CHAP 62

1101 Words
Saat Tasya sedang sibuk masak ia di kejutkan oleh Niko yangg tiba tiba memeluk nya dari belakang. "mas.." lirih Tasya lalu melanjutkan kembali kegiatan masak memasak nya seolah ia tak terganggu dengan Niko yang terus mengelus elus perut nya bahkan menciumi leher Tasya. 'seandainya ini pernikahan normal pasti aku sangat bahagia melihat kamu seperti ini mas' ucap Tasya dalam hati. 'kenapa mencintaimu sesakit ini' bohong jika ia tak jatuh cinta dengan suami nya yang sebentar lagi akan menajdi mantan. selama 8 bulan berumah tangga dan selama itu lah ia sudah memendam perasaan nya. "mau masak apa?" Niko membuka suara setelah lama "Nasi goreng mas, kamu duduk aja ya biar aku masak nya cepat" bujuk Tasya "aku lagi nyaman" rengek Tasya Tasya tak bersuara lagi percuma, Niko adalah pria keras kepala dan batu banget. Niko mengelus elus perut Tasya yang rata. dan membuat wanita itu menegang sempurna. "seandainya benih ku berhasil membuahi mu, pasti disini sudah ada 'dia' " ucap Niko yang tak henti mengelus perut Tasya. Tasya membalikkan tubuh nya dan menghadap Niko. Tasya's POV "disini biarlah kosong, kan kamu sudah ada di nona Alexi" ucap ku sambil mengelus perut ku yang masih rata. "Tap- ucap mas Niko namun segera ku potong "mas kamu lupa? dulu, awal kita menikah bukan nya kamu sangat mencintai nona Alexi dan ingin segera menikahi nya. aku? aku hanya benalu di hubungan kalian, jadi lepaskan aku dan aku akan membiarkan kamu bahagia bersama cinta pertama kamu dan anak kalian. aku tak ingin anak itu bernasib sama dengan ku yang tak punya orang tua" ucap ku "maaf.." "kamu nggak salah , aku yang salah aku masuk tak izin dengan orang yang sudah memiliki kamu. seandai nya saja waktu itu kamu beritahu pasti aku tak akan memulai ini " "maaf kan aku" mas Niko ingin memeluk ku namun aku menahan nya. sudah sudah cukup aku harus memberinya batasan sekarang. "seandainya kamu dan nona Alexi sudah menikah aku harap kalian bahagia ya, agar pengorbanan aku tak sia sia" ucap ku lagi dan setelah itu aku kembali memasak nasi goreng yang tadi nya tertinggal. mas Niko? ia kembali ke kamar , aku tak tau apa yang ia lakukan. setelah kurang lebih 15 menit masakan ku selesai aku segera mencari mas Niko dan mengajak nya makan bersama. sebab sarapan ini adalah yang terakhir. aku mencarinya ke kamar ternyata ia sedang sibuk menelon seseorang aku tak ingin mengganggu nya sebab itu aku kembali ke dapur tak lupa sebelum itu aku memberi nya isyarat bahwa makanan sudah siap dan meminta nya segera ke dapur sebab aku menunggu nya. di dapur aku duduk dengan manis sesambil memainkan HP ku, aku membuka chat Group yang berisikan karyawan karyawan ku. dan tenyata di sana sudah heboh dengan Risa Tara Reno dan yang lain nya. Risa "Nyonya Bos hari ini Risa izin telat ya.." Tara "izin mulu lo ris.., nggak usah di kasih bos palingan pergi makan sama pacar nya tu" Risa "syirik aja yang jomblo" Reno "hahhaha, ups Jomblo wkwkwk canda Tara jangan marah ya" Tara "bisa diam nggak lo Landak hutan" Reno "Landak hutan sekapep ini buta lo Tar" Risa "Dua jomblo tolong ya jangan berisik, gue nikahin nanti kalian" Tara "maaf ya gue nggak minta sama landak hutan" "Reno "emang lo pikir gue mau sama lo," Risa "jangan berantem ya kalian penghuni hutan" Risa meninggalkan percapakan Tara meninggalkan percakapan setelah membaca perkapan mereka aku senyum senyum sendiri , mereka dengan tak sengaja mengembalik kan mood ku yang hilang beberapa saat yang lalu karena mas Niko. dan saat aku menutup HP aku tak sadar jika dari tadi mas Niko sudah berada di depan ku bahkan ia dengan mata melotot nya melihat ke arah ku. "sudah senyum senyum nya? habis chat an sama siapa?" ujar nya ketus "Group chat mas" jawab ku lalu mengambil nasi goreng untuk mas Niko setelah itu meletak kan nya di depan mas NIko tak lupa aku memberi nya air putih juga. "Group chat apa yang sampai membuat kamu lupa jika ada aku sudah duduk disini" "group chat karyawan aku mas, tadi Risa minta izin telat dan yang lain nya malah menggoda Tara sama reno" jawab ku yang mencoba menjelaskan. "ayo mas makan" ajak ku dan kami berdua pun makan dengan tenang, setelah selesai makan mas Niko membantu ku membersihkan rumah , hari ini aku izin tak datang ke cafe, dan karena hari ini hari minggu mas Niko sedang tak kerja. kami berdua menghabiskan waktu bersama dari nonton bareng di kamar makan siang menjemur pakaian membersihkan rumah bahkan menyikat Wc, hal yang tak pernah di lakukan seorang NIko Hartanto namun sekarang ia dengan sukarela menyikat nya dnegan bersih. setelah semua itu sekarang kami sedang berada di beranda kamar dengan mas Niko yang sedang duduk di samping ku bersama teh hangat yang sudah aku buatkan untuk mas Niko dan aku. "nggak terasa ya mas, sebentar lagi kita akan selesai" ucap ku membuka suara, mas Niko menatap ku. "selesai, iya aku baru ingat setelah seharian bersama mu" "semoga bahagia ya mas" ucap ku lagi yang mencoba tak menangis, karena itu aku tak berani menatap mas Niko yang aku tahu sekarag sedang menatap ke arah ku. "kamu juga, aku berdoa semoga kamu lebih bahagia setelah lepas dari aku. seperti yang kamu inginkan" "iya mas tentu" "boleh aku tanya?" ucap mas Niko "Hm" "tapi lihat aku" "aku lebih nyaman begini mas" "Tasya" mas Niko menarik tubuh ku dan membuat ku sekarang mengahadap ke arah nya. "boleh aku bertanya?" ucap mas Niko lagi dengan pertanyaan yang sama aku menjawab nya dengan mengangguk "setelah kita pisah , apa kamu akan mencari yang lain?" "mencari yang lain? aku tak pernah terpikirkan soal itu mas. aku hanya ingin bahagia jika harus sendiri aku sanggup melewati nya.. dan maaf, aku masih trauma untuk membuka lembaran yang baru" jawab ku dengan menunduk kan kepalaku. "maaf kan aku.. maaf jika aku membawa mu ke tempat yang malah menorehkan luka dalam di dirimu, dan aku janji aku tak akan menyakitimu lagi, aku akan pergi dari dirimu aku harap kamu bahagia setelah lepas dari aku" ucap mas Niko lalu membawa ku kedalam dekapan nya. dan aku menumpahkan air mataku yang dari tadi terbendung di pelupuk mata, 'maaf kan aku maaf ..aku sudah tak tahan menahan ini biarkan aku menagis untuk yang terakhir di dalam dekapan nya. biarkan aku egois kali ini biarkan aku memilih yang aku ingin detik ini tuhan dan mengapa jatuh cinta semenyakitkan ini , apa aku tak pantas di sentuh dengan yang namanya cinta di hidupku bahkan sedetik pun aku tak apa. aku ingin tau rasanya cinta ku terbalaskan ' lirih ku dalam hati. >>>>>>> To be continue Tertanda By Pearl Author
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD