mencumbui Tasya. "Kita makan dulu" Tambah Niko Tasya mengangguk setuju ia segera berjalan ke dapur dengan di ikuti Niko di belakang nya. setelah sampai di dapur mereka duduk di kursi masing masing dengan posisi saling berhadapan. Tasya engabil Niko nasi dan lauk pauk nya setelah itu baru miliknya. dan mereka pun makan dengan tenang. 15 Menit kemudian "sudah?" Tanya Niko sesaat Tasya yang sudah meletak kan sendok dan garpu nya. "hm" jawab Tasya "kemari" Niko meminta Tasya untuk mendekat ke tempat nya. Tasya tak bertanya wanita itu segera berdiri di hadapan Niko. "duduk" Niko menepuk nepuk paha nya meminta Tasya untuk duduk di pangkuan nya. dan Tasya menurutinya. dengan posisi seperti berpeluk kan. "kamu sudah kenyang?" Tanya Niko sambil membenarkan rambur Tasya Tasya mengangguk "mas..." panggil Tasya dan wanita itu menatap lurus ke mata Niko "hm" "kamu mengusir bibik sama pak Roni ya?" "mereka hanya sehari disana , besok kembali lagi" "syukurlah" "kau menyukai mereka" "Iya, jangan ambil mereka" pinta Tasya "jika kau suka kau bisa minta mereka tinggal denganmu" "apa tak masalah?" "tentu" "Terimakasih mas" ujar Tasya dengan senyum mengembang di bibirnya. Niko yang melihat nya merasa ada sesuatu dari dalam dirinya yang memekar. "Tak gratis.." ucap Niko lalu meraup bibir manis milik sang istri, Tasya tak menolak ia menikmati tiap lumatan yang di berikan NIko. Tangan kanan nya menekuk leher Tasya dan kiri nya mencoba melepaskan atasan Tasya. dengan sekali tarikan Kaos Tasya robek dengan sempurna dan menampilkan Br* HItam berenda milik nya. Niko tak menunggu lama di buka nya kaitan Br* itu lalu meremas nya lembut seolah ia takut akan menyakiti istri nya ini. Tasya yang sudah jatuh ke dalam perakapan sang suami dari tadi sudah mendesah desah tak karuan. sedangkan Niko ia melepaskan bibir nya dari milik Tasya dan turun ke arah leher jenjang milik sang istri dan meinggalkan jejak kepemilikan nya di sana serta tak lupa tangan nya terus meremas payu*da*a Tasya bergantian dan sedikit memilin nya.. "Hmmp ma-mas.. ma-mas" desah demi desahan Tasya terus menggema di kamar mereka. desahan Tasya pun membuat niko hilang kendali ia merasa berada di puncak, ia pun segera Melumat Pay*da*a Tasya dengan lembut dan menggigit Ni**e sang istri yang membuat nya perempuan itu berteriak tertahan. "ma.mas.. Hm..pphmpap,..." Niko yang dari tadi memperhatikan wajah Tasya yang sudah ON ia mengeluarkan senyuman smirk nya. Niko mengangkat tubuh Tasya ke kamar milik mereka dengan tak melepaskan bibir nya dari pa**dara sang istri. Setelah sampai di kamar ia menarik celana pendek milik Tasya lalu melepas pakaian nya juga. setelah itu kembali meraup bibir Tasya namun disini dengan agresif dan menuntut. mereka sekarang sudah sama sama bugil Niko mengarah kan tangan nya ke milik Tasya, ia meraba disana dan ternya Tasya sudah benar benar basah ia pun segera mengarahkan milik nya masuk. tapi di tahan oleh Tasya. "Mas .." ujar Tasya walaupun ia sudah b*******h sekarang namun rasa takut saat NIko menggahai nya dengan kasar membuat ny trauma. "aku akan pelan pelan" ucap pria itu lalu mengecup bibir Tasya. Niko kembali mengarahkan miliknya masuk, walau ia sama Tasya bukan pertama kali nya melakukan ini, tapi ia masih saja kesulitan untuk masuk seolah Tasya masih perawan. "kamu sempit sekali sya.. perasaan kita sudah beberapa kali main" ucap NIko yang sambil terus mencoba menerobos masuk ke goa milik TAsya. Tasya tak menjawab ia terus memejamkan matanya sambil menggigit bibir bawah nya, NIko yang melhat itu segera menghentikan permainan nya lalu mengecup mata Tasya dan berbaring di samping nya. Tasya yang terkejut langsung membuka matanya. "kenapa mas?" Tanya Tasya sambil membalikan tubuh nya ke arah Niko. "aku tak ingin memaksa mu apalagi membuatmu kesakitan" jawab Niko "bukan kah ini yang terakhir kamu bilang? jadi aku akan tahan kok" ucap Tasya "nggak sya , maaf aku egois.." Niko berdiri dari tidur nya dan segera memakai celana boxer nya lalu keluar tanpa meilirk Tasya. Pria itu sekarang sedang menikmati rokok nya di sambil membuka Tablet milik nya. Tadi nya ia sagat berhasrat ingin menggagahi Tasya namun sesaat melihat TAsya yang sepertinya ketakutan dengan nya membuat hati nya menciut dan memilih untuk meninggalkan wanita itu. sedangkan Tasya , ia sekarang masih ada dikamar nya ia merasa bersalah dan tak enak hati karena Niko meninggalkan nya. Tasya's POV 'Bukan nya tadi ia sendiri yang mau, kenapa sekarang malah seperti aku yang salah' 'apa aku ajak lagi?' 'ahh tapi kan malu.. ya kali' tapi lihat wajah nya tadi jatuh nya kasihan, kan dosa juga ya buat aku karena nggak ngelayani dia' setelah lama aku berpikir aku pun keluar kamar tak lupa aku memakasi baju yang di belikan mas Niko tadi siang, walau awalnya aku takut takut tapi ya mau gimana lagi hitunh hitung ini terakhir kali nya untuk aku dan mas Niko.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD