Tasya's POV
Setelah hari itu aku dan mas Niko sama sama memutuskan untuk Lost Kontak, dan benar saja kami sama sama saling tak menghubungi, bahkan untuk mendengar nama nya saja aku memilih untuk pergi dari pada mendengar cerita nya dari orang lain yang membuat ku mengingat nya kembali .
Tak terasa hari ini sudah sebulan , keputusan hakim tentang perceraian kami pun sudah di putuskan. yang otomatis aku dan mas Niko sudah resmi bercerai.
menangis? apa perlu aku menagis air mata ku sudah banyak bertumpah ruah dengan tak seizin ku saat bersama nya jadi biarkan aku bahagia dan yang aku keluarkan hanya air mata bahagia.
aku menyibukkan diriku di cafe membantu Risa di kasir , membantu Tara mengelap meja mengantarkan makanan dan membantu Reno beserta tim di dapur.
"nyonya bos" panggil Risa yang sedang duduk di samping ku menghitung uang pemasukkan hari ini.
"ada apa Ris" jawab ku yang sedang sibuk membaca table laporan hari ini dari cafe ku yang berada di cabang lain.
"nyonya kalau capek boleh beritahu Risa biar Risa bantu"
"iya Ris tenang aja nanti kalau saya capek kamu akan saya buat lebih capek dari saya juga kok" ucap ku
"siap Nyonya BOs baik hati"
"ehh ehh ada apa ini siap siap.. tara mau tau dong" ucap Tara yang baru saja datang
"ehh anak kecil jomblo jangan ikut campur ya ini urusan orang dewasa" cibir Risa
"anak kecil anak kecil eehhh nona yang sok tua kita hanya beda beberapa bulan aja !! jangan sombong ya anda" balas Tara tak mau kalah, ya begini lah mereka suka bercanda namun semua nya tak di masuk kan ke hati . itu yang membuat aku salut persahabtan mereka di cafe sangat erat walaupun tiap hari nya sering hina menghina.
Tapi melihat mereka benar benar membuat mood ku membaik.
22 : 00
waktu tutup cafe , saat kami sedang bersiap siap pulang pntu cafe kembali terbuka dan yang masuk adalah dokter Rega
"maaf toko sudah tutup mas ganteng" ucap Risa
"saya mau mencari Tasya, Tasya ada?" Tanya nya sesaat sudah masusk, Tasya yang sedang mengelap meja segera menuju ke arah nya
"itu nyonya" tunjuk Tara kepada Tasya yang sedang jalan ke arah nya
"Dokter Rega ada apa? " Tanya ku
"aku tak sengaja lewat jadi aku ingin mampir"
"tapi cafe saya sudah tutup dok"
"hmm , boleh aku menunggu kamu? "
"menunggu saya ?"
"iya aku ingin ngajak pulang serempak, ada yang ingin saya bicarakan"
"ohh sebentar ya dok , saya ambil tas saya dulu"
sedangkan di sisi lain ada Risa dan Tara yang sedang bergosip
"siapa itu? ganteng sih.. tapi ebih gantengan bos Niko" ucap Tara
"eh lo nggak boleh gitu Tar, Nyonya dan bos Niko sudah bercerai.. mereka sudah punya hidup masing masing. lagian nyonya kita seperti nya lagi mencoba melupakan bos Niko deh" timpal Reno yang tiba tiba usdah ikut nimbrung dengan dua wanita itu di dekat kasir.
"eh iya sih Tar benar kata Reno" ucap Risa mengiyakan
"Kenapa ya nyoya sama bos bercerai padahal gue lihat mereka akur akur saj, bahkan gue lihat bos sepertinya sayang banget sama nyonya"
"kita ngak bisa mengecap hubungan orang baik baik saja, kan kita nggak pernah tau jika mereka sedang dirumah dan masalah apa yang sedang mereka hadapi" ujar Risa
"bener tu, udah ayo siap siap gue mau pulang cepat.." timpal Reno
"yeyeyeye"
Perusahaan Hartanto Group
Niko sedang uring uringan di kantornya,
"ayo pulang tuan BOs" ajak Yoga
"duluan aja "lah tumben nii" Goda yoga yang sudah tau jika mood sang tuan Bos sedang buruk
"benar nggak mau pulang?" Tanya nya lagi
"duluan saja yoga sebelum gue pecat lo !! banyak tanya seperti perempuan !! " bentak Niko
"ehh ngamuk !! iya udah gue pulang"
"ga..." panggil Niko lagi
"hm..." dehem Yoga yang sebenarnya belum puang
"gue mau pulang"
"tadi katanya nggak mau pulang "
"maksud gue pulang kerumah Tasya"
"jangan banyak tingkah tuan Bos Niko Hartanto, lo sama Tasya sudah cerai jadi jangan ganggu dia lagi !! dia sedang mencoba bahagia jangan hancurin lagi , dan bentar lagi lo akan jadi bapak juga masih aja mikirin perempuan lain, enak lo pulang lihat noh kekasih lo bentar lagi bakal melahirkan" ucap Yoga yang sedikit meninggikan suara nya karena kesal dengan BOS nya yang plin plan
"gue masih sayang ga"
"lo mau nyesal lagi !!, ingat nggak dulu waktu lo baru saja nikah sama Tasya apa yang lo ingat ha !! Alexi kan nah sekarang sama saat lo sudah balik ke Alexi siapa yang lo ingat !! Tasya nanti kalau sudah balik ke dia lo mau Alexi lagi!!" sudah jangan plin plan deh berpendirian dikit napa !!"
"gue bodoh ya ga, gue nyianyia in dia dulu dan sekarang gue malah mau pulang ke dia, dia sudah seperti rumah bagi gue..nyaman banget dan ditamba dia sagat baik dalam melayani gue "
"kalau lo mau dilayani dengan baik lo bisa bilang sama Alexi , perempuan itu pasti mau dengerin lo kan"
"hmm" dehem Niko , ia segera mengambil Tas kerja nya dan berjalan keluar kantor namun segera di tahan oleh Yogga.
"gue peringati sekali lagi, jangan dekati Tasya pulang kerumah lo Bos Niko"
"iya gue tau" ucap Niko lalu melepas tangan Yoga yang bertengger di lengan nya.
Niko yang sekarang sudah berada di mobil nya ia segera melajukan dan bodoh nya ia malah menuju rumah Tasya, rasa rindu nya terlalu memuncak ia berjanji hanya akan melihat wnaita itu sekedar nya.ia menepikan mobil nya tak jauh dari rumah TAsya saat ia sampai rumah Tasya masih sepi.
dan beberapa saat kemudian mobil sedan Hitam berhenti di depan nya, dan keluar lah wanita yang sedang ia rindukan bersama pria yang dlu nya sebagai Rival nya, Niko mengepalkan tangan nya ingin sekali ia keluar dan menonjok pria itu . lalu membawa masuk Tasya dan menghukum wanita itu. bisa bisa nya ia pulang dengan pria lain malam malam gini.
namun Niko menahan amarah nya, ia tak bisa sebab tasya bukan istri nya lagi wanita itu berhak mencari pria lain dan Niko tak pantas mengalangi nya namun rasa cemburu di d**a nya sangat menusuk...
ia pun segera menancapkan mobil nya sesaat mobil pria itu meninggalkan rumah Tasya/
>>>>>>
To Be Continue
By Pearl