Chap 61

1012 Words
Tasya's POV Lama aku berpikir di kamar smpai akhirnya aku memilih untuk menghampiri mas Niko yang sepertinya sedang berada di ruang keluarga. aku mendekat lalu memeluk pria itu dari arah belakang. "mas.." panggi aku namun mas Niko masih diam "ayo tidur" ajak aku "duluan aja sya , aku masih sibuk" jawab mas Niko, tapi aku tau kalau di berbohong bukti nya saja dari tadi ia haya menggeser geserkan layar tablet nya. bahkan di layar tabletnya itu hanya bagan bagan nggak jelas. hm "aku mau tidur sama kamu, dan soal tadi minta maaf" cicit ku "kamu duluan ya, kalau sekarang aku nggak bisa" ucap mas Niko yang sekarang sedang menatap mataku. Aku tak akan menyerah kulepaskan pelukkan ku pada leher nya lalu berjalan ke depan nya. dimana sekarang posisi ku sedang berdiri di depannya. Mas Niko mendongak menatap ku "kenapa?" tanya nya "aku nggak ingin jadi istri yang banyak dosa nya mas" "maksud kamu?" dasar mas Niko ia tau atau pura pura tau si nyebelin !! karena kesal aku menarik tab yang ada di tangan nya lalu aku duduk di pangkuan nya dimana sekarang aku menatap matanya. "sya.." ucap mas Niko yang mencoba menurunkan aku dari pangkuan nya namun aku tak semudah itu dilepaskan nya sebab sekarang aku tambah memeluk erat tubuh mas Niko. aku sengaja mendekatkan d**a ku ke wajah mas Niko karena aku ingin menguji nya dan mencoba menghapus dosa ku aku melingkarkan tanganku di leher mas Niko lalu melumat bibir mas Niko tanpa jeda. menuntut mas Niko untuk membalas lumatan ku dan akhirnya mas Niko membalas malah ia lebih agresif membuatku susah mengibanginya . "kamu yang mennggoda aku dulu sya, dan kamu harus tanggung jawab!!" ucap mas NIko aku mengangguk dan kami kembali berciuman . kini bibir binal mas Niko sudah berada di leherku ia dan menghisap leherku dengan sangat kuat lalu tangan nya sudah berada di dadaku meremas nya taksa mpai situ ia segera membuka kembali pakaian k, ya aku jujur aku tak memakai dalaman karena aku ingin menggoda pria ku ini agar ia mau melakukan itu kembali sebab tadi aku merasa kasihan dengan nya dan jyga merasa bersalah. aku di baringkan nya di atas meja makan dan ia membuka kedua kaki ku lalu memasukkan kedua jari nya perlahan di deoan sana "jangan nangis ya" ucapnya tak lupa senyum smirk nya tak ketinggalan aku mehngganguk dan benar saja ia memasukkan kedua jari nya alu memaju mundurkan di dalam sana tak lupa bibir nya yang terus emenyedot payudaraku aku yang sudah kembali oN dari tadi mnedesah tak karuan bahkan rambut mas NIko menjad sasaran empuka ku unutk menjambak nya, mas Niko tak marah ia malah menambah kecepatannya dalam mempompa diriku setelah beberapa menit aku merasa ingin pipis dan aku menggelinjangkan tubhku di depan mas Niko mas Niko menegrti lalu menarik tangan nya dari dalam milikku . ia membiarkan aku sampai tenang lalu ia menyodorkan miliknya masuk ke dalam goa milikku . "aku pelan pelan kok" bisik nya dan ia segera memasukkan itu kembali aku merasakan sakit tapi aku tahan karena aku tak ingin mas Niko merasa bersalah setelah lama akhirnya milik mas Niko sudah masuk sempurna didalam milikku. ia mendiamkan nya lama lalu segera memompa di dalam sana. suara decekan dan deshan kami menggema di dapur untung saja bik Mirna dan pak roni tak dirumah , jika ia malu lah sudah aku. setelah lama kami bermain di dapur mas Niko mengangkat tubuhh ku dan mebawaku kembali ke kamar di sana kami bermain 3 ronde lagi. mas Niko seperti nya tak lela lelah menggahi ku. "mas capek.." rengek ku "sebentar lagi" "ini sudah yang keberapa kali kamu bilang gitu" "mass..." "ini terakhir" ucap nya lalu kembali memompaku dan benar saja setelah puncak nya ia segera melepaskan milik nya dari dalam milikku, lalu tidur idsamping ku. "makasih ya" ucap nya lalu mengecup dahi ku. dan kami pun berdua pun tidur dengan mas Niko yang memeluk ku. 'biarllah ini yang terakhir bukan' ucap ku pada diriku sendiri lalu aku menutup mata masuk ek dalam alam mimpi . . . di rumah Alexi Alexi sedang duduk di kamar nya tiba tiba saja di telponoleh orang yang tak ia kenal lalu ia mengangkat nya.. "siapa?" "gue, temui gue di cafe XX" "tapi" "ketemu atau semua keboongan lo gue bongkar" "iya iya" "cepat gue nggak mau lambat" Alexi buru buru ke kamar mandi ia segera mandi danmengganti pakaian nya ia setelah itu mengambil kunci mobil nya dan tas pribadi. sesampai nya di bawah ia segera menuju garasi "nona mau kemana>: :saya mau pergi bik jangan kasih tau mas Niko" "kenapa non?" "bibk bisa diam nggak ! ikuti saja kemauan ku !!" "baik non" ALexi kembali menuju garasi ia takut jika niko pulang" setelah sampai garasi ia segera masuk ke dalam mobil dan mengendarai mobilnya dengan kesepatan penuh menuju ke kafe XX yang ia tuju sesampai nya disana ia langsung masuk dan mencari keberadaan pria yang menelpon nya itu . setelah mengedarkan pandangan ia menemui lelaki itu. dan ia segera berjalan menuju kesana. dan duduk di depan pria itu. "lah besar aja itu perut!" cicit nya setelah alexi duduk "mau kamu apa !!" "beri gue uang 100 jt" "APA !!" "suami lokan kaya mas uang sebnayak itu lo nggak punya !! tapi itu bukan uang aku !!!" alah mikin lo!! yang pokok nya lo hars siapin uang 100 jt dan antar ke alamat gue kalau nggak gue bongkar anak siapa yang ada di perut lo itu !!" "tapi !!" "terserah lo ! gue hanya kasih tau aja" setelah bicara seperti itu Pria itu segera mangkir dan pergi meninggalkan Alexi sendiri . . matahari sudah menampak kan dirinya di atas sana , bahkan ayam ayam sudah berkokok tak berkesudahan namun kedua sejoli yang semalam b******u dengan cinta itu tak menampkkan diri ingin bangun. seperti nya pelukkan hangat dari masing masing membuat mereka terlena. Tasya membuka matanya perlahan. lalu menata pria yang ada di depan nya "aku tau aku tampan" ucap Niko yang masih setia menutup mata nya. Tasya terkejut ia pikir Niko tidu, ia pun segera melepaskan tangan NIko dari pinggangnya dan segera menuju kamar mandi. >>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>> Bersambung
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD