Tasya yang sedang sibuk membersihkan barang barang nya dikamar dikejutkan oleh teriakan Via.
“Maa.....” teriak anak nya dari arah ruang keluarga.
Tasya pun langsung ke menghentikkan kegiatan nya dan ke luar kamar.
Saat ia berjalan ke tempat Tasya betapa terkejutnya ia saat melihat pria yang selama ini tak ia hubungi.
“Tasya...”
“Hai”
“Ka kamu..”
“Maaf ...” ucap Tasya tulus, ia merasa bersalah pergi tanpa pamit pada teman nya yang dulu selalu ada buat nya. Ia Adalah Rega, dokter muda yang waktu SMA Tasya suka namun cinta nya pupus. Kini mereka jadi teman.
“Bisa ya minta maaf.. setelah pergi 5 tahun menghilang..” ujar Rega dengan wajah kesal nya.
“Maaf nanti aku jelasin”
“Ma...”panggil Via sambil menepuk nepuk kaki mama nya.
“Anak kecil ini?” Rega menautkan alisnya berharap jawaban dari Tasya bahwa yang dia pikir benar.
“Ia, dia anak ku. Via kenalin ini om Rega. Teman mama” ucap Tasya sambil menundudukkan diri nya agar sejajar dengan Via. Dan hal itu sama dilakukan oleh Rega.
“Hai Via..” Panggil Rega
“Ohh.. via pikir papa” ucap gadis kecil itu sambil memonyongkan bibirnya.
Rega menatap Tasya membutuhkan jawaban nya.
“Via...” panggil Tasya seakan meminta anak nya untuk bisa paham.
“Iya ma ..”
“Oom, Rega” Rega menjulurkan tangan nya ke hadapan via. Via merasa ragu
“Nggak papa” ucap Tasya
Via menjabat tangan Rega “Via,om”
“Umur kamu berapa?”
“5 tahun”
“Kamu suka ice cream”
Wajah Via yang tadi nya cemberut berubah bahagia, namun tidak dengan Tasya mata melotot nya sudah siap menyambar Rega.
“Oom ada ice cream ya?”
“A ada” jawab Niko ragu ragu
“Boleh untuk via?”
“Via...” ucap Tasya
“Ma sekali aja..” bujuk via dengan wajah yang di buat buat sedih
“Nggak”
“Om tolong bujuk mama dong” ujar via yang mendekat ke Rega
“Nanti om bujuk ya, kalau sekarang mama masih marah”
“Oke om”
“Kalian bisik bisik apa?” Ucap Tasya yang merasa ia dikucilkan oleh 2 orang terdekatnya
“Nggak ada kok ma” jawab Via
“Mama mau masak dulu kamu sama om Rega bantu beres beres ya, ga bantu ya”
“Sipp tenang aja” balas Rega
“Ayok vi” ajak Rega ke Via
Via menerima ulurab tangan Rega dan mereka menghilang tak nampak dari Tasya.
******
Di mobil Niko yang dalam perjalan hendak kerumah Tasya tiba tiba di telpon oleh papany- pak Hartanto
“Halo pa?”
“Kamu dimana?”
“Di jalan mauketempat Tasya”
“Mau ngapain kesana? Tasya nggak akan pulang. .. Sekarang kamu pulang kerumah mama sakit” perintah papanya
“Tapi pa..”
“Pulang Niko”
“Iya iya pa”
Niko memutar balik mobil nya, ia berkendara menuju rumah orang tua nya.
Tak butuh waktu lama Niko sudsh sampai dirumah mama papa nya.
Niko memakirkan mobil nya tak jauh dari tempat parkir.
Ia pun keluar dari mobil.
“Selamat datang tuan” ucap pembantu yang sedang menyiram tanaman mama nya.
“Mama papa mana bik?” Tanya Niko
“Di kamar tuan”
“Mama sakit Udah lama bik?”
“Iya tuan seminggu an ini nyonya tidak mau makan”
“Ais, yasudah terimakasih bik”
“Sama sama tuan”
Niko masuk ke dalam rumah, tanpa basa basi ia menuju kamar mama dan papa nya.
Saat ia masuk ia melihat mama ny sedang terbaring di ranjang.
“Mama..” lirih Niko
“Niko”
Niko berjalan ke arah mama nya dan duduk di samping ranjang.
“Mama sakit? Sudah makan?”
“Mama mubtu sibuk mau punya cucu, makanya sampai sakitvseperti itu. Mau minta sama kamu. Kamu nya malah lebih parah” celetuk pak hartanto- papa Niko saat ia baru kelur dari kamar mandi.
“Maafin Niko ya ma..”
“Iya..”
*****
Via dan Rega sedang sibuk main di taman di dekat rumah nya, gadis kecil itu cepat sekali akrab dengan Rega.
Rega sangat memanjak kan Via, dan Via sangat senang dibperlakukan seperti itu seolah ia menemukan sosok ayah nya di diri Rega.
“Via senang?” Tanya Rega
“Senang om, besok besok oom main kerumah via lagi ya”
“Tentu gadis manis” Rega mencubi pipinVia gemas.
“Beli minum dulu yuk trus duduk di situ” ajak Rega dan di jawab anggukan oleh Via
Setelah beli minum Rega dan Via memilih duduk di bangku taman.
“Oom kenal papa Via?” Tanya Via yang sontak membuat Rega terkejut ia bingung mau jawab apa.
“Mama bilang apa soal papa via?”
“Mama bilang papa via itu orang nya hebat tangguh gagah. Tapi kenapa dia tidak mau ketemu via? Padahal kan via kangen papa” ucap gadis 5 tahun itu, walaupun ia masih anak anak tapi pemikiran Via sangat lah jauh dari usia nya.ia seolah sudah mengerti apa yang di rasakan oleh orang dewasa.
“Papa via juga rindu kok sama Via, mungkin sekarang belum waktunya tapi nanti pasti. Via sabar lagi ya” ucap Rega sambil mengelus surai rambut Via.
Tak jauh dari mereka Tasya berdiri, Tasya dapat mendengar percakapn dua sejoli itu. Ia merasa rapuh saat anak nya meminta ingin ketemu dengan papa nya namun Tasya selalu menolak nya.
Bukan karna tak ingin tapi Tasya masih belum siap untuk bertemu Niko.
Pria itu pria yang dulu nya selalu memberi luka pada nya dan apa Tasya sanggup untuk bersikap biasa biasa saja saat bertemu dengan nya setelah 5 tahun berpisah.
Dan apa dia masih sendiri? Bukan kah dia pria normal yang dangat butuh wanita seperti yang dilakukan nya dulu saat masih bersama Tasya.
“Maafin mama sayang” ucap Tasya pelan lalu ia segera pergi dari taman dan kembali ke rumah.
Sampa dirumah wanita yang berkedok strong woman itu menangis ia begitu rapuh hati nya tak kuat , namun ia harus terlihat kuat di depan anak nya.Via
‘Pergi dari kamu ternyata malah menambah luka mas’
>>>>
To be Continue